Aspek Ekonomi Jaringan Digital Library

Aspek Ekonomi Jaringan Digital Library
Pengembangan teknologi IT membuat “perpustakaan tradisional” bertambah fungsinya dengan perpustakaan digital (Digital Library) memberikan perubahan dalam pelayanan dan isi layanan yang dapat diberikan kepada pelanggan/pengguna perpustakaan (baca: anggota perpustakaan). Jaringan Digital Library (DL) yang merupakan bentuk kerjasama antar DL, berupaya untuk membuat standar dan prosedur dalam pengembangan DL, agar sharing informasi antar DL dapat berlangsung dengan baik. Pengembangan teknologi dan jenis layanan DL memerlukan berbagai sumberdaya yang mendukung, sumberdaya itu meliputi perangkat keras (hardware), manajemen dan finansial. 

Model bisnis jaringan DL diupayakan menciptakan kondisi yang sustainable untuk dapat berjalan dan apabila mungkin profitable, sehingga dapat berkembang dikemudian hari.

Membangun sebuah jaringan DL memerlukan investasi yang besar, dan untuk menjaga kelangsungan hidupnya diperlukan biaya yang besar pula. Apabila pada awalnya investasi didapat dari bantuan fihak luar maka untuk dapat melanjutkan kegiatannya diperlukan pengelolaan yang baik. Dengan membuat model bisnis jaringan DL diharapkan mampu menjawab kebutuhan pengembangan jaringan DL tanpa bantuan dari luar, tetapi jaringan DL dapat mandiri dan apabila memungkinkan dapat ditingkatkan kemampuan dan jenis layanannya.

Perubahan layanan dari “perpustakaan tradisional” menjadi perpustakaan digital, mamberikan perubahan layanan, model bisnispun berubah karena layanannya adalalah dokumen elektronik yang disampaikan lewat internet. Dokumen elektronik tidak hanya memberikan informasi yang statis, tetapi juga mempunyai nilai tambah karena bentuknya bisa berupa full text, audio, dan video. Pengguna dokumen mendapatkan nilai lebih dari dokumen. Pertanyaannya adalah berapa harga yang harus dibayar oleh pengguna ?. Pertanyaan ini belum bisa dijawab, tetapi melalui pembicaraan lebih lanjut antara DL partner akan didapat solusi pertanyaan ini. Beberapa penelitina mengenai penentuan harga pada produk-produk elektronik telah di telaah oleh beberapa pakar.

1. Model Bisnis
Banyak pelayanan di internet yang dibiayai melalui iklan. Pengguna pelayanan ini tidak dikenakan biaya. Bentuk bisnis di internet ini cukup sukses tetapi tidak menjamin hasil dan nilai tambah bagi pengguna. Dalam sebuah simulasi ternyata dengan pengenaan bebas biaya keuntungannya lebih kecil bila penggunaannya tinggi, hal ini diakibatkan karena daya dukung layanannya terbatas sehingga seringkali informasi yang didapat tidak akurat dan waktu tunggu yang lama, artinya terjadi penurunan keuntungan (waktu dan energi yang terbuang banyak).

Secara garis besar model bisnis DL dapat diibaratkan seperti pay channel, dimana terdapat aliran data dari sumber informasi dan dana dari pengguna informasi, gambar 1 memberikan gambaran model bisnis jaringan DL.

Gambar  Model Bisnis Jaringan Digital Library

Pada sumber data dialirkan data yang dibutuhkan oleh penguna, sedangkan pada penguna dialirkan biaya pelayanan yang telah didapatkan dari sumber data. Pada bentuk aliran data ini akan terjamin kualitas data yang didapatkan oleh pengguna, jaminan kelengkapan data, delivery, dan nilai tambah bagi pengguna. 

Sumber data dapat berupa institusi-institusi riset, pusat data, maupun partner jaringan DL. IDLN berfungsi sebagai badan bagi jaringan DL yang menjamin agar data yang diperlukan dapat disediakan untuk pengguna sesuai dengan permintaan pengguna. Partner IDLN merupakan anggota jaringan DL yang mempunyai data yang dapat “dijual” dan mempunyai pengguna (anggota) 

Pada tulisan ini selanjutnya dikemukakan beberapa skenario penyaluran permintaan data, arus biaya pelayanan, dan tata cara pembayaran. Hal ini merupakan sebuah model yang perlu kajian lebih lanjut antara partner IDLN dan IDLN sebagai badan yang menyatukannya.

2. Model Pelayanan
Bentuk pelayanan yang diberikan sumber data kepada pengguna adalah penyediaan data yang diperlukan oleh pengguna. Pengguna (anggota IDLN Partner) yang memerlukan data melalui DL nya meminta sebuah data, kemudian DL mencari melalui IDLN, kemudian pencarian data dilakukan melalui IDLN, pencarian data meliputi antar partner-parner IDLN maupun dari sumber lain diluar IDLN yang telah melakukan kerjasama dengan IDLN. 

Arus biaya pelayanan dikeluarkan oleh pengguna yang memerlukan data, besarnya biaya yang dikeluarkan adalah sebesar jumlah dan bentuk data yang diterima. Gambar 2. memperlihatkan arus permintaan data dan arus biaya yang diterima di masing-masing lini.

Gambar  Arus Data dan Biaya Jaringan DL

Pada sisi penyedia data, dalam hal ini adalah partner DL maupun sumber data dari luar IDLN, memberikan data yang dapat berupa lisensi penggunaan data, kemudian IDLN yang berfungsi sebagai provider memberikan layanan pencarian dan pengambilan data dari sumber data, setelah menerima data yang dibutuhkan oleh anggota DL, maka data tersebut diberikan kepada anggota DL. Penyedia data mendapatkan royalti dari data yang telah diberikan, IDLN mendapatkan biaya pelayanan dari DL dan DL mendapatkan biaya dari pengguna data.

Model pelayanan ini merupakan model pelayanan yang saling menguntungkan antara IDLN, DL dan pengguna, sehingga pada masing masing lini mendapatkan nilai tambah. Model pelayanan ini juga memdorong DL untuk meingkatkan content yang ada didalam layanannya. Karena semua content yang ada dalam DL dapat “dijual” dan dimanfaatkan oleh pengguna maka hal ini dapat menjamin DL sustainable untuk terus memberikan layanannya.

3. Pricing Policy Pelayanan Digital Library
Pengenaan harga pelayanan untuk penyediaan data bagi pengguna hingga saat ini belum ditelaah lebih lanjut. Sebuah skenario tentang pengenaan biaya dan pembagian sharing biaya untuk menentukan pricing policy adalah dalam langganan jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah saat ini telah banyak ditawarkan dalam bentuk elektronik, biaya langganan yang sangat mahal membuat pengguna jurnal ilmiah mengalami kesulitan dalam mengakses data yang diperlukan, dan waktu yang diperlukan untuk mencari content yang tepat dibutuhkan oleh pengguna sangat banyak, hal ini dikarenakan pengetahuan tentang jurnal ilmiah yang tepat sangat sedikit. Gambar. memberikan gambaran tentang sharing data dan informasi jurnal ilmiah serta pembagian pembayaran.

Gambar Skenario Pricing Policy pada Langganan Jurnal Ilmiah

Penyedia jurnal ilmiah elektronik memberikan lisensi terbatas kepada IDLN, karena biasanya jumlah penggunanya dibatasi oleh penyedia jurnal ilmiah. Pengguna dan DL yang memerlukan informasi pada jurnal ilmiah dapat membayar secara kolektif, hal ini akan meringankan DL dan pengguna karena biaya yang dikeluarkan dapat ditekan seminimum mungkin, tanpa mengurangi isi jurnal ilmiah yang diperlukan. Pertannyaannya adalah seberapa besar sharing service fee yang harus dikeluarkan pada masing-masing lini. Prosentase sharing service fee tergantung dari seberapa besar lisensi yang diberikan oleh penyedia jurnal ilmiah elekronik untuk dapat menggunakan jurnal tersebut.

Skenario kedua adalah pada transfer data/informasi antara DL. Pengguna yang memerlukan data/informasi melalui DL asal melalui IDLN kemudian setelah proses pencarian oleh IDLN data diberikan kepada DL yang memerlukan. Gambar. menggambarkan penyaluran data/informasi dan sharing service fee.

Gambar  Skenario Pricing Policy Tranfer Data / Informasi antar Digital Library

Sumber data/informasi memberikan lisensi penggunaan data/informasi yang ada pada DL sumber melalui IDLN kemudian data/informasi tersebut digunakan oleh pengguna. Pada skenario ini harus dibuat kesepakatan antara DL partners dalam IDLN, sehingga didapat formula bentuk sharing disesuaikan dengan service fee yang diterima. Setiap bentuk layanan harus dianalisis biaya-biaya yang membebani dalam proses penyediaan layanan tersebut, sehingga price setiap bentuk layanan dapat diketahui. Bentuk layanan yang berbeda akan membedakan besarnya kontribusi harga yang harus dikeluarkan oleh pengguna. Macam bentuk layanan antar DL dapat berupa sharing data/informasi, Jurnal Ilmiah yang diterbitkan institusi DL dan lain-lain.

4. Cost Model dan Metode Pembayaran Biaya Layanan
Terdapat beberapa model biaya yang diterapkan yang dapat digunakan dalam model biaya untuk biaya layanan DL. Pembuatan bentuk model biaya layanan harus sederhana dan mudah digunakan oleh semua DL agar proses transaksi dapat berjalan dengan baik.

Salah satu model pembayaran adalah membuat harga dasar (basic rate), artinya untuk semua bentuk layanan hanya dikenai satu jenis harga, tidak bergantung kepada jumlah data, bentuk data yang digunakan oleh pengguna. Model lain adalah dengan berlangganan (subscription), pengguna dapat berlangganan data yang diperlukan, biaya langganan tergantung dari jumlah dan jenis data/informasi yang akan digunakan. Model lain yang dikenal dengan pay per view seperti yang diterapkan pada televisi dapat pula digunakan untuk model pembiayaan layanan DL.

Keefektifan bentuk dan jenis pembiayaan layanan DL harus di sesuaikan dengan nilai tambah yang didapat oleh pengguna, karena itu maka ketiga model diatas dapat dikembangkan untuk bentuk-bentuk layanan yang berbeda-beda. Misalnya untuk biaya pencarian data, karena aktivitas yang dilakukan dalam pencarian data untuk jenis data yang berbeda sama maka dapat digunakan model basic rate, model subscription dapat digunakan untuk layanan yang kontinu seperti jurnal ilmiah, majalah dan lain-lain, sedangkan model pay perview dapat digunakan untuk penggunaan data/informasi yang digunakan sewaktu-waktu. Untuk biaya layanan antar DL dapat diterapkan metode discount yang memberikan keleluasaan DL untuk dapat menggunakan margin discount untuk pengembangan DL.

Metode pembayaran yang dapat diterapkan pada model bisnis jaringan DL adalah model pembayaran langsung (cash and carry) dan debit. Metode pembayaran langsung adalah metode pembayaran yang banyak digunakan di bisnis internet, pembayaran dilakukan sebelum permintaan data/informasi didapatkan setelah itu data/informasi dapat diperoleh oleh pengguna. Metode debit adalah metode yang dapat mengikat pengguna data, pengguna data sebelum mendapatkan layanan DL menyimpan dana pada DL dan dana tersebut akan berkurang apabila ada permintaan layanan pada DL.

Cara pembayaran untuk membayar biaya layanan DL dapat diterapkan beberapa cara. Ada banyak cara pembayaran biaya layanan pada bisnis data elektronik yang telah digunakan, cara pembayaran ini tergantung kepada pengguna layanan DL dalam mengakses data yang dibutuhkan, kadangkala pengguna langsung berhubungan dengan DL, tetapi kadang kadang akibat mobilitas pengguna hubungan tersebut tidak langsung, hal ini memberikan cara pembayaran yang berbeda. Sebagian besar cara pembayaran dalam bisnis elektronik di internet adalah dengan pembayaran kartu kredit, hal ini dapat diterapkan dalam bisnis DL tetapi tidak semua pengguna dapat menggunakan cara ini karena keterbatasan pemilikan kartu kredit. Bentuk kerjasama dengan institusi perbankan dapat dikembangkan dalam bisnis jaringan DL sehingga cara pembayaran biaya layanan dapat berjalan lancar.

5. Kontribusi IDLN, IDLN Partner, Pengguna Jasa DL
Bisnis jaringan DL agar berjalan baik maka masing masing lini, harus memberikan kotribusi yang positif dengan lini lainnya, sehingga pada tiap lini dapat memberikan nilai tambah bagi lini lainnya.

Kontribusi pelayanan yang dapat diberikan IDLN bagi DL dan pengguna adalah :
  • Pengelolaan informasi dari luar IDLN yang diperlukan DL 
  • Pengelolaan arus informasi antar DL
  • Pengembangan sistem dan teknologi DL
  • Pengelolaan kelangsungan IDLN (Konsorsium)
Kontribusi pelayanan yang dapat diberikan DL bagi pengguna adalah :
  • Pengelolaan dan pengembangan content data
  • Pengelolaan dan pengembangan pengguna
  • Pengelolaan kelangsungan DL
Dengan pengembangan kontribusi tersebut dapat ditingkatkan dengan aliran sumber dana dari pengguna, akan tetapi apabila semua dibebabankan kepada pengguna akan memberatkan pengguna, maka dalam menjamin berjalannya bisnis jaringan DL ini dapat pula digunakan pembiayaan subsidi silang, misalnya dengan menggunakan bantuan dari luar DL, atau pembiayaan lain dari luar seperti “iklan”.

6. Pengembangan Bentuk Organisasi
Untuk mengelola bisnis jaringan DL maka semua organisasi dalam jaringan DL harus mandiri dalam pengelolaan manajerial dan finansialnya. Pengelolaan manajerial dan finansial yang efisien dan efektif dalam rangka memberikan layanan yang memuaskan pengguna adalah kunci yang utama.

IDLN yang berfungsi mengelola arus informasi dan mengembangkan sistem dan teknologi jaringan DL harus didukung dengan manajemen dan kondisi finasial yang baik, maka untuk menghadapi tantangan ini IDLN diarahkan sebagai organisasi bisnis “nir-laba”, maka pengelolaan IDLN agar profesional dirancang untuk menjadi sebuah “perusahaan jasa”. Bentuk “perusahaan” IDLN yang mungkin misalnya adalah sebuah yayasan atau perusahaan nir-laba.

Pelayanan pengguna harus pula didukung oleh sebuah organisasi yang kompak, karena DL merupakan bagian dari perpustakaan sebuah institusi maka, anggapan bahwa DL merupakan cost unit dapat diubah sebagai profitable unit, jalan untuk menciptakannya adalah dengan menefektifkan semua bentuk kegiatan yang dilakukan DL agar efektif dan efisien melayani kepuasan pengguna. Sebagai salah satu bagian dari perpustakaan, maka DL paling tepat digunakan bentuk organisasi yang merupakan Strategic Business Unit dalam perpustakaan, hal ini akan mendorong efisiensi dan efektifitas mengelolaan manajerial dan finansial, dan apabila memungkinkan dapat memberikan dorongan kepada perpustakaan untuk mengembangkan diri lebis besar.
Blog, Updated at: 03.43

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts