Pengertian Manajemen Sangat Beraneka Ragam Dari Berbagai Ahli

Pengertian Manajemen Sangat Beraneka Ragam Dari Berbagai Ahli 
Manusia adalah makhluk individu dan sekaligus sebagai makhluk soaial yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa campur tangan dengan pihak lain. Karena itu ia akan selalu berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain. Terkait hal tersebut di atas, maka kita perlu memahami seluk beluk tentang manajemen, baik manajemen dalam arti sempit maupun dalam arti luas. 

Banyak definisi tentang manajemen yang dapat kita peroleh dari berbagai para ahli tertentu. Berikut ini beberapa pengertian manajemen yang diberikan oleh beberapa para ahli, antara lain :
  1. Menurut George R. Terry, dalam bukunya Principle of Management, memberikan definisi sebagai berikut : “ Management is the accomplishing of a pre-determined objective through the effort of other people “. Pengertian di atas dapat diterjemahankan secara bebas sebagai berikut Manajemen adalah suatu usaha pencapaian tujuan tertentu melalui kerjasama dengan orang-orang lain.
  2. Menurut Henry Fayol, dalam bukunya yang berjudul General Industrial Management, manajemen adalah “ Proses tertentu yang terdiri dari kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan sumber daya manusia dan mengadakan pengendalian dalam rangka mencapai tujuan.
  3. Menurut Harold Koontz dan Cyrill O’Donnell, dalam bukunya yang berjudul Principles of Management, memberikan definisi sbb : “ Management is getting thing done through the efforts of other people “. Pengertian di atas dapat diterjemahkan secara bebas sebagai berikut manajemen adalah suatu metode untuk mencapai tujuan dengan memanfaatkan orang lain. 
  4. Menurut Prof. John D. Millet, dalam bukunya yang berjudul Management in the Public Service, memberikan definisi sebagai berikut : “ Management is the process of directing and facilitating the work of people organized in formal groups to achieve a desired goal “. Pengertian di atas dapat diterjemahkan sebagai berikut manajemen adalah satu kesatuan (proses) dalam memberikan arahan pekerjaan kepada orang lain dalam satu wadah ( organisasi ) guna mencapai tujuan. 
  5. Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian dalam bukunya Administrasi Pembangunan mendefinisikan, “ manajemen adalah “ Kemampuan dan keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain “. 
  6. Menurut Drs. M. Manullang, memberikan definisi sebagai berikut manajemen adalah seni dan ilmu pencatatan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, pengawasan ( pengontrolan ) sumberdaya manusia dan sumberdaya alam untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu.
  7. Menurut Oey Liang Lee, mendefinisikan manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan tenaga manusia dengan bantuan orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Selain yang tersebut di atas, sebenarnya masih banyak para ahli yang juga memberikan pengertian tentang manajemen, namun berdasarkan pengertian-pengertian di atas secara garis besar dapat disimpulkan bahwa : “ manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan “.

Beardasarkan pengertian yang telah disimpulkan di atas manajemen mempunyai ciri, antara lain :
a) merupakan kerjasama sekelompok orang,
b) adanya pembagian kerja secara jelas dan tegas,
c) dilakukan secara sistematis, terpadu, terkontrol dan konsistensi,
d) berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, dan
e) merupakan keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan seni.

Manajemen Sebagai Ilmu dan Seni
Di atas telah diuraikan beberapa pengertian manajemen yang diberikan oleh beberapa ahli. Perbedaan pendapat para ahli dikarenakan adanya perbedaan sudut pandang. Terdapat tiga hal cara mereka melihat pengertian manajemen : 

a. Manajemen Dilihat dari Segi Ilmu Pengetahuan (scient)
Manajemen dilihat dari segi ilmu pengetahuan dikemukakan oleh Luther Gullick. Gulick mengatakan bahwa manajemen adalah bidang ilmu pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Artinya manajemen sebagai ilmu bahwa manajemen dapat dipelajari oleh siapa saja.

b. Manajemen Dilihat dari Segi Seni ( art )
Manajemen dilihat dari segi seni dikemukakan oleh Mary Parker Follet. Follet mengatakan bahwa manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui kerjasama dengan orang lain. Manajemen dipandang sebagai seni artinya bahwa kemampuan manajemen juga merupakan bakat dari lahir. Artinya seseorang yang tidak pernah mempelajari ilmu manajemen tetapi ia bisa sukses dalam dalam bidang manajemen.

c. Manajemen Dilihat dari Segi Proses
Manajemen dilihat dari segi proses dikemukakan oleh James A.F. Stoner. Stoner mengatakan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan anggota dan penggunaan sumber daya agar mencapai tujuan organisasi yang sudah ditentukan.

T. Hani Handoko dalam bukunya yang berjudul Manajemen, mengutip pernyataan Luther Gullick yang mendefinisikan bahwa manajemen sebagai ilmu pengetahuan telah berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama guna mencapai tujuan dan membuat sistem kerja sama lebih memenuhi persyaratan untuk disebut bidang ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari dalam kurun waktu yang lama dan telah diorganisasi menjadi serangkaian teori.

Sebagai ilmu pengetahuan, manajemen juga bersifat universal dan menggunakan kerangka ilmu pengetahuan yang sistematis, yaitu mencakup kaidah, prinsip dan konsep yang cenderung benar dalam semua situasi manajerial. Selain itu, manajemen juga dikatakan sebagai suatu seni, karena aspek perencanaan, kepemimpinan, komunikasi dan pengambilan keputusan yang menyangkut unsur manusia yang bagaimanapun manajer harus menggunakan pendekatan artistik / seni.

Lebih jauh, manajemen tidak hanya sebagai ilmu dan seni, tetapi lebih merupa kan kombinasi keduanya. Kombinasi ini tidak dalam porsi yang tetap, tetapi dalam porsi yang bermacam-macam. Pada umumnya manajer akan menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan, di lain pihak para manajer akan menggunakan pendekatan seni dalam hal komunikasi, motivasi dan kepemimpinan, dalam hal lain mungkin akan lain lagi jika itu menyangkut unsur manusia. 

A. MANFAAT MANAJEMEN
Manajemen merupakan kebutuhkan yang tidak dapat ditinggalkan untuk setiap organisasi baik organisasi yang besar maupun sederhana, baik instansi swasta maupun pemerintah, apalagi di era globalisasi seperti saat ini, peranan manajemen terasa semakin penting. Tanpa manajemen segala usaha yang dilakukan ( baik pengorganisasian dalam bentuk modal / uang ) akan sia-sia. 

Menurut T. Hani Handoko terdapat tiga alasan utama mengapa kita membutuhkan manajemen yaitu:

1. Untuk mencapai tujuan. 
Manajemen dibutuhkan dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi, instansi, perusahaan, pribadi.

2. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.
Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar dan tepat waktu sesuai dengan yang telah ditetapkan, sdehingga tidak menghambur-hamburkan biaya. Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih peralatan dan sarana lain yang digunakan secara tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. Untuk menjaga keseimbangan dari berbagai tujuan.
Tujuan suatu organisasi tidak hanya satu, melainkan cukup banyak, baik tujuan pribadi maupun kelompok. Manajemen membantu menciptakan keseimbangan di antara tujuan-tujuan tersebut. 

B. SEJARAH MANAJEMEN
Dari waktu ke waktu manajemen mengalami perkembangan, dalam sejarahnya manajemen mengalami perkembangan yang cukup pesat. Tahap perkembangan manajemen dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Teori Manajemen Aliran Klasik 
a. Robert Owen ( 1771 – 1858 )
Robert Owen adalah seorang manajer di beberapa pabrik pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Owen menekankan pentingnya unsur manusia dalam kegiatan produksi. Ia berusaha memperbaiki etos kerja dengan mengurangi jam kerja standar. Pengurangan jam kerja standar ini dimaksudkan agar produktivitas kerja dapat meningkat.

b. Charles Babbage ( 1792 – 1871 )
Charles Babbage adalah seorang profesor matematika dari Inggris. Ia berpendapat bahwa penerapan prinsip-prinsip ilmiah dalam proses kerja akan meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya. Spesialisasi kerja sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan efesiensi dan efektivitas kerja. Pendidikan dan pelatihan kerja serta penelitian dapat meningkatkan profesionalisme dalam bekerja. Kerja sama antara karyawan, pimpinan dan pemilik perusahaan dapat memajukan perusahaan. Kontribusi lainnya, Babbage menciptakan alat penghitung mekanis ( calculator ) pertama, mengembangkan program-program permainan dalam komputer, menganjurkan kerja sama yang saling menguntungkan antara karyawan dengan pemilik pabrik serta merencanakan skema pembagian keuntungan. 

Teori Manajemen Aliran Ilmiah 
a. Frederick Winslow Taylor ( 1856 – 1915 )
Frederick Winslow Taylor berpendapat bahwa dalam mengembangkan manajemen diperlukan beberapa prinsip, antara lain :
1) Pengembangan metode ilmiah dalam manajemen
2) Seleksi ilmiah untuk penerimaan, pengangkatan, promosi jabatan dan pemberian tugas serta tanggung jawab sesuai dengan kemampuan sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah dan dapat mencapai hasil yang maksimal.
3) Pendidikan, penyelidikan, penelitian dan percobaan yang terprogram dalam bentuk pendidikan dan latihan, dapat mengoptimalkan potensi kinerja karyawan.
4) Perlunya kerja sama yang baik dari seluruh pihak yang terkait dalam rangka mempercepat tercapainya tujuan.

b. Frank dan Lilian Gilbert ( 1864 – 1924 dan 1878 – 1927 )
Frank adalah pelopor pengembangan studi gerak dan waktu dengan penekanan pada masalah yang paling baik dalam penyelesaian setiap pekerjaan. Lilian Gilbert merupakan pelopor manajemen sumber daya manusia dalam hal seleksi penerimaan dan penempatan karyawan agar sesuai dengan prinsip the right man on the right place artinya menempatkan karyawan yang tepat sesuai dengan keahliannya. Lilian juga pelopor pelatihan dalam rangka mengembangkan potensi manusia untuk mewujudkan cita-citanya.

Teori Organisasi Klasik 
James D. Mooney mendefinisikan, organisasi adalah sekelompok orang yang bergabung untuk mencapai tujuan tertentu. 

Untuk merancang organisasi diperlukan 4 kaidah dasar, yaitu :
a. Koordinasi
b. Prinsip skalar
c. Prinsip fungsional, dan
d. Prinsip staf

Aliran Hubungan Manusiawi 
Aliran hubungan manusiawi muncul karena adanya ketidakpuasan akan pendekatan yang dikemukakan oleh aliran manajemen sebelumnya. Pendekatan terdahulu tidak sepenuhnya menghasilkan efesiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para manajer masih menghadapi kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola perilaku yang rasional. Pencetus aliran ini antara lain Hugo Muster berg ( 1863 – 1916 ) dan Elton Mayo.

Aliran Manajemen Modern 
Aliran manajemen berkembang melalui dua jalur yang berbeda, yaitu : 
Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal dengan perilaku organisasi, dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah yang dikenal sebagai aliran manajemen kuantitatif

C. TINGKATAN MANAJEMEN
Dalam manajemen terdapat tingkatan-tingkatan berdasarkan tugas dan fungsinya. Tingkatan manajemen dalam organisasi dibedakan menjadi 3 tingkatan, yaitu : 

1. Manajemen Pelaksana
Manajemen pelaksana atau manajemen lini pertama adalah tingkatan terendah dalam suatu organisasi. Manajer pelaksana bertugas memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Para manajer ini sering disebut dengan kepala, pimpinan, mandor, penyelia. Sebagai contoh mandor pabrik, kepala seksi yang langsung membawahi tenaga pembukuan.

2. Manajemen Menegah
Manajemen menengah meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan manajer lainnya dan kadang-kadang pegawai operasional. Biasanya manajer menengah disebut Kepala Departemen atau Kepala Pengawas.

3. Manajemen Puncak
Klasifikasi manajemen tertinggi ini terdiri atas sekelompok kecil eksekutif. Manajer puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Sebutan bagi manajer puncak adalah Direktur, Presiden Direktur, Kepala Devisi, dan lain sebagainya.

Jika ketiga tingkatan manajemen di atas digambarkan dalam sebuah piramida, tampak sebagai berikut :

D. PRINSIP MANAJEMEN
Henry Fayol adalah seorang industrialis Prancis. Beliau mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman pengelolaan organisasi yang sangat kompleks. Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip dalam manajemen, yaitu:
1. Pembagian Kerja ( Devision Labour )
Pembagian kerja atau spesialisasi akan meningkatkan efesiensi pelaksanaan kerja seseorang dalam suatu organisasi / instansi / perusahaan

2. Wewenang / Otoritas ( Authority )
Wewenang mencakup hak untuk memberi perintah untuk dipatuhi, biasanya dari atasan ke bawahan.

3. Disiplin ( Dicipline )
Disiplin mencakup rasa hormat dan taat pada peranan dalam mencapai tujuan organisasi

4. Kesatuan Perintah ( Unity of Command )
Setiap karyawan hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari seorang atasan saja.

5. Kesatuan Arah ( Unity of Direction )
Operasi dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana. 

6. Meletakkan kepentingan individu di bawah kepentingan organisasi atau mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.

7. Balas Jasa / Pemberian Upah ( Renumeration )
Kompensasi untuk pekerjaan yang dilakukan haruslah adil, baik bagi karyawan maupun pemilik

8. Sentralisasi / Pemusatan ( Centralization )
Harus ada keseimbangan yang tepat antara sentralisasi dan desentralisasi atau mengurangi peran bawahan dalam pengambilan keputusan.

9. Rantai Skalar / Jenjang Jabatan ( The Hierarchy )
Garis wewenang dan perintah haruslah jelas dalam suatu struktur organisasi

10. Keteraturan / Tata Tertib ( Order )
Material atau sumber daya dan orang-orang harus berada pada tempat dan waktu yang tepat

11. Keadilan / Kesamaan ( Equity )
Harus ada perlakuan yang sama dan adil tanpa pandang bulu dalam sebuah organisasi, instansi, perusahaan.

12. Kestabilan Staf Organisasi ( Organization Stability of Staff ) 
Tingkat perputaran tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksana fungsi-fungsi organisasi. Rotasi memang diperlukan tetapi tidak dalam waktu yang berdekatan.

13. Inisiatif ( Initiative )
Bawahan harus diberi kebebasan untuk menjalankan dan menyelesaikan rencana pekerjaan walaupun beberapa kesalahan mungkin terjadi.

14. Semangat Korps ( Esprit de Corps )
Kebanggaan, kesetiaan dan rasa memiliki anggota organisasi yang tercermin pada semangat korps harus dijaga dan dikembangkan. 

E. FUNGSI MANAJEMEN
Agar tujuan organisasi dapat tercapai, setiap orang dalam kelompok atau organisasi harus melakukan kegiatan tertentu yang saling terkait. Kegiatan tersebut cukup banyak, rumit dan beragam sehingga memerlukan pemecahan menjadi bagian yang lebih kecil. Proses kegiatan yang saling terkait secara keseluruhan untuk mencapai tujuan itulah yang disebut dengan fungsi manajemen. Jika kita amati terdapat 11 fungsi manajemen menurut para tokoh, antara lain :

a. Fungsi Manajemen Menurut George R. Terry
1) Planning ( perencanaan )
2) Organizing ( pengorganisasian )
3) Actuating ( pelaksanaan )
4) Controlling ( pengawasan )

b. Fungsi Manajemen Menurut Louis Allen
1) Leading ( kepemimpinan )
2) Planning ( perencanaan )
3) Organizing ( pengorganisasian )
4) Controlling ( pengawasan )

c. Fungsi Manajemen Menurut Harold Koontz dan Cyrill O’Donnel
1) Planning ( perencanaan )
2) Staffing ( penempatan tenaga kerja )
3) Actuating ( pelaksanaan )
4) Directing ( pengarahan )
5) Controlling ( pengawasan )

d. Fungsi Manajemen Menurut John D. Millet 
1) Directing ( pengarahan )
2) Facilitating ( Fasilitasi )

e. Fungsi Manajemen Menurut Henry Fayol
1) Planning ( perencanaan )
2) Organizing ( pengorganisasian )
3) Commanding ( penugasan )
4) Coordinating ( pengkoordinasian )
5) Controlling ( pengawasan )

f. Fungsi Manajemen Menurut Prof. Dr. S.P. Siagian
1) Planning ( perencanaan )
2) Organizing ( pengorganisasian )
3) Motivating ( pemotivasian )
4) Controlling ( pengawasan )
5) Evaluating ( penilaian )
Blog, Updated at: 07.50

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts