Pengertian Petumbuhan dan Perkembangan

Pengertian Petumbuhan dan Perkembangan 
Pertumbuhan :
o Adalah proses perubahan biologis yang terjadi pada makhluk hidup yang meliputi perubahan ukuran berupa pertambahan tinggi, besar dan berat.
o Pertumbuhan bersifat kwantitatif , artinya dapat diukur dan dilihat langsung.
o Alat yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan pada tanaman disebut : auksanometer ( busur tumbuh )
o Pertumbuhan juga bersifat ireversibel, artinya tidak berubah kembali ke asal, karena makhluk hidup yang sudah mengalami pertumbuhan tidak akan mengecil kembali.

Perkembangan :
o Adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna pada makhluk hidup.
o Perkembangan bersifat kwalitatif , artinya tidak dapat diukur.
o Tumbuhan dan hewan dikatakan dewasa apabila sudah dapat berkembang biak ( bereproduksi ).
o Perkembangan lebih dilihat sebagai proses pembentukan jaringan dan organ sehingga individu mempunyai bentuk morfologi yang khas

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan 
Indikator pertumbuhan dilihat dari:
a. Tinggi tanaman
b. Total luas permukaan daun
c. Volume akar
d. Berat tanaman

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman
Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup merupakan hasil interaksi antara faktor dari dalam tubuh makhluk itu sendiri (internal) dan faktor yang berasal dari luar tubuh (eksternal).

Faktor internal, meliputi :
1. Genetik 
· Adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat di dalam setiap sel makhluk hidup.

Faktor eksternal, meliputi :
1. Nutrisi
· Pada tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat-zat hara yang terlarut didalamnya yang dirubah melalui proses fotosintesis menjadi zat-zat makanan.

2. Lingkungan 
· Faktor lingkungan yang berperan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah : suhu udara, cahaya, dan kelembaban.

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dari proses perkecambahan ( semai muda ). Pertumbuhan pada tanaman dibedakan menjadi 2 macam, yaitu : 

1. Pertumbuhan Primer
· Yaitu pertumbuhan yang terjadi sebagai akibat pembelahan sel-sel penyusun jaringan meristem ( jaringan yang sel-sel penyusunnya selalu aktif membelah ).
· Terjadi pada ujung akar dan ujung batang.
· Pertumbuhan primer menyebabkan pertumbuhan akar dan batang memanjang
· Jaringan meristem yang tumbuh memanjang disebut meristem apikel.
· Kecepatan pertumbuhan akar tidak sama. Bagian akar yang paling cepat tumbuh adalah pada bagian tepat dibelakang titik tumbuh yang terdapat di ujung akar. Makin jauh dari ujung akar, pertumbuhannya makin lambat

2. Pertumbuhan Sekunder
· Pertumbuhan yang terjadi sebagai akibat aktifitas titik tumbuh sekunder, yaitu kambium. Jadi pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan yang memiliki kambium, misalnya pohon yang tergolong tumbuhan dikotil (mangga, rambutan dsb).
· Pertumbuhan sekunder menyebabkan akar dan batang membesar.
· Jaringan meristem yang tumbuh membesar disebut meristem lateral.
· Kecepatan pertumbuhan sekunder pada akar dan batang lebih cepat pada musim hujan dari pada musim kemarau. Perbedaan kecepatan pertumbuhan ini dapat dilihat pada lingkaran tahun.

Pola Pertumbuhan dan Perkembangan
· Pertumbuhan tidak berlangsung secara seragam pada seluruh bagian tanaman
· Pertumbuhan terkonsentrasi pada jaringan.
· Organ tanaman mengikuti pola pertumbuhan :
o determinate (terbatas), misalnya pertumbuhan daun, bunga dan buah
o inderterminate (tak terbatas), terus tumbuh membesar dan memanjang meskipun tua, misalnya pertumbuhan akar dan batang.
· Pola pertumbuhan tergantung pada letak meristem.

Perbedaan Batang Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Tumbuhan Dikotil
Tumbuhan Monokotil
·         Batang bercabang-cabang
·         Batang lurus, tidak bercabang-cabang
·         Memiliki kambium, sehingga batang dapat membesar (pertumbuhan sekunder)
·         Tidak memiliki kambium, sehingga batang tidak membesar, tapi bertambah panjang/ tinggi (pertumbuhan primer)
·         Pembuluh angkut letaknya teratur dalam bentuk lingkaran
·         Pembuluh angkut letaknya tersebar

Penampang batang Dikotil dan Monokotil


Struktur Dalam (Anatomi) Batang



Metagenesis / Daur Hidup Pada Tumbuhan

Bagan Metagenesis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)


Metagenesis / Daur hidup Pada Tumbuhan Paku (Pteridophyta)


Bagan Metagenesis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)


PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN 
Ada 2 faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tubuh pada hewan (juga manusia), yaitu faktor hereditas ( genetik atau keturunan) dan faktor makanan. 

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan manusia terdiri atas 2 fase, yaitu :
a. Fase embrionik : Pertumbuhan dan perkembangan selama masa embrio, yang diawali dengan pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sperma sehingga menghasilakn sebuah sel yang disebut zigot.

Tahapan perkembangan fase embrionik : 
1. Zigot : - mengalami pembelahan secara mitosis, artinya bertambah menurut kelipatannya, misalnya 1 sel menjadi 2 sel, 4 sel, 8, 16, dst
- Sel-sel yang membelah terkumpul menjadi 1 yang disebut morula.
- Dalam perkembangan selanjutnya morula membentuk rongga yang dinamakam blastula. Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi

2. Gastrulasi , adalah proses pembentukan 3 lapisan embrionik, yaitu :
- Lapisan luar (ektoderm) 
- Lapisan tengah (mesoderm)
- Lapisan dalam (endoderm) 

3. Organogenesis, adalah proses perkembangan lebih lanjut ke 3 lapisan embrionik yang mengalami diferensiasi menjadi organ-organ tubuh yaitu :
- Lapisan ektoderm : menjadi kulit, rambut, sistim saraf dan alat–alat indera.
- Lapisan mesoderm : menjadi otot, rangka, alat reproduksi, peredaran darah, jantung, dan ginjal.
- Lapisan endoderm : menjadi kelenjar-kelenjar yang berhubungan dengan pencernaan dan alat pernapasan

b. Fase pasca embrionik, adalah pertumbuhan dan perkembangan setelah masa embrio
- Pada masa ini biasanya hanya terjadi peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh, namun tidak semua bagian tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan 

Metamorfosis Pada hewan
Metamorfosis adalah : Perubahan bentuk tubuh mulai dari zigot sampai dewasa melalui fase-fase tertentu, dimana tiap tahap/ fase perubahannya memiliki perbedaan bentuk morfologis yang jelas.

Metamorfosis, dibedakan menjadi 2 macam :
1. Metamorfosis tidak sempurna : telur nimfa imago (dewasa)

· Telur : 
o Metamorfosis tidak sempurna diawali dari telur. 
o Telur menetas menjadi nimfa

· Nimfa : 
o Stadium atau fase antara telur dan dewasa
o Nimfa berbeda dengan bentuk dewasa karena ukurannya lebih kecil, sayap dan alat perkembangbiakannya belum sempurna.
o Nimfa mengalami proses pertumbuhan dengan cara mengalami pergantian kulit beberapa kali. Proses pergantian kulit ini disebut ekdisis. Wujud diantara 2 massa pergantian kulit disebut instar. 

· Imago : Tahapan terakhir dari hewan menjadi dewasa yang kemudian siap bereproduksi. 

Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna antara lain kecoak (lipas), jangkrik dan belalang.

2. Metamorfosis sempurna : telur larva (ulat) pupa (kepompong) imago
· Larva pada serangga mempunyai nama yang berbeda-beda. Larva nyamuk disebut jentik, larva kupu-kupu disebut ulat, larva lalat disebut belatung.
· Sebelum kupu-kupu menjadi imago (dewasa), melalui tahapan kepompong dimana pada tahapan ini kupu-kupu tidak makan dan bergerak, tubuhnya dilindungi oleh semacam kulit / bungkusan yang disebut kokon.


PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA MANUSIA
A). Tahap Embrionik
Blog, Updated at: 00.26

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts