Pengertian Tugas-Tugas Perkembangan Menurut Para Ahli

Pengertian Tugas-Tugas Perkembangan Menurut Para Ahli 
Tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu; dan apabila berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan.

Menurut para ahli seperti : 
  1. Elizabeth B. Hurlock (1978) tugas perkembangan yaitu belajar menyesuaikan diri terhadap pola - pola hidup baru, belajar untuk memiliki cita - cita yang tinggi, mencari identitas diri dan pada usia kematangannya mulai belajar memantapkan identitas diri.
  2. Teori dorongan (motivasi) dikemukakan Morgan, bahwa segenap tingkah laku distimulir dari dalam. Bahwa motivasi adalah merupakan dorongan keinginan sekaligus sebagai sumberdaya penggerak melakukan sesuatu yang berasal dari dalam dirinya.
  3. Teori dinamisme mengatakan bahwa di dalam organisme yang hidup itu selalu ada usaha yang positif ia akan selalu mencari pengalaman-pengalaman baru.
  4. Kartono berpendapat bahwa ekstensi anak dipastikan oleh adanya : a) Segenap kualitas hereditas; b) Pengalaman masa lampau dan masa sekarang, dalam suatu lingkungan sosial tertentu dan sebagai produk proses belajar secara kontinyu.
  5. Havighurst (1953). Mengemukakan bahwa perjalanan hidup seseorang ditandai oleh adanya tugas-tugas yang harus dipenuhi. Secara garis besar Havighurst menengaskan bahwa tugas-tugas perkembangan yang dilakukan seseorang pada masa kehidupan tertentu adalah disesuaikan dengan norma-norma sosial serta norma-norma kebudayaan.Tugas-tugas perkembangan dituntut adanya korelasi antara potensi diri dan pendidikan yang diterima nak, serta norma-norma sosial budaya yang ada.
Faktor yang Memengaruhi Perkembangan :
  1. Faktor genetik yaitu meliputi faktor keturunan yang bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupan. Bentuknya bias menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen. Sehingga diharapkan potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.
  2. Faktor eksternal / lingkungan juga mempunyai peranan yang besar yaitu empengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya.
A. Sumber Tugas-Tugas Perkembangan
Tugas-tugas perkembangan manusia, termasuk peserta didik, muncul dari tiga sumber yang berbeda (Havighurst, 1953),. Pertama, kematangan fisik, misalnya, untuk belajar berjalan. Kedua, kekuatan sosiostruktural dan budaya, misalnya, umur minimum untuk perkawinan, umur minimum untuk memperoleh surat izin mengemudi (SIM), dan sebagainya. Ketiga, nilai-nilai pribadi dan aspirasi. Faktor-fektor pribadi merupakan hasil dari interaksi antara faktor-faktor ontogenetik dan lingkungan, dan memainkan peran aktif dalam munculnya tugas perkembangan tertentu, misalnya, memilih jalur pekerjaan tertentu.

B. Tugas Perkembangan Setiap Fase Perkembangan
Fase perkembangan manusia mulai dari bayi, anak - anak, remaja, dewasa, dan lansia. Setiap fase atau tahapan perkembangan kehidupan manusia senantiasa berlangsung seiring dengan kegiatan belajar. Tugas fase yang muncul dalam setiap perkembangan, merupakan keharusan universal dan idealnya berlaku secara otomatis, seperti kegiatan belajar terampil melakukan sesuatu pada fase perkembangan tertentu yang lazim terjadi pada manusia normal. Selain itu, hal-hal lain yang juga menimbulkan tugas-tugas perkembangan antara lain, (1)adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembanangan tertentu. (2) adanya dorongan cita-cita psikologis manusia yang sedang berkembang itu sendiri, dan (3) adanya tuntutan kultural masyarakat. Setiap anak atau individu berkembang melalui tahap perkembangan. Setiap tahap, terutama tahap-tahap perkembangan yang dikemukakan oleh Erickson dan Havigurst mempunyai tema yang menggambarkan tugas utama dari masa itu. Setiap tahap juga memiliki tugas-tugas perkembangan konkrit yang penting, yang harus dicapai si anak atau individu. Dalam rangka memfungsikan tahap-tahap perubahan yang menyertai perkembangannya manusia harus belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tententu umpamanya kebiasaan belajar berjalan dan berbicara pada rentang usia 1-5 tahun. Belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tententu pada saat atau masa perkembangan yang tepat dipandang berkaitan langsung dengan tugas-tugas perkembangan berikutnya.Dalam rentang kehidupannya, manusia melewati tahap-tahap perkembangan dimana setiap tahap memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai dan diselesaikan. Sebagian besar dari kita ingin berusaha menguasai dan menyelesaikannya pada waktu yang tepat . Beberapa orang dapat berhasil, sedangkan yang lain kemungkinan tidak berhasil atau terlalu cepat dari tahap yang seharusnya.

Havighurst membagi tugas-tugas perkembangan selama rentang kehidupan manusia sebagai berikut:
Masa bayi dan awal masa kanak-kanak (0,0-6,0 tahun)
1. Belajar berjalan pada usia 9,00-15,00 bulan
2. Belajar memakan makanan padat
3. Belajar berjalan
4. Belajar berbicara
5. Mencapai kestabilan jasmaniah
6. Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam
7. Mempersiapkan diri untuk membaca
8. Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani

Akhir masa kanak-kanak (6,0-12,0, usia SD/sederajat)
1. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum.
2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh
3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya
4. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung
5. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
6. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata dan tingkatan nilai.
7. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga
8. Mencapai kebebasan pribadi
Blog, Updated at: 00.38

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts