Perkembangan Kognisi Dan Bahasa Anak Usia 1-48 Bulan

Perkembangan Kognisi Dan Bahasa Anak Usia 1-48 Bulan 
Kognitif : semua aspek perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengertian, proses bagaimana anak belajar dan memikirkan lingkungan. Kognisi meliputi : persepsi (penerimaan indera dan makna yang diindera), imajinasi, menangkap makna, menilai, dan menalar. Semua bentuk mengenal, melihat, mengamati, memperhatikan, membayangkan, memperkirakan, menduga, menilai adalah kognisi.

Bahasa terkait dengan kognisi. Apa yang dinyatakan anak adalah hasil mengenal, melihat, membayangkan, dan merasakan. Untuk berbicara, anak butuh berpikir. Organ bicara (mulut, langit-langit, lidah, gusi, dan gerakannya) harus bisa digerakkan dengan baik (matang). Jika organ belum matang, bicara anak belum bisa jelas. Anak mengalami cadel. Makin lama, cadel makin hilang.

Kognisi anak berkembang sejalan dengan perkembangan otaknya. Bayi belum bisa menyatakan keinginannya, kecuali dengan menangis dan melakukan gerakan refleks. Setelah usia satu bulan, anak mulai mengembangkan cara untuk mengenal lingkungan. Semakin bertambah usia anak, kemampuan berpikir, menangkap sesuatu dengan indera, mengerti, dan memberi arti semakin baik. Sejalan dengan itu, bahasa anak pun semakin jelas dan dimengerti orang dewasa. 

Kognisi anak usia 0,1-2 tahun disebut sensorimotorik, yakni motorik (gerak) sebagai reaksi dari rangsang sensorik. Yang penting adalah tindakan konkret. Benda dianggap tidak ada jika tidak tampak. Setelah berumur 9-12 bulan, anak dapat menemukan benda yang disembunyikan di tempat yang dilihat. Setelah umur dua tahun, anak tahu bahwa benda bisa disimpan dan disembunyikan di suatu tempat. Setelah usia 18 bulan, anak mulai berpikir bahwa kata mewakili benda. Kata disebut sebagai simbol.

Kognisi 2-4 tahun disebut masa praoperasional tahap prakonseptual (mampu membayangkan secara mental, benda yang tidak terlihat) Anak jadi dapat membandingkan benda-benda. Perkembangan bahasa dapat dikatakan sebagai akibat berkembangnya berpikir simbolik (benda digantikan oleh lambang, misal kata)

Anak terlihat kreatif, bebas, dan imajinatif. Daya serap terhadap lingkungan meningkat: orang, benda, situasi baru; minat pada penalaran : ditandai dengan suka bertanya, “Kenapa”; fokus pada satu dimensi (tinggi saja atau panjang saja); berpusat pada diri

Anak usia 1-2 tahun, dalam hal bahasa :
(1) kosakata belum banyak berkembang (20, 200) perlu diajak berbicara meski belum bisa menanggapi dengan baik diperdengarkan nyanyian, dibacakan cerita) 
(2) kalimat sederhana (1, 2 kata) diberi kesempatan berbicara, bertanya, bercerita dirangsang dengan pertanyaan agar anak meneruskan ide bicaranya
(3) masih sulit mengambil “giliran bicara” (diam/omong terus, kurang memperhatikan) diajak berbicara dalam kelompok dengan anak lain, pengasuh sebagai model
(4) masih sulit menggunakan kata ganti : aku, kamu, dia 
(5) masih belum sempurna dalam pelafalan aku à atu, satu à atu, sepatu à atu
(6) masih sulit menyampaikan pikiran dan perasaan

Anak usia 3-4 tahun, dalam hal bahasa :
(1) kosakata cepat berkembang (2000-6000 kata) dikembangkan
(2) suka bertanya, masa lapar kata dijawab semua pertanyaan dengan kata-kata yang mudah dimengerti anak
(3) suka lagu yang sederhana (4) masih bingung makna kata yang objeknya berubah: atas, kanan, aku-kamu, besar
(5) suka bercerita tentang diri & suka mendengarkan dongeng
(6) dapat menyampaikan emosi melalui gerak dan wajah 
(7) suka berbicara dengan kata-kata yang baru
(8) dapat menceritakan ulang 4-5 kalimat dalam cerita
(9) suka menggunakan kalimat, “ya, kan?”
(10) suka bermain pura-pura: boneka, balok pura-pura dijadikan gelas;
(11) Pada usia 4 tahun, kalimat telah panjang, lebih dari 2 klausa/subkalimat

Anak-anak perlu belajar bahasa yang baik, karena anak perlu:
(1) menyatakan kebutuhan dan keinginan
(2) perhatian dari orang lain : bertanya
(3) membina hubungan dengan orang lain
(4) memiliki prestasi, banyak tahu

Agar anak baik dalam bicara, anak perlu :
(1) persiapan fisik : alat bicara sudah siap
(2) siap mental (12-18 bulan)
(3) model/contoh yang baik
(4) kesempatan untuk berbicara
(5) motivasi : meminta, terima kasih
(6) bimbingan
Blog, Updated at: 00.56

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts