Sejarah, Pengertian Psikologi Perkembangan Menurut Para Ahli

Sejarah, Pengertian Psikologi Perkembangan Menurut Para Ahli 
Sejarah singkat psiokologi, sejak zaman filsuf-filsuf besar seperti Socrates (469-399 SM) telah berkembang filsafat mental yang membahas secara jelas persoalan “jiwaraga”. Rene Descartes (1596-1650) mengemukakan bahwa manusia memiliki dimensi jiwa dan raga yang tidak dapat dipisahkan. Pada awal abad ke-19, psikologi mengalami kemajuan yang cukup pesat. Gustaf Tehodore Fechner (1801-1950) dan Ernest Heinrich Weber (1795-1878) menemukan suatu hukum penginderaan melalui eksperimen yang dipublikasikan pada tahun 1860 dalam buku Element of Psychology. Puncaknya adalah ketika Wilhem Wund (1832-1920) pada tahun 1879 mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig Jerman, dan peristiwa ini menandai psikologi sebagai ilmu sendiri.

Tahun 1883 berdiri laboratorium serupa di Universitas John Hopkins. Tahun 1890 terbit buku The Principles of Psychology karangan William James (1842-1910) yang setahun kemudian menjadi profesor psikologi dan sejak itu hampir semua universitas di Amerika memilik fakultas yang mandiri. 

Di Indonesia perkembangan psikologi dimulai pada tahun 1953 yang dipelepori oleh Slamet Iman Santoso dengan mendirikan lembaga tersebut sejajar dengan fakultas-fakultas lain di Universitas Indonesia, yang kemudian dikembangkan di UNPAD dan UGM. Belakangan ini kemajuan psikologi semakin pesat, ini terbukti dengan bermunculannya tokoh-tokoh baru, misalnya B. F. Skinner (pendekatan behavioristik), A. Maslow (teori aktualisasi diri), Roger Wolcot (teori belahan otak), Albert Bandura (teori pembelajaran sosial), Daniel Goleman (teori kecerdasan emosi), Howard Gardner (teori Multiple Intelligences), dan sebagainya.

A. PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
Untuk membantu dalam memahami pengertian psikologi perkembangan ada baiknya terlebih dahulu dikemukakan pengertian “psikologi” dan arti “perkembangan” secara terpisah.

I. PSIKOLOGI
Berbagai definisi tentang psikologi yang dikemukakan para ahli sesuai dengan alirannya masing-masing, tetapi semuannya mengarah kepada aspek tingkah laku atau gejala kejiwaan saja bukan zatnya, hal ini disebabkan karena keterbatasan ilmu pengetahuan manusia tentang zat jiwa itu. Di antara definisi psikologi itu adalah :
a) Menurut Woodworth dan Marquis (1963 : 3) ; “Psychology is the scientific study of the activities of the individual in relation to his environment.” (Psikologi adalah studi ilmiah kegiatan individu dalam kaitannya dengan lingkungannya.)
b) Menurut Kamus Istilah Kunci Psikologi Bruno, (1989 :236-237) ; ada tiga pengertian psikologi secara sederhana yakni pertama, psikologi adalah suatu studi tentang jiwa (psyhe), seperti studi yang dilakukan Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM) tentang kesadaran dan proses mental yang berkaitan dengan jiwa. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang kehidupan mental, seperti pikiran, perhatian, persepsi, inteligensi, kemauan dan ingatan. Definisi ini dipelopori oleh Wilhelm Wund. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku organisme, seperti perilaku kucing terhadap tikus, perilaku manusia terhadap sesamanya, dan sebagainya. Definisi terakhir ini dipelopori leh John Watson.
c) Menurut Feldman (1996), psikologi didefinisikan “the scientific study of behavior and mental processes.” (studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental.)
d) Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
e) Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
f) Menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
g) Menurut H. Sumardi, MSI, psikologi adalah ilmu yang meneliti dan mempelajari sikap serta tingkah laku manusia sebagai gambaran dari gejala jiwa yang berada di belakangnya.
h) Menurut Ricard H. Thouless, psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku pengalaman manusia.
i) Menurut Jalaluddin, psikologi adalah imu yang mempalajari gejala jiwa manusia yang normal, dewasa, dan beradab.
j) Menurut Plato dan Aristoteles, psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakekat jiwa serta prosesnya sampai akhir.

Psikologi dapat disebut sebagai ilmu yang mandiri karena memenuhi syarat berikut :
1. Secara sistematis psikologi dipelajari melalui penelitian-penelitian ilmiah dengan menggunakan metode ilmiah.
2. Memiliki struktur keilmuan yang jelas
3. Memiliki objek formal dan material
4. Menggnakan metode ilmiah seperti eksperimen, observasi, sejarah kasus (case history), pengetesan dan pengukuran (testing and measurement)
5. Memiliki terminologi khusus seperti bakat, motivasi, inteligensi, kepribadian
6. Dapat diaplikasikan dalam berbagai adegan kehidupan

Kaitan psikologi dengan ilmu lain, pskologi dalam perkembangannya banyak dipengaruhi ilmu-lmu lain misalnya filsafat, sosiologi, fisiologi, antropologi, biologi. Pengaruh ilmu tersebut terhadap psikologi dapat dalam bentuk landasan epistimologi dan metode yang digunakan. Psikologi memberikan sumbangan terhadap pendidikan, karena subjek dan objek pendidikan adalah manusia (individu), psikologi memberikan wawasan bagaimana memahami perilaku individu dan proses pendidikan serta bagaimana membantu individu agar dapat berkembang optimal.

Beberapa definisi diatas, dapat disimpulakan bahwa psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari secara ilmiah tentang gejala-gejala jiwa atau tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan.

Dapat diketahui bahwa pengertian psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas.

II. PERKEMBANGAN
Istilah “perkembangan” secara konsepsional memang dapat dibedakan dengan “pertumbuhan”, tetapi antara keduanya menjadi satu kesatuan dalam proses perubahan individu sepanjang kehidupannya.

Beberapa definisi dapat dikemukakan sebagai berikut :
a) Menurut Seifrt & Hoffnung (1994 : 2) : “Long-term changes in a person’s growth feeling, patterns of thingking, social relationship, and motor skills”
b) Menurut Chaplin (2002) mengartikan perkembangan sebagai :
1. Perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organism, dari lahir sampai mati.
2. Pertumbuhan
3. Perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian jasmaniah kedalam bagian-bagian fungsional.
4.Kedewasaan atau kemunculan pola-pola asasi dari tingkah laku yang tidak dipelajari.

Dari definisi-definisi di atas terkandung pengertian bahwa perkembangan itu adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada diri manusia secara terus menerus kearah yang lebih maju yang nampak lebih banyak bersifat kualitatif, karena ia berkenaan dengan aspek kejiwaan. Sedangkan pertumbuhan lebih banyak dilihat dari segi sifatnya yang kuantitatif, karena ia berkenaan dengan aspek fisik manusia.

Konsep perkembangan individu :
1. Perkembangan (development) adalah proses perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan yang berlangsung secara sistematis, progresif, berkesinambungan, integrative baik fisik maupun mental.
2. Pertumbuhan (growth) adalah perubahan secara kuantitatif pada aspek jasmani yang terkait dengan perubahan ukuran.
3. Kematangan (maturity) adalah titik kulminasi dari suatu fase dan sebagai titik tolak dari kesiapan aspek tertentu menjalankan fungsinya.

Lanjutan konsep dasar perkembangan individu :
1. Perkembangan merupakan hasil pertumbuhan, kematangan, dan belajar. Perkembangan menganut prinsip-prinsip berikut ini :
a) Perkembangan berlangsung sepanjang hayat.
b) Ada perbedaan irama dan tempo perkembangan.
c) Dalam batas tertentu perkembangan dapat dipercepat.
d) Perkembangan dipengaruhi oleh factor bawaan, lingkungan, dan kematangan.
e) Untuk aspek tertentu perkembangan wanita lebih cepat dari pada pria.
f) Individu yang normal mengalami semua fase perkembangan.

2. Fase perkembangan secara umum adalah :
a) Masa prenatal
b) Masa bayi
c) Masa anak
d) Masa remaja
e) Masa dewasa
f) Masa tua.

3. Aspek perkembangan terdiri dari perkembangan kognitif, social, bahasa, moral, emosi, fisik, dan penghayatan keagamaan.

PSIOKOLOGI PERKEMBANGAN
Dilihat dari segi pembagian psikologi, maka Psikologi Perkembangan termasuk Psikologi khusus. Beberapa definisi Psikologi Perkembangan dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Davidoff (1991 : 7), mendeifinisikan psiokologi perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan struktur jasmani, perilaku dan fungsi mental manusia, yang biasanya dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati.

2. Seifert dan Hoffnung (1994), psikologi perkembangan adalah “the scientific study of how thoughts, feeling, personality, social relationships, and body and motor skill evolve as an individual grows older”

3. Hurlock (1980 : 2) mendefinisikan sebagai berikut : “Developmental psycholohy is the branch of psychology that studies intra-individual changes and interindividual changes witgin these intra-individual changes”.

Definisi terakhir ini nampaknya agak operasional sifatnya dan senada dengan pengertian perkembanagan seperti diungkapkan di atas. Dalam definisi ini disebut dengan istilah perubahan-perubahan dalam diri seseorang dan perubahan yang terjadi akibat hubungan antar individu.

Oleh karenanya istilah perubahan dapat menyangkut segi fisik (pertumbuhan) maupun segi psikis dan tingkah laku manusia, yang terjadi terus menerus melalui suatu proses dan tahapan perkembangan. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri, perilaku, maupun fungsi mental manusia sepanjang rentang hidupnya, yang dimulai sejak konsepsi hingga menjelang mati.

B. RUANG LINGKUP PSIOKOLOGI PERKEMBANGAN
Berdasarkan pengertian psikologi perkembangan tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa ruang lingkup pembahasan ilmu ini sangat luas, yakni sepanjang kehidupan manusia.

Menurut Moh. Kasiram (1983 : 51) : “ Ruang lingkup materi psikologi perkembangan meliputi masa dalam kandungan, anak bayi, anak kecil, anak sekolah, masa fueral, masaa pra remaja, dan masa remaja serta masa dewasa”. Selain itu, Hurlock (1980 : 2) mengatakan : “some psychology study developmental change covering the lifespan from conception to death.”

Dari dua batasan tersebut dapat dijelaskan bahwa ruang lingkup pembahasan psikologi perkembangan dimulai dari masa dalam kandungan, masa bayi, masa anak kecil, masa anak sekolah, masa remaja, dan masa dewasa.

Karena luasnya ruang lingkup ini, kadang-kadang para ahli dapat mengkhususkan pembahasannya hanya pada tahap tertentu saja, sehingga penamaannya pun dipisah-pisah menjadi psikologi anak, psikologi remaja atau pemuda, dan psikologi orang dewasa.

C. MANFAAT MEMPELAJARI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
Manfaat mempelajari Psikologi Perkembangan memang sangat besar, terutama bagi para orang tua dan guru sehingga dapat memberikan bantuan dan pendidikan yang tepat sesuai dengan pola-pola dan tingkat perkembangan anak. Pengetahuan mengenai psikologi perkembangan akan dapat menimbulkan kesadaran terhadap diri sendiri, sehingga dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan dengan baik.

Ada beberapa manfaat mempelajari Psikologi Perkembangan, diantaranya yaitu :
1. Untuk mengetahui tingkah laku individu itu sesuai atau tidak dengan tingkat usia atau perkembangannya.
2. Untuk mengetahui tingkat kemampuan individu pada setiap fase perkembangannya.
3. Untuk mengetahui kapan individu bisa diberi stimulus pada tingkat perkembangan tertentu.
4. Agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan dihadapi anak.
5. Khusus bagi guru, agar dapat memilih dan memberikan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Dalam keseharian untuk pendidikan rumah tangga, pengetahuan tentang Psikologi Perkembangan juga diperlukan gara dapat membantu dalam menghadapi dan membimbing pola tingkah laku anak yang kadang-kadang tidak berjalan lurus-lurus saja, tetapi ada juga mengalami gejolak seperti nakal, meraja-raja, berdusta, malas, ngompol berkepanjangan, dan lain-lain. Di sini orang tua yang bijak sana, tidak bingung dan tidak dengan mudah menghukum anaknya, dan sebaliknya tidak juga memanjakan anak secara berlebihan. Yang terpenting bagi anak adalah perhatian dan kasih sayang orang tua. Ancaman dan hukuman banyak merugikan bagi pembinaan kepribadian anak.
Blog, Updated at: 07.03

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts