Siklus Akuntansi Tahap Pengikhtisaran Dan Pelaporan

Siklus Akuntansi Tahap Pengikhtisaran Dan Pelaporan 
NERACA SALDO
Neraca saldo adalah kumpulan saldo-saldo perkiraan yang ada dalam buku besar, dan berdasarkan saldo-saldo tersebut laporan keuangan dapat disusun.
Bentuk Neraca Saldo
Perusahan X
Neraca Saldo Per 31 Januari 200A
No. Akun
Nama Akun
Debit
Kredit








Jumlah



Berdasarkan soal responsi pada pertemuan 3 coba saudara lengkapi neraca saldo perusahaan jasa servis komputer berikut ini
Jasa Servis Komputer
Neraca Saldo
Per 31 Oktober 2000
Nama Akun
Debit
Kredit



































































JURNAL PENYESUAIAN
Pada akhir periode akuntansi yaitu pada saat laporan keuangan harus disusun dengan sumber data dari neraca saldo (neraca percobaan), biasanya ada saldo-saldo perkiraan dalam neraca saldo tersebut belum mencerminkan saldo yang benar, untuk itu agar laporan keuangan yang akan dibuat mencerminkan nilai yang wajar pada periode akuntansi tersebut maka saldo perkiraan itu perlu diseuaiakan dengan cara membuat ayat jurnal penyesuaian. Penyesuaian umumnya timbul akibat laporan keuangan untuk pihak luar perusahaan harus disusun berdasarkan prinsip akrual basis.

Beberapa saldo akun yang mengharuskan perusahaan melakukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi adalah:

1. Perlengkapan
Pada akhir periode perlu dilakukan perhitungan fisik terhadap sisa perlengkapan yang belum terpakai agar dapat diketahui beban perlengkapan yang terpakai untuk dilaporkan dalam laporan laba-rugi, sedangkan nilai sisa perlengkapan yang belum terpakai dilaporkan dalam neraca. Apabila dalam neraca saldo nama akun yang akan disesuaikan adalah perlengkapan yaitu dicatat sebagai asset saat belinya, maka jurnal penyesuaian yang diperlukan adalah :
Beban perlengkapan                                 ---
     Perlengkapan                                                ---
Apabila dalam neraca saldo nama akun yang akan disesuaikan adalah beban perlengkapan yaitu dicatat sebagai beban saat belinya, maka jurnal penyesuaian yang diperlukan adalah :
Perelengkapan                                         ---
     Beban perlengkapan                                      ---

2. Persediaan (tidak berlaku untuk perusahaan jasa)
Pada akhir periode perlu dilakukan perhitungan fisik terhadap sisa persediaan yang belum terpakai agar dapat diketahui harga pokok penjualan dapat dihitung dalam laporan laba-rugi. Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) untuk persedian mutlak diperlukan bagi perusahaan yang menerapkan pencatatan periodik untuk persediaannya. AJP yang harus dilakukan adalah:
 Ikhtisar- Laba/Rugi                               ---
     Persediaan (nilai neraca saldo)                       ---
 Persediaan (nilai hasil perhitungan fisik) xxx
     Ikhtisar- Laba/Rugi                                     ---

3. Transaksi Defferal (transaksi dimuka)
3.1 Beban dibayar dimuka 
Beban dibayar dimuka terjadi karena perusahaan harus membayar beban untuk jangka waktu yang lebih lama daripada bulan berjalan, contoh membayar untuk jangka waktu 2 tahun ke depan. Beban dibayar dimuka pada saat membayarnya dapat dicatat sebagai asset atau beban. Contoh ilustrasi sewa dibayar dimuka

Apabila saat membayarnya dicatat sebagai asset (sewa dibayar di muka) maka AJP yang perlu dibuat:
Beban sewa                                            ---
    Sewa dibayar di muka                                   ---
Apabila saat membayarnya dicatat sebagai beban (beban sewa) maka AJP yang perlu dibuat:
Sewa dibayar di muka                             ---
    Beban sewa                                                  ---

3.2 Pendapatan diterima di muka 
Pendapatan diterima di muka terjadi karena perusahaan harus menerima pendapatan untuk jangka waktu yang lebih lama daripada bulan berjalan, contoh menerima pendapatan untuk jangka waktu 2 tahun ke depan. Pendapatan diterima di muka pada saat menerimanya dapat dicatat sebagai hutang atau pendapatan. Contoh ilustrasi sewa diterima di muka

Apabila saat menerimanya dicatat sebagai hutang (sewa diterima di muka) maka AJP yang perlu dibuat:
Sewa diterima di muka                            ---
    Pendapatan sewa                                          ---
Apabila saat menerimanya dicatat sebagai pendapatan pendapat sewa) maka AJP yang perlu dibuat:
Pendapatan sewa                                     ---
    Sewa  diterima di muka                                 ---

4. Transaksi Akrual (transaksi yang masih harus)
4.1 Beban yang masih harus dibayar 
Beban yang masih harus dibayar atau beban terhutang terjadi perusahaan harus mengaku terjadinya pendapatan tetapi uangnya belum dibayar. Contoh untuk beban gaji yang masih harus dibayar, maka AJP yang perlu dibuat adalah:
Beban gaji                                    ---
    Hutang gaji                                        ---

4.2 Pendapatan yang masih harus diterima 
Pendapatan yang masih harus diterima atau piutang pendapatan terjadi perusahaan harus mengaku terjadinya pendapatan tetapi uangnya belum diterima. Contoh untuk pendapatan bunga yang masih harus diterima, maka AJP yang perlu dibuat adalah:
Piutang bunga                                ---
    Pendapatan bunga                               ---

5. Penyusutan aktiva tetap
Penyusutan adalah alokasi harga perolehan aktiva tetap menjadi beban untuk setiap periode akuntansi selama umur ekonomis aktiva tetap tersebut. Contoh penyusutan untuk gedung, maka AJP yang perlu dibuat adalah:
Beban penyusutan gedung              ---
    Akumulasi penyusutan gedung              ---

6. Piutang tak tertagih
Setiap akhir periode perusahaan harus mengantisipasi adanya piutang tak, maka AJP yang perlu dibuat adalah:
Beban piutang tak tertagih           ---
    Penyisihan piutang tak tertagih           ---

NERACA LAJUR
Neraca lajur gunanya untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan dengan ketelitian yang cukup yang disebabkan adanya penyesuaian terhadap beberapa saldo perkiraan. Pada dasarnya neraca lajur tidak merupakan keharusan, akuntan dapat langsung menyusun laporan keuangan dari neraca saldo yang telah disesuaikan.

Neraca lajur merupakan formulir terdiri dari berbagai kolom debit kredit sebanyak 10 kolom untuk perusahaan jasa dan dagang, 12 kolom untuk perusahaan manufaktur (pabrik).

Contoh formulir neraca lajar (work sheet)

Nama Akun

NS

Penyesuaian

NSD

Laba Rugi

Neraca

D

K

D

K

D

K

D

K

D

K

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan: NS = Neraca Saldo, NSD = Neraca Saldo Disesuaikan

LAPORAN KEUANGAN
Hasil akhir dari siklus akuntansi adalah laporan keuangan. Laporan keuangan yang dibuat akhir periode akuntansi terdiri dari tiga (3) laporan antara lain: (a) Laporan Laba Rugi; (b) Laporan Perubahan Modal (untuk perusahaan perseorangan/ persekutuan) atau Laporan Laba Ditahan (untuk perusahaan bentu PT) dan, (c) Neraca.

Laporan Laba –Rugi disebut juga laporan prestasi perusahaan adalah Laporan tentang pendapatan dan beban perusahaan dalam satu periode akuntansi. Data untuk menyusun laporan laba rugi dapat mengambil dari kolom Laba-Rugi pada neraca lajur.

Laporan Perubahan Modal 
Laporan ini berfungsi sebagai penghubung antara laporan Laba Rugi dengan laporan neraca, yang mencerminkan terjadinya perubahan modal awal menjadi modal akhir dalam satu periode akuntansi. Data untuk menyusun laporan perubahan modal dapat mengambil dari kolom neraca pada neraca lajur.

Neraca,
Laporan neraca disebut juga laporan kondisi keuangan perusahaan adalah laporan tentang posisi harta, hutang dan modal perusahaan per tanggal tertentu. Bentuk neraca ada dua : Bentuk skontro (horisontal) dan Bentuk Laporan (vertikal). Data untuk menyusun neraca dapat mengambil dari kolom neraca pada neraca lajur

JURNAL PENUTUP
Jurnal ini dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup perkiraan perkiraan sementara yaitu perkiraan yang ada dalam laporan laba rugi (pendapatan dan beban) dan dalam laporan perubahan modal yaitu perkiraan Prive atau Deviden agar saldo-saldo perkiraan tersebut dalm buku besarnya menjadi bersaldo nol. Ada empat langkah dalam melakukan jurnal penutup yaitu:
1. Menutup perkiraan Pendapatan ke perkiraan Ikhtisar Rugi-Laba dengan jurnal: Debit Pendapatan dan kredit ikhtisar rugi laba.
Pendapatan                                             ---
    Ikhtisar Laba-Rugi                                                ---

2. Menutup perkiraan beban-beban ke perkiraan ikhtisar rugi laba dengan jurnal: Debit ikhtisar rugi-laba dan kredit beban-beban.
Ikhtisar Laba-Rugi                                ---
    Beban-beban                                                ---

3. Menutup saldo perkiraan ikhtisar rugi laba ke perkiraan modal/laba ditahan. Jika saldo perkiraan ikhtisar rugi laba bersaldo kredit (laba) jurnal penutupnya adalah Debit ikhtisar rugi laba, kredit modal/laba ditahan, dan jika saldo ikhtisar rugi laba bersaldo debit (rugi) maka jurnal penutupnya adalah : Debit modal/laba di tahan, kredit iktisar rugi laba.
Ikhtisar Laba-Rugi                                ---
    Modal/Laba Ditahan                                     ---
(Menutup jika terjadi laba)
Modal/Laba Ditahan                                ---
    Ikhtisar Laba-Rugi                                                ---
(Menutup jika terjadi Rugi)

4. Menutup perkiraan Prive atau deviden ke perkiraan modal/laba ditahan dengan jurnal penutupnya adalah: Debit Prive/Deviden dan kredit modal/laba ditahan.
Modal/Laba Ditahan                                ---
    Prive/Laba Ditahan                                                ---

NERACA SALDO PENUTUP
Setelah akun-akun dalam laporan laba rugi (akun nominal) ditutup maka dalam buku besar hanya akun-akun dalam neraca (akun riil) yang masihmempunyai nilai saldo. Selanjutnya akun riil tersebut disusun dalam neraca saldo penutup. 

JURNAL PEMBALIK
Jurnal pembalik (reversing entries) adalah jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi yang baru yaitu dengan cara membalikan beberapa ayat jurnal penyesuaian. Jurnal pembalik diperlukan agar tidak terjadi pengakuan pendapatan dan beban berganda pada periode yang baru sebagai akibat adanya jurnal penyesuaian akrual dan deferal pada periode sebelumnya.

Bebrapa ayat jurnal penyesuaian yang perlu mendapat jurnal pembalik adalah:
1.      Pendapatan yang masih harus diterima (accrued income)
Jurnal Penyesuaian:    Piutang pendapatan          sewa            ---
                                          Pendapatan   sewa                      ---

Jurnal pembaliknya:   Pendapatan                               ---
                                          Piutang pendapatan                             ---
2.     Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)
Jurnal Penyesuaian:    Beban gaji                                 ---
                                          Hutang gaji                               ---
Jurnal pembaliknya:   Hutang gaji                               ---
                                          Beban gaji                                 ---
3.     Pendapatan diterima dimuka (defered income) apabila saat menerima uangnya dicatat sebagai pendapatan.
Jurnal Penyesuaian:    Pendapatan sewa                       ---
                                          Hutang pendapatan sewa           ---
Jurnal pembaliknya:   Hutang pendapatan sewa           ---
                                          Pendapatan   sewa                      ---
4.     Beban dibayar dimuka (defered expense) apabila saat membayar uangnya dicatat sebagai beban.
Jurnal Penyesuaian:    Sewa dibayar dimuka                 ---
                                          Pendapatan sewa                       ---
Jurnal pembaliknya:   Pendapatan   sewa                     ---
                                                                Sewa dibayar di muka
Blog, Updated at: 05.45

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts