Solusi Dari Hambatan Pemanfaat IT Dalam Pendidikan

Solusi Dari Hambatan Pemanfaat IT Dalam Pendidikan 
Sekarang ini kita berada dalam era globalisasi, di mana dunia seperti seakan-akan tanpa batas. Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias (Wikipedia.org, 2009). Masyarakat yang berada di bagian timur dalam hitungan detik dapat mengetahui kejadian – kejadian yang sedang berlangsung di dunia bagian barat, demikian juga perkembangan teknologi dari negara barat akan dengan cepatnya diketahui dan mungkin juga diterapkan oleh masyarakat di belahan bumi timur seperti Indonesia.

Globalisasi Dunia terjadi karena adanya perkembangan teknologi, terutama teknologi dibidang informasi dan komunikasi, menurut Amien Rais tahun 2008 Globalisasi pada pokoknya berarti proses interkoneksi yang terus meningkat di antara berbagai masyarakat sehingga kejadian-kejadian yang berlangsung di sebuah negara mempengaruhi negara dan masyarakat lain. Dengan teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat dimungkinkan berkomunikasi melalui teks, audio maupun video secara real time dimanapun kita berada, asalkan tersedia handphone ataupun komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet.

Globalisasi di bidang informasi dan komunikasi sudah merebak ke berbagai bidang, baik di bidang hiburan, ekonomi, kesehatan, industri dan sebagainya. Di bidang pendidikan dimana insan pendidikan bisa mendapatkan tambahan sumber belajar yang berasal dari internet seperti jurnal-jurnal ilmiah misalnya dari situs www.proquest.com. Menurut Mohd Izham (2008:29) Perubahan paling pesat adalah implementasi dan intergrasi teknologi ke dalam sistem pendidikan negera. Demikian perlunya pemanfaatan internet bagi pendidikan sampai-sampai UMS Surakarta berlangganan jurnal Proquest tersebut agar para mahasiswa dan dosen UMS memiliki sumber belajar yang lebih luas.

Indonesia sebagai negara yang saat ini gencar mendukung pendidikan , bahkan APBN untuk pendidikan adalah 20 %, sedang menuju pendidikan berbasisi IT, di mana seluruh lapisan pendidikan hingga unit terkecil diharapkan terkoneksi dengan internet dan melaksanakan e-learning agar kualitas lulusannya dapat lebih baik dan mampu bersaing dengan lulusan yang luar negeri.

Pemanfaatan IT dalam dunia pendidikan sekarang ini tidak dapat ditawar lagi, karena dengan memanfaatkan IT pendidikan di Indonesia dengan mudah akan dapat mengetahui perkembangan-perkembangan metoda dan sistem pendidikan di negara lain, bahkan sekolah-sekolah di Indonesia dapat memerima pengetahuan ataupun informasi - informasi yang hampir sama dengan siswa-siswa dari sekolah yang berada di negara maju seperti: Amerika Serikat, Jepang, Korea dll, melalui internet. 

1. Harapan dari Pemanfaatan IT dalam pendidikan
Terobosan baru di bidang pendidikan yang terbukti mampu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan adalah adanya Electronic learning atau disingkat (e-leraning). Kehadirannya banyak memberikan kontribusi positif bagi aktivitas dan proses pendidikan. Internet dapat dimanfaatkan (bahkan beberapa sekolah sudah) untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan, hasil penelitian yang baru dan bebagai metode pembelajaran terkini, internet juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengkomunikasikan berbagai ide ke segala penjuru dunia (Suparno, Paul,2002:94) 

Penerapannya yang paling banyak digunakan oleh pendidikan adalah adanya Internet, dengan internet maka siswa akan dihadapakan pada suatu sumber belajar yang sangat luas, sehingga jika siswa ingin belajar lebih dari ilmu yang diberikan di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan internet. 

Penggunaan IT dalan pendidikan mestinya tidak hanya didominasi oleh internet, karena pada dasarnya e-learning tidak hanya menggunakan fasilitas internet saja melainkan peralatan yang lain. Definisi e-learning alaha sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer stand alone (Ariyana Yoki, 2008:9)

Dengan e-learning kita bahkan bisa memiliki laboratorium yang lengkap secara virtual. Laboratorium adalah tempat bagi peserta untuk melakukan praktik-praktik dari teori yang diberikan di kelas oleh pengajar sehingga memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap materi yang dipelajari. Namun mungkin karena keterbatasan dana, tidak semua sekolah bisa memiliki lab yang memadai, atau memiliki ruang lab namun alat-alatnya sudah tidak bisa dipakai, atau memiliki ruangan lab-nya saja, atau tidak memiliki lab sama sekali. Bila kondisi seperti ini masih terjadi, mungkin ada baiknya kita melirik virtual lab.

Virtual lab merupakan salah satu learning content yang berwujud piranti lunak komputer yang dirancang agar seseorang dapat melakukan aktifitas-aktifitas experiments seperti halnya mereka melakukan experiments di laboratorium sebenarnya. Ada 2 komponen penting dalam virtual lab, yaitu: simulasi dan animasi. Simulasi bertujuan menggambarkan lingkungan nyata dalam suatu sistem. Melalui simulasi peserta dapat melakukan percobaan dengan cara penggantian nilai parameter-parameter, sehingga menimbulkan perilaku berbeda terhadap percobaan yang dilakukan. Perilaku-perilaku berbeda tersebut kemudian ditampilkan melalui animasi. Hasil-hasil percobaan juga secara otomatis dapat direkam oleh sistem dan pada akhirnya dapat diambil sebagai pelaporan.

Virtual lab paling ideal dijalankan di internet, sehingga peserta dapat melakukan percobaan darimana dan kapan saja. Namun demikian dapat juga dijalankan dalam lingkungan intranet atau komputer standalone. Dengan virtual lab gedung maupun alat lab fisik diubah menjadi komputer dan piranti lunak virtual lab. (I Ketut Gede Darma Putra disdikpora. baliprov.go.id/wp-content/uploads/ 2009/03/pembelajaran-berbasis-ict.doc)

Dengan menggunakan e-learning terutama penggunakan software animasi macromedia flash, kita dapat mengemas materi pendidikan secara menarik yang disesuaikan dengan kondisi siswa serta kesenangan sehingga dapat menarik perhatian siswa, jika kita dapat menarik perhatian siswa, maka siswa akan memperhatikan materi pelajaran yang kita berikan sehingga apa – apa yang yang terkandung dalam materi tersebut dapat sampai ke siswa.

Sekarang tampak jelas manfaat dari IT bagi pendidikan di Indonesia, dengan IT para guru dapat bereksporasi sesuai dengan bidang keahliannya untuk dapat menyampaikan materi pada siswanya .

2. Hambatan pemanfaat IT dalam Pendidikan
Tidak dapat dipungkiri bahwa dari manfaat yang diberikan oleh pemanfaatan IT dalam pendidikan pasti ada hambata – hambatan dalam pelaksanaannya; adapun hambatan – hambatan tersebut diantaranya;

a. Keterbatasan SDM 
Salah satu penyebab utama adalah kurangnya ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau brainware, banyak pelaku pendidikan berbasis IT menganggap bahwa e-learning hanyalah sebatas siswa diberi akses internet, atau sekedar di beri CD interaktif tanpa lebih jauh menggali materi yang ada, hal ini bisa mengakubatkan salah transfer ilmu dari siswa itu sendiri, disamping itu masih sefikitnya pengajar di Indonesia yang menguasai IT, apalagi guru-guru yang mendekati masa pensiun enggan untu mempelajari e-learning.

b. Keterbatasan Sarana
Saat ini memang negara kita masih belum mampu memberikan sarana IT yang lengkap untuk seluruh wilayah Indonesia, karena peralatan IT yang ideal memang memerlukan biaya yang tidak sedikit, dengan keterbatasan dana maka pelaksanaan pemanfaatan IT bagi pendidikan di Indonesia memang belum merata, namun dengan adanya anggaran pendidikan yang mencapai 20 % dari APBN kita yakin sebentar lagi realisasi pemanfaatan IT pada Pendidikan akansegera terwujud.

c. Mahalnya akses Internet
Gencarnya pemerintah dalam mengupayakan internet murah bagi sekolah belum didukung sepenuhnya oleh penyedian layanan internet (Internet Service Provider), karena infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia. dan informasi yang merupakan prasyarat terselenggaranya IT untuk pendidikan. Sekolah masih merasa berat untuk menanggung beban internet yang ideal

d. Masuknya Budaya Barat
Dengan bebasnya kita menikmati informasi secara global, maka akan menimbulkan masalah yaitu, lunturnya budaya ketimuran dari para siswa kita, hal ini dapat terjadi karena dengan masuknya budaya barat melalui internet yang sulit kita bendung, mau tidak mau para siswa kita setiap hari dapat melihatnya langsung melalui internet. 

3. Solusi dari hambatan pemanfaatan IT di Indonesia
Agar hambatan –hambatan yang muncul jika kita menerapkan pemanfaatan IT dalam pendidikan dapat kita minimalkan atau bahkan kita hilangkan maka kita harus mencari solusinya, menurut saya solusi dari hambatan-hambatan tersebut adalah:

a. Masalah SDM
Untuk masalah SDM tentunya jalan yang paling baik adalah selalu melakukan pelatihan-pelatihan tentang pemanfaatan IT dalam bidang pendidikan, pelatihan ini tentunya tidak cuma ditujukan kepada guru yang mengampu pada materi TIK atau kepala sekolah saja melainkan kepada seluruh guru. Sering saya menjumpai guru yang mengikuti pelatihan namun sampai di sekolah ilmu itu tidak ditular kepada guru yang lain.

Kualitas diklat juga harus ditingkatkan, karena banyak diklat yang kesannya dipaksakan dan tidak melalui perencanaan yang matang , hal ini tentunya mengakibatkan tujuan diklat tidak tercapai.

Para guru sekarang harus bisa memanfaatkan blog untuk pembelajaran yang interaktif dimana lewat blog kita bisa memberi materi, tugas dll tanpa harus selalu bertatap muka 

b. Keterbatasan sarana
Masalah sarana sangat erat hubungannya dengan dana, memang bangsa kita belum sekaya bangsa- bangsa yang telah maju, namun tentunya dengan keterlibatan masyarakat kita harus dapat memaksimalkan sarana yang telah ada dengan perlakuan terhadap sarana tersebut sesuai ketentuan, dikemudian hari denga dana pendidikan yang cukup tentunya masalah saran ini tidak menjadi hambatan bagi pelaksanaan pemanfaatan IT bagi pendidikan

c. Mahalnya akses Internet
Indonesia adala salah satu negara yang tarif internetnya mahal, di negara Malaysia saja akses internet demikian murahnya, bahkan hampir disemua ditempat – tempat umum internet dapat diakses secara gratis, pemecahan dari masalah ini tentunya tidak lepas dari campur tangan pemerintah, diharapkan pemerintah dapat menekan para penyedia jasa internet agar didapat tarif internet yang murah 

d. Masuknya Budaya Barat
Masuknya budaya barat dapat kita bendung dengan Pembinaan iman yang kuat pada setiap siswa, sehingga siswa dapat mengendalikan dirinya dan selalu mencari materi-materi yang positif, dan dapat mengindari dari situs-situs porno yang dapat merusak konsentrasi para siswa belajar 
Blog, Updated at: 08.37

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts