Teori, Paradigma, Dan Diskursusteknologi Komunikasi Di Masyarakat

Teori, Paradigma, Dan Diskursus Teknologi Komunikasi Di Masyarakat 
Dewasa ini perkembangan di bidang teknologi informasi merupakan dampak dari semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan informasi itu sendiri. Kebutuhan akan pentingnya informasi bagi setiap individu, demikian pula pada remaja di sekolah menengah atas yang memanfaatkan kemudahan akses informasi untuk belajar maupun mengerjakan pekerjaan rumah yang di berikan oleh guru di sekolah. Media BlackBerry yang ada dapat dirasakan oleh remaja untuk menelusur informasi Media BlackBerry yang ada dapat dirasakan oleh remaja untuk menelusur informasi. Belajar dengan melibatkan informasi dalam berbagai media yang semakin menunjukkan pengaruhnya terhadap belajar. Masyarakat informasi adalah masyarakat yang memiliki karakteristik dan familiar akan penggunaan piranti Teknologi Informasi dan tak lagi canggung untuk melakukan interaksi meskipun untuk kalangan remaja kemudian mereka seringkali menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan handphone untuk berinternet daripada melakukan kegiatan sehari-hari, mereka cenderung mengesampingkan kegiatan utama dan memilih untuk berkomunikasi dengan handphone mereka dan melakukan jejaring sosial dan menjadikann aktifitas tersebut sebagai aktifitas yang menyenangkan melebihi aktivitas menonton televisi.

Dekatnya hubungan antara informasi dan teknologi jaringan komunikasi telah menghasilkan dunia maya yang amat luas yang biasa disebut dengan teknologi cyberspace. Teknologi ini berisikan kumpulan informasi yang dapat diakses oleh semua orang dalam bentuk jaringan-jaringan komputer yang disebut jaringan internet. 

Sebagai media penyedia informasi, internet juga merupakan sarana kegiatan komunitas komersial terbesar dan terpesat pertumbuhannya. Sistem jaringan memungkinkan setiap orang dapat mengetahui dan mengirimkan informasi secara cepat dan menghilangkan batas-batas teritorial suatu wilayah negara. Kepentingan yang ada bukan lagi sebatas kepentingan suatu bangsa semata, melainkan juga kepentingan regional bahkan internasional. 

Perkembangan teknologi informasi, dengan media sosial sebagai salah satu produk yang mendorong keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat, telah membawa pengaruh besar bagi dinamika kehidupan masyarakat masa kini. Akan tetapi, perkembangan ini juga diikuti dengan dampak negatif yang perlu menjadi perhatian dan mendorong perlunya regulasi yang dapat mengontrol para pengguna. Dengan Keberadaan teknologi kini memiliki peranan yang sangat besar terutama dalam proses pembelajaran di dunia pendidikan. Berbagai kemudahan didapatkan setelah adanya penggunaan teknologi informasi. Kemudahan tersebut dapat dirasakan oleh pihak pengajar maupun pihak yang tengah belajar. Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia.

Dalam perkembangannya, berbagai media rekreasi dengan perangkat teknologi menjadi bagian dalam hidup warga masyarakat. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi).

Pesatnya perkembangan teknologi yang terkandung di dalam BlackBerry saat ini merupakan dampak dari semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan informasi itu sendiri. Dekatnya hubungan antara informasi dan teknologi jaringan komunikasi telah menghasilkan dunia maya yang amat luas yang biasa disebut dengan teknologi cyberspace. Teknologi ini berisikan kumpulan informasi yang dapat diakses oleh semua orang dalam bentuk jaringan-jaringan internet yang terdapat pada BlackBerry. Sebagai media komunikasi BlackBerry juga merupakan sarana kegiatan komunitas komersial terbesar dan terpesat pertumbuhannya. Sistem jaringan memungkinkan setiap orang dapat mengetahui dan mengirimkan informasi secara cepat dalam satu genggaman. Lahirnya era komunikasi interaktif di tandai dengan terjadinya diversivikasi teknologi informasi dengan bergabungnya telepon, radio, komputer, dan televisi menjadi satu dan menandai teknologi yang disebut internet. Dengan internet sebagai jantung pada handphone yang memudahkan kita untuk berselancar di dunia maya. Di era digital seperti saat ini, ilmu pengetahuan semakin berkembang. Manusia menciptakan hal – hal baru dalam bentuk non fisik maupun fisik, dalam bentuk non fisik lahirnya generasi internet yang dapat memudahkan kita dalam mengakses informasi, sedangkan dalam bentuk fisik terciptanya BlackBerry sebagai alat komunikasi ini merupakan salah satu bentuk akan kemajuan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang teknologi informasi.

Masyarakat yang di dalamnya terdapat kelompok usia remaja ikut andil dalam kemajuan teknologi ini, keberadaan telepon genggam kini menjadi penting karena bentuknya yang ringan dan mudah dibawa kapan pun dan dimana pun berada. Pada awal munculnya BlackBerry memiliki bentuk besar dan fasilitas yang terdapat didalamnya pun sedikit, hanya untuk menelfon, sms, bermain game. Kini BlackBerry berfungsi untuk panggilan suara, telah berevolusi begitu banyak sehingga mereka menjadi identik dengan komputer. Evolusi ini telah terjadi karena telah dilengkapi teknologi BlackBerry dengan Internet, teks, dan instant kemampuan mengirimkan pesan. Internet, komputer, dan sel bantuan telepon di digital, serba cepat komunikasi. 

Dalam Penggunaan telepon itu sendiri memerlukan sedikit kesabaran untuk digunakan dan selalu berguna. Kehadiran media baru, seperti internet, memang memberikan manfaat yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat saat ini. Hal ini, membuat pencipta BlackBerry memasukkan fasilitas koneksi ke media “internet” kedalam telepon pintar ini agar memberikan kemudahan tersendiri bagi pemiliknya. Berkembangnya teknologi di dalam BlackBerry dengan perpaduan antara perangkat keras serta koneksi internet membuat masyarakat menggunakan BlackBerry juga sebagai alat penelusuran informasi yang mudah diakses kapan pun dan di manapun berada. Dengan demikian media-media lama posisinya akan digantikan oleh media baru yang bersifat “online”, seperti buku, majalah, koran, dll tidak perlu dibeli dalam bentuk cetak lagi, tapi sudah bisa di akses dengan mudah, cepat, dan praktis melalui jaringan internet “online” yang terdapat pada telepon genggam yang dapat digunakan oleh pemilik sesuka hatinya. Saat ini perangkat teknologi merupakan sebuah kebutuhan yang tak terpisahkan bagi remaja dan menjadi sebuah gaya hidup oleh sebagian yang memilikinya. Ketika sebuah media baru hadir dan peralatan komunikasi pun berkebang tidak sedikit pula remaja yang mengngganti handphone mereka dengan Blackberry. Blackberry merupakan perangkat teknologi yang memiliki fungsi dan fitur fitur layanan yang cangggih selain memiliki layanan push email bahkan ada fitur lain yaitu BlackBerry messege yang menjadi andalannya. Fasilitas – fasilitas inilah yang membuat para remaja tertarik untuk memilikinya karena fungsi yang beraneka ragam, karena piranti ini seperti halnya laptop mini yang dapat di gunakan untuk berkirim email serta mengakses informasi.

Data yang menarik adalah BlackBerry manjadi sumber akses internet terbesar kedua setelah warnet bagi anak usia 15-19 tahun yakni sebesar 19 persen, sedangkan mengakses di rumah hanya sebesar 13 persen. Mengakses internet di sekolah sebesar 10 persen dan sisanya adalah mengakses menggunakan WiFi dari laptop. Sementara itu, secara keseluruhan masyarakat Indonesia masih mengandalkan akses internet melalui warnet. "Sebesar 83 persen mereka mengakses melalui warung internet. Kemudian, sebanyak 22 persen masyarakat Indonesia menggunakan internet melalui BlackBerry dan baru 19 persen mengakses internet dari kantor. Sedangkan yang mengakses internet dari rumah hanya sebesar 16 persen. 

Pesatnya perkembangan teknologi yang terkandung di dalam BlackBerry saat ini merupakan dampak dari semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan informasi itu sendiri. Dekatnya hubungan antara informasi dan teknologi jaringan komunikasi telah menghasilkan dunia maya yang amat luas yang biasa disebut dengan teknologi cyberspace. Teknologi ini berisikan kumpulan informasi yang dapat diakses oleh semua orang dalam bentuk jaringan-jaringan internet yang terdapat pada BlackBerry. Sebagai media komunikasi BlackBerry juga merupakan sarana kegiatan komunitas komersial terbesar dan terpesat pertumbuhannya. Sistem jaringan memungkinkan setiap orang dapat mengetahui dan mengirimkan informasi secara cepat dalam satu genggaman. 

Berdasarkan studi yang dilakukan The Pew Internet and American Life Project, sejak tahun 2008 sms terus meningkat di kalangan remaja. SMS telah mengalahkan penggunaan email, dan tentu saja tatap muka secara langsung. Dengan demikian potensi BlackBerry sebagai alata telekomunikasi kini berubah menjadi suatu kebiasaan yang menggantikan sms karena dengan adanya internet dalam handphone memudahkan penggunannya untuk berselancar di dunia maya.

Dengan keadaan yang seperti inilah peneliti merasa tertarik untuk meneliti remaja pengguna BlackBerry di Surabaya yang menggunakan sebagai media penelusuran informasi yang merupakan media baru yang hadir ditengah tengah masyarakat dan apa yang menyebabkan remaja saat ini beralih menggunakan BlackBerry sebagai salah satu media mereka dalam mengakes informasi yang kini tengah di gandrungi oleh remaja dalam mengakses informasi serta melakukan interaksi dengan jajraing sosial dan memmanfaatkannya sebagai ajang dalam kegiatan informasi serta memanfaatkan segala fasilitas yang ada didalam BlackBerry yang mereka miliki dalam rutinitas sehari hari remaja sebagai akademisi di tingkat sekolah menengah atas yang berusia 15-17 tahun.

Perilaku penggunaan BlackBerry Ditinjau dari Teori Uses and Gratification
Dengan menggunakan analisis teori kebutuhan terhadap pemenuhan suatu media yang iambil dari salah satu studi ilmu komunikasi yaitu teori uses (penggunaan) untuk pemenuhan (gratification) atas kebutuhan seseorang, teori ini menjelaskan bahawa suatu individu memiliki kebutuhan yang kompleks sehingga kebutuhan tersebut perlu di penuhi melalui penggunaan berbagai media. Katz,Gurevich dan Hazz memaparkan bahwa pendekan uses and gratification ada karena muncul adanya kekecewaan pada kegagalan studi-studi yang mengukur efek terpaan media dalam diri audience. Pendekatan ini menggambarkan sbagai a dramatic break with effect tradiction in the past, yaitu suatu loncatan dramatis dari efek media khususnya jarum hipotermik. Model ini tidak tertarik terhadap apa yang dilakukan media terhadap seseorang melainkan tertarik terhadap apa yang dilakukan medi terhadap seseorang. Masyarakat dianggap secara aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya. 

Model uses and gratification yang telah di paparkan oleh Katz, Gurevitch dan Hazz yang di awali dengan struktur dan lingkungan sosial yang terdiri atas:
1. Demographic Caracteristic: Yaitu latar belakang sosial individu pengguna media. Contohnya: Usia, Jenis Kelamin dan Pendidikan Remaja Pengguna BlackBerry.
2. Grup Affiliations: Yaitu individu yang tergabung pada grup maupun kelompok dalam memenuhi kebutuhan media yang di inginkan. Contohnya: Grup apa saja yang di ikuti oleh remaja pengguna BlackBerry.
3. Personality: Yaitu latar belakang individu memlih menggunakan media yang di inginkan. Contohnya: awal mula menggunakan BlackBerry. 

Selanjutnya melihat dari macam-macam kebutuhan individu yang terdiri kebutuhan kognitif, kebutuhan afektif, kebutuhan personal inegratif, kebutuhan sosial integratif dan kebutuhan untuk melepaskan diri. Kemudian munculah istilah uses and gratification, penggunaan dan pemenuhan suatu kebutuhan. Selanjutnya muncul beberapa hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pada suatu individu yang ingin terpenuhi dalam penggunaan media, yaitu:
1. Kebutuhan kognitif (Cognitive needs) yaitu pemenuhan kebutuhan yang, berhubungan dengan informasi, penegtahuan serta pemahaman. Kebutuhan tersebut di dasarkan pada hasrat atau keingian yang kuat untuk memahami dan menguasai lingkungan,kemudian kebutuhan yang telah terpenuhi dapat memuaskan perasaann kita sehingga timbul dorongan utuk melakukan penyelidikan guna pemenuhan kebutuhan. Contohnya kebutuhan remaja memperoleh informasi, pengetahuan dan pemahan.
2. Kebutuhan afektif (Personal Affective needs) adalah kebutuhan yang menghubungkan antara pengalaman estetika, kesenangan/estetis serta pengalaman emosional. Contohnya pengalaman pengalaman yang dimiliki oleh remaja.
3. Kebutuhan integrasi pribadi (Personal intergrative needs) yaitu kebutuhan yang berhubungan dengan kredibelitas, keyakinan/kepercayaan, status individu serta stabilitas dan status individu. Contohnya, kebutuhan remaja dalam memperkuat kredibilitas, rasa percaya diri dan stabilitas serta status yang dimilikinya.
4. Kebutuhan intergarsi sosial (Social integrative needs) yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan penambahan unsur keluarga, teman dan dunia. Kebutuan tersebut di dasarkan pada hasrat untuk berafiliansi. Contohnya, kebutuhan remaja dalam memperkuat hubungan dengan keluarga serta teman-temanya dan lapisan masyarakat lainnya.
5. Kebutuhan pelariaan yang berkaitan dengan keinginan untuk mengurangi ketegangan dan dorongan untuk mencari hiburan. Contohnya, remaja menginginkan kebutuhan sebagai pelarian maupun untuk hiburan.

Teori uses and gratification secara tradisional biasanya juga di gunakan untuk menjelaskan motif masyarakat tentang penggunaan media seperti radio, televisi, telepon dan media-media lain yang telah hadir di tengah tengah masyarakat. Sebagai media baru BlackBerry kini juga berperan dalan kehidupan masyarakat yang dinamis dan senatiasa membutuhkan akses cepat dalam proses penemuan informasi. Pemenuhan kebutuahn serta penggunaan media BlackBerry adalah motif yang di lakukan oleh masyarakat karena memiliki banyak fasilitas yang di dukung oleh jaringan internet yang memungkinkan kehadiran telepon pintar menjadi banyak dicari oleh masyarakat khususnya kalangan remaja.

Kegiatan ini juga menentukan atas beragamnya media yang di gunakan untuk pemenuhan kebutuhannnya, yang dalam hal ini dapat berupa pemenuhan akan kebutuhan yang terkelompok dalam kebutuhan non-media dan kebutuhan yang menggunakan peranan media. Pada aspek kebutuhan pada media inilah yang menghasilkan media gratification, yakni berupa pengawasan atau penjagaan (surveillance), hiburan, identitas personal, dan hubungan sosial. Dengan hadirnya BlackBerry yang merupakan media baru yang kini telah menjadi bagian dari masyarakat khususnya remaja yang dapat menjadi sebuah media yang mampu memuaskan penggunannya. Kebutuhan-kebutuhan inilah yang mendorong timbulnya motif dalam individu sehingga menimbulkan suatu dorongan individu untuk menggunakan suatu media yaitu media BlackBerry . Pada kesempatan ini McQuail, Blumer, dan Brown (1972) yang menyebutkan beberapa dari aktifitas penggunaan media sebagai berikut :
1. Penjagaan (Surveliance), yaitu kebutuhan akan informasi yang bias mempengaruhi atau membantu seseorang menyelesaikan sesuatu.
2. Hiburan (Entertainment), yaitu penggunaan media sebagai sarana hiburan yang dapat membantu seseorang untuk mengisi waktu luang dalam suatu kegiatan.
3. Pengalihan (Deversion), kebutuahan yang bertujuan untuk melepaskan masalah dan rutinitas.
4. Hubungan Sosial (Social Relationship), dengan menggunakan media sebagai sarana melakukan kegiatan yang berfungsi sebagai alatyang menghubungkan suatu individu dengan individu lainya. 

Teori uses and gratification secara tradisional biasanya juga di gunakan untuk menjelaskan motif masyarakat tentang penggunaan media seperti radio, televisi, telepon dan media - media lain yang telah hadir di tengah tengah masyarakat. Sebagai media baru BlackBerry kini juga berperan dalan kehidupan masyarakat yang dinamis dan senatiasa membutuhkan akses cepat dalam proses penemuan informasi. Pemenuhan kebutuahn serta penggunaan media BlackBerry adalah motif yang di lakukan oleh masyarakat karena memiliki banyak fasilitas yang di dukung oleh jaringan internet yang memungkinkan kehadiran telepon pintar menjadi banyak dicari oleh masyarakat khususnya kalangan remaja.

Dengan demikian, landasan utama pendekatan studi uses and gratification jika dikaitkan dengan penggunaan medi BlackBerry sebagai media remaja dalam menelusur informasi adalah sebagai berikut:
1. Penggunaan media pada akhirnya untuk mencapai suatu tujuan dimana remaja sebagai individu yang menggunakan suatu media untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang bersifat spesifik dan kebutuhan tersebut berkembang didalam lingkungannya.
2. Remaja yang memilih sendiri jenis serta isi media guna memenuhi kebutuhan akan informasi yang di inginkan. Dengan demikian remaja akan terlibat dalam suatu proses penelususran informasi menggunakan media BlackBerry untuk mendapatkan kebutuhan akan informasi yang di harapkan.

Metode Penelitian
Dengan Menggunakan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan format deskriptif survei. Format deskriptif di pilih karena peneliti hanya bermaksud untuk mendeskripsikan serta menggambarkan perilaku penggunaan BlackBerry pada kalangan remaja di Surabaya dengan tidak menggunakan dan melakukan pengujian Hipotesis. Seperti yang di kemukakan oleh Bungin bahwa penelitian kuantitatif deskriptif yang brtujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi yang timbul dalam masyarakat sebagai objek penelitian. Populasi sasaran dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMA di Surabaya dengan usia 15-17 tahun yang terlebih dahulu melalui proses seleksi dan menggunakan BlackBerry selama minimal 1 bulan atau lebih dengan melihat fungsi dan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh pengguna saat menggunakan BlackBerry mereka. Melalui sampel pertama peneliti dapat menemukan smpel lain yang sesuai dengan kriteria peneliti dengan melakukan tanya jawab terlebih dahulu apakah sampel tersebut menggunakan BlackBerry dalam mengakses informasi atau tidak sebelum memberikan kuesioner kepada responden.

Analisis dan Interretasi data
Kondisi sosial remaja di Surabaya pengguna BlackBerry sebagai media informasi

Melalui hasil anlisis kuesioner terlihat bahwa 41% yaitu berusia 16 tahun sedangkan 59% berusia 17 tahun dan pembagian jurusan/bidang studi masing- masing siswa terdapat 85% orang terdaftar sebagai siswa dengan konsentrasi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sedangkan 15% orang terbagi kedalam konsentarsi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan rata-rata uang saku perbulan yang dimiliki oleh siswa-siswi terbagi atas 6% saja yang memiliki uang saku kurang dari Rp. 100.000, kemudian 32 % rata-rata uang saku perbulan yang mereka miliki berjumlah antara Rp.100.000 hingga Rp.300.000 dan 43% responden mendapat uang saku dari orang tua berjumlah Rp.400.000 sampai Rp.600.000 dan 19% responden memiliki uang saku yang berjumlah lebih dari Rp.600.000.

Kebutuhan individu remaja pengguna BlackBerry sebagai media informasi
Pada Dependency teori oleh Sandra Ball-Re Keach, Melvin dan Deflur mengatakan bahwa ketergantungan seseorang terhada suatu media adalah salah suatu upaya seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, dan dalam hal ini terlihat dari item pertanyaan pada kuesioner tentang fungsi BlackBery sebagai media penelusuran informasi mereka. BlackBerry sebagai salah satu media dalam mengakses informasi responden memilih satu kentungan dari sekian keuntungan yang ada di dalmnya diantaranya; 6% responden memilih BlackBerry kerena bentuknya yang ringan dan memiliki fungsi sebagai forward information. Forward information merupakan suatu bentuk dimana sebuah informasi dapat di teruskan atau di sharingkan baik melalui media internet, BBM maupun jejaring sosial dan dapat juga dengan Email. 

Sebanyak 50% responden menulusur informasi mengenai pendidikan tingkat selanjutnya, selanjutnya Hal ini di dukung dengan adanya penelitian dari Lenhart dari 100 responden Hanya 14% dari semua remaja melaporkan mengirim email ke teman-teman mereka setiap hari. Sehingga kegiatan mengirim e-mail dirasa kurang dimininati oleh remaja. Selanjutnya 15% responden juga mengakses informasi yang berkaitan dengan kesehatan dan 9% responden mengakses informasi yang berkenaan dengan informasi kesehatan dan pendidikan selanjutnya serta 8% informasi yang berkenaan dengan kehidupan Zodiak. Kemudian 9% responden selain mengakses informasi mengenai pendidikan selanjutnya juga membuat, membaca dan mengirim email pribadi meraka dan juga mengakses informasi tentang kesehatan. Hanya 6% saja yang menggunakan media BlackBerry untuk membuat dam membaca serta mengirim email dan mengaksesinformasi pendidikan selanjutnya. Kemudian 8% informasi kesehatan dan informasi tentang zodiac

Fungsi BlackBerry pada remaja di Surabaya yang menggunakan BlackBerry sebagai media informasi
Setiap individu termasuk juga memanfaatkan segala fungsi yang terdapat didalam BlackBerry sebagai media informasi. Sehhingga terlihat bahwa setiap remaja pun memiliki informasi yang kemudian di simpan menjadi informasi yang berupa arsip gambar maupun lagu dan menyimpan dokumen yang diantaranya histori nilai ujian, menyimpan Jadwal Latihan Ekstrakulikuler, menyimpan jadwal kegiatan les, dan menyimpan Jadwal Ujian Selanjutnya responden memilih untuk menyimpan link-link web portal informasi dan menyimpan nomor pin pada ATM/Tabungan mereka. Kemudian responden juga mengakses informasi yang bersifat hiburan atau plessure dengan kategori sebagai berikut informasi mengenai hobi atau kesukaan dan mendownload wallpaper/lagu/video dan responden juga menggunakan media BlackBerry untuk menulusur informasi mengenai pendidikan tingkat Selanjutnya Selanjutnya, mengakses informasi yang berkaitan dengan kesehatan, informasi yang berkenaan dengan kehidupan Zodiak dan menggunakan media BlackBerry untuk membuat dan membaca serta mengirim email. Reponden mengakses informasi yang berhubugan dengan tugas-tugas dari sekolah. Kemudian mengakses informasi tentang kegiatan yang di adakan di sekolah serta informasi yang berkenaan dengan informasi akademik. Selanjutnya siswa mengkases informasi yang berkenaan dengan materi ujian.
Blog, Updated at: 22.34

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts