Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal 
Dalam proses pemberian pengertian kepada manusia dibutuhkan komunikasi yang baik dan mudah dipahami oleh mereka. Melalui proses komunikasi manusia akan mengamati, memperhatikan dan mencatat semua tanggapan yang diberikan oleh pemberi pesan. Dengan komunikasi seseorang pemberi pesan (komunikator) akan menyampaikan informasi, ide, ataupun pemikiran, pengetahuan, konsep dan lain-lain kepada orang lain (komunikan) dengan mengharapkan persamaan persepsi. Sehingga melalui komunikasi manusia akan mendapatkan pengertian tentang yang baik dan yang tidak baik bagi dirinya. Melalui komunikasi anak-anak akan bertambah pengetahuan, pengetahuan, pengertian dan pengalamannya. Hal ini sesuai dengan teori Harolld Lasswell yang menjelaskan komunikasi sebagai penyebarluasan informasi, melakukan persuasi, dan melaksanakan instruksi sehingga di dalam melaksanakan komunikasi dapat terjadi persamaan persepsi, adanya pengetahuan dan behaviour change.

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat melepaskan diri dari jalinan relasi sosial, dimana manusia akan selalu mengadakan kontak sosial yang berhubungan dengan orang lain. Bahkan sebagian besar dari waktu tersebut digunakan untuk berkomunikasi. Oleh sebab itu menurut Dr. Everett Kleinjan dari East West Center Hawaii, komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas, jadi sepanjang manusia ingin hidup maka ia perlu berkomunikasi (Cangara, 2005:1)

Dengan komunikasi kita membentuk saling pengertian menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, menyebarkan pengetahuan, dan melestarikan peradaban. Begitu penting, begitu meluas, dan begitu akrab komunikasi dengan diri kita sehingga kita semua merasa tidak perlu lagi mempelajari komunikasi.

Jika tidak ada komunikasi, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan manusia akan terabaikan. Tidak akan ada pertukaran informasi dan ide-ide yang menyangkut kebutuhan manusia.

Mengingat kuantitas komunikasi lebih besar dibandingkan dengan kegiatan lainnya, maka dapat dikatakan bahwa komunikasi merupakan salah satu hal yang penting bagi manusia, dengan kata lain kualitas hidup manusia juga ditentukan oleh pola komunikasi yang dilakukannya. Jika pola komunikasi yang dilakukan manusia baik, maka komunikasi yang tercipta adalah komunikasi yang efektif.

Untuk bisa berkomunikasi dengan efektif, kita tidak bisa menerapkan cara yang sama untuk tiap orang. Kita harus memahami benar siapa lawan bicara kita.

Apa yang kita sampaikan harus benar-benar dimengerti oleh lawan bicara kita, sehingga masalah komunikasi yang efektif antar sesama manusia memberikan peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan aset yang penting.

Dikatakan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam buku Psikologi Komunikasi (2005:13) bahwa suatu jalinan dapat menetukan harmonisasi. Jalinan yang dimaksud adalah jalinan antar individu yang terbentuk melalui komunikasi, baik itu jalinan formal maupun jalinan informal. Salah satu bentuk komunikasi yang dapat membentuk keharmonisan antar manusia adalah komunikasi interpersonal..

Pada umumnya komunikasi interpersonal terjadi karena pada hakikatnya setiap manusia suka berkomunikasi dengan manusia lain, karena itu tiap-tiap orang selalu berusaha agar mereka lebih dekat satu sama lain. Kegiatan komunikasi tersebut dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan untuk bekerjasama dengan orang lain. Tindakan kerjasama merupakan kesatuan dari komunikasi interpersonal yang efektif.

Efektivitas
1. Pengertian Efektivitas
Pengertian efektivitas secara umum menunjukkan sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Hal tersebut sesuai dengan pengertian efektivitas menurut Hidayat (1986) yang menjelaskan bahwa : Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai.

2. Komunikasi
Komunikasi merupakan sebuah kata yang abstrak dan memiliki sejumlah arti. Kata “komunikasi” berasal dari bahasa latin yaitu communis, yang berarti “sama” atau communicare yang berarti “membuat sama” (Mulyana, 2001:41). Singkatnya istilah komunikasi sudah sedemikian lazim di kalangan kita semua, meskipun masing-masing orang mengartikannya secara berlainan (Effendy, 2001:15).

Komunikasi Interpersonal
Para ahli komuniaksi mendefinisikan komunikasi interpersonal secara berbeda-beda, dan berikut ini adalah tiga sudut pandang definisi utama, diungkapkan oleh (Devito, 1997:231) : Berdasarkan Komponen, Berdasarkan Hubungan Diadik, dan Berdasarkan Pengembangan. 

Definisi Konsepsional
Definisi konsepsional merupakan pembatasan pengertian tentang suatu konsep atau pengertian, ini merupakan unsur pokok dari suatu penelitian. Dari konsep yang telah peneliti paparkan diatas, maka efektivitas komunikasi interpersonal guru dan murid merupakan interaksi face to face antara dua individu atau lebih untuk saling menukar informasi dan saling mempengaruhi tingkah laku yang dapat menimbulkan umpan balik secara langsung demi menunjang suatu tujuan. 
Blog, Updated at: 02.27

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts