Nasehat Dalam Drama “Syamsun Nahaar” Karya Taufiq El Hakim

Nasehat Dalam Drama “Syamsun Nahaar” Karya Taufiq El Hakim 
Jakop Sumarjo (dalam Huda, dkk, 2008:4) menyatakan bahwa sastra merupakan ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaaan, ide, semangat, keyakinan, dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona indah dengan alat bahasa. Dermawan, dkk (1996:1) juga menyatakan bahwa sastra adalah karya seni dengan bahasa sebagai bahan dan alat pengucapnya (literary work of art). Bahasa dalam karya sastra, pada wacana khasnya, merupakan hasil perekayasaan kreatif sastrawan berdasarkan potensi dan kelonggaran aturan, kaidah dan konvensi kebahasaan yang semaksimal mungkin ditemukan sastrawan. 

Menurut Biyantari (2009:1) karya sastra sebagai hasil cipta manusia selain memberikan hiburan juga sarat dengan nilai, baik nilai keindahan maupun nilai- nilai ajaran hidup. Orang dapat mengetahui nilai-nilai hidup, susunan adat istiadat, suatu keyakinan, dan pandangan hidup orang lain atau masyarakat melalui karya sastra. Sastra dengan segala ekspresinya merupakan pencerminan dari kehidupan manusia. Adapun permasalahan manusia merupakan ilham bagi pengarang untuk mengungkapkan dirinya dengan media karya sastra. Hal ini dapat dikatakan bahwa tanpa kehadiran manusia, sastra mungkin tidak ada. Memang sastra tidak terlepas dari manusia, baik manusia sebagai sastrawan maupun sebagai penikmat sastra. Mencermati hal tersebut, jelaslah manusia berperan sebagai pendukung yang sangat menentukan dalam kehidupan sastra. 

Salah satu bentuk karya sastra adalah drama. Drama adalah suatu karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan manusia melalui dialog dan lakuan (Maryaeni, 1992:9). Karya sastra sebagai sebuah hasil cipta manusia, diciptakan untuk menyampaikan pesan penulisnya. Penulis karya sastra menyampaikan pesan karyanya melalui tanda-tanda yang dituangkan dalam bentuk kata, frase, kalimat, maupun paragraf. Sebagaimana pendapat Endraswara (2011: 63) bahwa karya sastra merupakan refleksi pemikiran, perasaan, dan keinginan pengarang lewat bahasa. Bahasa itu sendiri tidak sembarang bahasa, melainkan bahasa khas. Yakni bahasa yang memuat tanda-tanda atau semiotik.

Paul Cobley dan Litza Janz (dalam Kamil, 2009:194) dan Endraswara (2011: 64) mendefinisikan bahwa semiotik adalah studi tentang tanda. Yang dimaksud dengan tanda adalah segala sesuatu yang dapat diamati dan diidentifikasi. Jika Paul Cobley dan Litza Janz menyebutkan bahwa semiotik merupakan studi sistematis mengenai produksi dan interpretasi tanda, bagaimana cara kerjanya, dan apa manfaatnya terhadap kehidupan manusia. Melalui tanda-tanda ini pengarang ingin menguraikan pesan teks sastra yang bersifat inner, transendental, dan latent (tersembunyi). Maka Endraswara menambahkan bahwa tanpa memperhatikan hal-hal yang terkait dengan tanda, maka pemaknaan karya sastra tidaklah lengkap. Makna karya sastra tidak akan tercapai secara optimal jika tidak dikaitkan dengan wacana tanda.

Diantara hasil karya sastra yang disampaikan melalui sistem tanda adalah drama. Penggunaan metoda semiotik sebagai pendekatan pembacaan dalam penelitian karya sastra (drama) didasarkan pada pengertian tentang tanda, cara kerjanya, dan penggunaannya. Drama adalah karya sastra yang mengungkapkan cerita melalui dialog-dialog para tokohnya. Aradea dan Venayaksa (2007) menyatakan bahwa pada dasarnya, naskah drama merupakan kumpulan simbol. Sebagai simbol, karya drama akan berarti jika penikmatannya berada pada konvensi yang sama. Jadi, sudah ada persetujuan antara pemakai simbol tentang hubungan simbol dengan acuannya. Yang unik adalah drama memberi kebebasan yang lebih besar pada penafsir simbol daripada simbol-simbol lain yang lebih terbatas, misalnya simbol-simbol pada teks puisi atau novel.

Kamil (2009:45) menyebutkan bahwa Taufiq El Hakim merupakan sastrawan Arab yang banyak melahirkan naskah drama. Taufiq El Hakim meninggal dunia pada tahun 1987 dengan mewariskan lebih dari 60 naskah drama Arab modern, 2 kumpulan cerpen dan 20 novel yang bermutu tinggi. Diantara 60 naskah drama yang diwariskan Taufiq El Hakim adalah drama yang berjudul “Syamsun Nahaar”. Drama “Syamsun Nahaar” ditulis Taufiq El Hakim pada tahun 1965, dan diterjemahkan serta tersebar dalam bahasa Inggris di Amerika pada tahun 1981. 

Masalah lingkungan kerajaan dan alam bebas menjadi latar cerita drama “Syamsun Nahaar” memiliki daya pikat dan nilai tambah bagi pembaca. Hal ini mengajarkan bahwa dimanapun kita berada kita harus menempatkan posisi kita sesuai dengan lingkungan tersebut. Kelebihan lainnya adalah gaya bahasa yang lugas, jernih, mudah dipahami serta pencitraan yang terdapat dalam drama Syamsun Nahaar mudah diekspresikan dan diinterpretasikan.

Pemilihan drama Syamsun Nahaar dilatarbelakangi oleh adanya keinginan peneliti untuk memahami nasehat yang tercermin dari perilaku para tokoh melalui dialog-dialog dalam drama ini. Selain itu, drama Syamsun Nahaar karya Taufiq El Hakim dipilih karena memiliki beberapa kelebihan baik dari segi isi maupun bahasanya. Berdasarkan uraian di atas peneliti merasa perlu mendeskripsikan nasehat yang terkandung dalam drama Syamsun Nahaar Karya Taufiq El Hakim dengan tinjauan semiotik.

METODE 
Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. (Moleong, 2011: 6) Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai human instrument serta tabel kodifikasi data yang berguna untuk menjaga keabsahan data.

Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, dan kalimat yang menunjukkan nasehat yang terkandung dalam drama Syamsun Nahaar karya Taufiq El Hakim. Sedangkan sumber datanya adalah salinan naskah drama Syamsun Nahaar Karya Taufiq El Hakim terbitan Daaru Mishro Lith-Thibaa’ah. 

Untuk memperoleh data, dilakukan penelusuran nasehat dengan cara membaca teks drama Syamsun Nahaar karya Taufiq El Hakim dengan cermat (berulang-ulang) untuk mengetahui aspek-aspek yang akan diamati, memilih dan menandai teks-teks (memberi kode) satuan dialog, monolog, dan narasi dalam drama Syamsun Nahaar karya Taufiq El Hakim yang terkait dengan nasehat, mengidentifikasi data sesuai dengan masalah dan tujuan yang ingin dicapai, dan mengklasifikasi data berdasarkan tabel yang telah dibuat. 

Berpijak pada tujuan penelitian ini, maka analisis data dilakukan secara semiotik. Mengacu pada keterangan Riffaterre (dalam Selden, 1991: 126), yaitu mencoba membaca untuk “arti” biasa, menyoroti unsur-unsur yang tampak tidak gramatikal dan yang merintangi penafsiran mimetik yang biasa, menemukan hipogram, yaitu mendapat ekspresi yang diperluas atau yang tidak biasa dalam teks dan menurunkan matriks dari hipogram, yaitu menemukan sebuah pernyataan tunggal atau sebuah kata yang dapat menghasilkan hipogram dalam teks, maka keempat pembacaan yang dimaksudkan oleh Riffaterre di atas mengilhami peneliti dalam menganalisis hikmah dan nasehat yang terkandung dalam drama Syamsun Nahaar. Adapun langkah-langkah dalam penelitian adalah pembacaan secara heuristik, pembacaan secara retroaktif, menemukan hipogram dan menemukan matriks.

Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara: (1) pengkajian terhadap drama Syamsun Nahaar karya Taufiq El Hakim, artinya karya sastra yang dianalisis dan diteliti itu dibaca berulang-ulang sampai menemukan kajian yang diperlukan yang disertai dengan pengalaman dan pengetahuan yang ada dan relevan, (2) ketekunan pengamatan, artinya peneliti mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol. Peneliti membaca, mengamati, dan memahami secara intensif dan berulang-ulang terhadap teks yang ada dalam drama Syamsun Nahaar karya Taufiq El Hakim, (3) pengecekan pembimbing dan teman sejawat, artinya hasil analisis yang diperoleh didiskusikan kepada pembimbing dan teman sejawat dengan tujuan agar hasil yang diperoleh mempunyai kesatuan pandangan.

Prosedur dalam penelitian ini melalui beberapa tahap, yaitu tahap persiapan yang meliputi pemilihan judul, pengajuan judul kepada ketua Jurusan Sastra Arab, studi pustaka yang sesuai dengan judul penelitian dan pengajuan proposal; tahap pelaksanaan yang meliputi pengumpulan data, mendesain kodifikasi data, mengolah data yang telah terjaring, menginterpretasikan data yang terjaring, menyimpulkan hasil analisis data dan konsultasi kepada pembimbing untuk memperoleh kesempurnaan penelitian; dan tahap penyelesaian yang meliputi penyimpulan penelitian dan penyusuan laporan penelitian, 

Berdasarkan empat langkah analisis semiotik Riffaterre, penelitian ini menghasilkan temuan struktur drama dan nasehat yang terkandung di dalam drama “Syamsun Nahaar” karya Taufiq El Hakim. Struktur drama “Syamsun Nahaar” berupa, (1) tema dalam drama “Syamsun Nahaar” karya Taufiq El Hakim adalah perjuangan cinta (berdasarkan pembacaan cerita dari awal sampai akhir, terutama pada drama SN hal. 23 dan 50), (2) alur cerita drama “Syamsun Nahaar” karya Taufiq El Hakim adalah alur maju. Hal ini dari babak ke babak bahwa drama Syamsun Nahaar karya Taufiq El Hakim ini ini terdiri atas empat tahap, yaitu: tahap perkenalan dapat ditemukan pada babak pertama adegan pertama, tahap penampilan masalah dan klimaks dapat ditemukan pada babak kedua, tahap ketegangan menurut dapat ditemukan pada babak ketiga dan tahap penyelesaian dapat ditemukan pada babak terakhir., (3) tokoh dan penokohan. Dalam drama Syamsun Nahaar yang berperan menjadi tokoh utama adalah Syamsun Nahaar. Sebagaimana pengertian tokoh utama, peran Syamsun Nahaar senantiasa mempengaruhi alur dalam drama ini dari awal hingga akhir cerita. Selain menjadi tokoh utama, Syamsun Nahaar juga menjadi tokoh protagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh jagoan yang biasanya memiliki sifat baik dan tidak jahat. Selain tokoh utama, drama ini juga didukung oleh tokoh andalan dan tokoh figuran. Tokoh andalan adalah tokoh yang sering muncul bersamaan dengan munculnya tokoh utama. Adapaun yang berperan menjadi tokoh andalan dalam drama Syamsun Nahaar ini adalah Qamar, raja Nu’man, dan pangeran Hamdan. Sedangkan yang berperan menjadi tokoh figuran adalah menteri raja Nu’man, tentara raja Nu’man, pelamar pertama, pelamar kedua, penasehat pangeran Hamdan, penerima tamu kerajaan raja Nu’man dan pangeran Hamdan, bendahara pangeran Hamdan, pengawal pangeran Hamdan, pembantu, serta pengawas tempat penyimpan kekayaan pangeran Hamdan. Jika Syamsun Nahaar menjadi tokoh protagonis, maka dalam drama ini pembantu serta pengawas tempat penyimpan kekayaan pangeran Hamdan berperan menjadi tokoh antagonis. Karena kehadirannya dalam drama ini tidak disukai oleh pembaca. 

Adapun penokohan para tokoh dalam drama ini adalah sebagai berikut: (a) Syamsun Nahaar memiliki penokohan: berpendirian teguh, percaya diri, sederhana dan tidak serakah, pandai dan bercita-cita tinggi, tidak menginginkan pendamping hidup yang pemalas dan bodoh, adil, waspada, cerdas, pantang menyerah, menghormati orang tua, dan cantik; (b) Qamar memiliki penokohan: perhatian, suka menggoda, rendah hati, pandai, tidak berlebih-lebihan, profesional, pemberani, percaya diri, pekerja keras dan miskin; (c) Raja Nu’man memiliki penokohan: sayang dan perhatian terhadap putrinya dan mendukung keinginan putrinya; (d) Pangeran Hamdan memiliki penokohan: tegas, keras kepala dan mudah putus asa; dan (e) para pujangga kerajaan yang memiliki sifat patuh pada pemimpinnya, (4) latar yang digunakan dalam drama “Syamsun Nahaar” karya Taufiq El Hakim adalah istana raja Nu’man, istana pangeran Hamdan, bukit dan desa mati, (5) gaya bahasa yang digunakan dalam drama “Syamsun Nahaar” karya Taufiq El Hakim adalah peribahasa (Drama SN hal. 66, 68 dan 74), qashr (Drama SN hal. 62), majas mursal (Drama SN hal. 73) dan tasybih (Drama SN hal. 112), dan (6) amanat yang terkandung dalam“Syamsun Nahaar” adalah bersikap adil, berpikir sebelum bertindak, taat pada orang tua, yaitu selalu miminta ridho padanya, tidak berlebih-lebihan, mandiri, mengembalikan sesuatu yang bukan miliknya, kekayaan dan jabatan tidak menjamin kebahagiaan seseorang dan berusaha dan pantang menyerah.

Adapun nasehat yang terkandung dalam drama “Syamsun Nahaar” berdasarkan kajian semotik Riffaterre berupa, (1) percaya kepada Allah SWT (Drama SN hal. 13), (2) menuntut ilmu (Drama SN hal. 14 dan 67), (3) teguh pendirian (Drama SN hal. 14 dan 17), (4) bertanggung jawab (Drama SN hal. 14, 17 dan 123), (5) percaya diri (Drama SN hal. 21 dan 155), (6) sabar (Drama SN hal. 26 dan 155), (7) qana’ah (Drama SN hal. 40), (8) rendah hati (Drama SN hal. 62 dan 63), (9) mandiri (Drama SN hal. 61, 62, 78 dan 149), (10) tidak berlebih-lebihan (Drama SN hal. 64, 69 dan 74), (11) adil (Drama SN hal. 20-21 dan 64), (12) jujur (Drama SN hal. 20, 97, 121 dan 170), (13) tolong menolong (Drama SN hal. 62, 154 dan 182), (14) tidak menyia-nyiakan kesempatan (Drama SN hal. 40), (15) saling menyanyangi antar sesama makhluk hidup (Drama SN hal. 70-71 dan 75-76), (16) menjaga lisan (Drama SN hal. 20), (17) menghormati orang tua (Drama SN hal. 20), (18) mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat (Drama SN hal. 60-61), (19) menahan diri dari sikap amarah (Drama SN hal. 155 dan 180), (20) kerja keras (Drama SN hal. 42, 68,78 dan 142), dan (21) kewaspadaan dalam hidup (Drama SN hal. 21) 

Pelajaran yang dapat diambil dari pembahasan tentang kepercayaan manusia kepada Tuhan adalah sebagai hamba Allah, manusia harus yakin bahwasanya Allah sudah meencanakan segala sesuatu bagi kehidupan semua makhluk-Nya. Namun meskipun sudah mempercayai bahwa Allah telah merencanakan segala sesuatu bagi kehidupan makhluknya, manusia harus tetap berusaha dan berdo’a. Dan hendaklah rasa yakin tersebut didasari dengan keimanan kepada Allah, karena iman merupakan pedoman kuat dalam kehidupan di dunia ini.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pembahasan tentang menuntut ilmu, bahwasanya manusia dianjurkan untuk terus menuntut ilmu dan mengajarkannya. Sejak ia lahir higga ke liang lahat sekalipun. Menuntut ilmu tidak terbatas waktu dan gender. Untuk itulah wajib bagi semua manusia untuk mengembangkan potensi yang telah dianugrahkan Allah SWT pada dirinya. Apalagi jika mengingat janji Allah tentang pahala yang dijanjikan bagi hamba-Nya yang mau menuntut ilmu.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pembahasan tentang teguh pendirian, bahwasanya manusia harus memiliki pendirian yang teguh. Karena manusia yang telah meyakini bahwa apa yang dilakukannya benar, maka ia tidak akan merugi dengan apa yang telah ia lakukan dan akan terhindar dari hal-hal yang mungkin akan membahayakan kehidupannya. Jika telah memiliki pendirian yang teguh, janganlah manusia membiarkan apapun dan siapapun untuk merubahnya.

Pelajaran yang dipetik dari uraian tentang bertanggung jawab, bahwasanya setiap manusia mempunyai tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, keluarganya, ataupun terhadap lingkungannya. Tanggung jawab tidak akan merasa berat apabila manusia melakukannya dengan ikhlas dan senang hati untuk mencari ridha Allah SWT.

Pelajaran yang bisa dipetik dari sifat percaya diri bahwa, manusia harus memiliki sifat percaya diri dalam manjalankan kehidupannya. Hal itu dilakukan untuk mencapai kesuksesan dan kemenangan dalam menggapai tujuan hidup. Manusia dilarang berputus asa dari rahmat Allah SWT. Manusia dianjurkan untuk terus percaya diri dan tidak putus asa dalam mencari ridha Allah SWT.

Pembahasan untuk bersabar ini mengajarkan kepada manusia untuk selalu sabar dan ikhlas dalam mengahadapi masalah apapun. Karena semua itu hanya kuasa Allah SWT. Kewajiban manusia hanya berdo’a dan berusaha saja.

Pelajaran yang dapat diambil dari pembahasan tentang sifat qana’ah, bahwa sudah seharusnya manusia bisa menerima apapun yang dikehendaki Allah atas dirinya. Manusia harus ikhlas dalam menjalani hidup ini dan senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya. Karena jika manusia tersebut mau bersyukur, niscaya Allah akan menambahkan nikmat-Nya. Dan jika manusia mendapat kesulitan maka berserahdirilah kepada Allah.

Pelajaran yang dapat dipetik dari pembahasan rendah hati ini adalah, hendaklah manusia selalu hidup dengan rendah hati. Tidak menyombongkan apa yang ada pada dirinya. Karena semua itu hanyalah titipan Allah SWT.

Pembahasan anjuran memiliki sikap mandiri ini mengajarkan kepada manusia, bahwa selama ia mampu melakukan kebutuhannya secara mandiri, hendaklah ia tidak meminta bantuan kepada orang lain. Sehingga tidak ada yang merasa diberatkan.

Pembahasan untuk tidak berlebih-lebihan mengajarkan manusia untuk tidak boros, rakus, dan tamak terhadap apapun juga. Hendaklah manusia memanfaatkan segala sesuatunya secara hemat, yaitu memanfaatkan pada tempatnya. Sifat tidak berlebih-lebihan bisa tertanam pada diri seseorang apabila dia berusaha merasa cukup atas apa yang diberikan Allah SWT. Tidak merasa kurang dan kelebihan. Apalagi jika mengingat siksa Allah bagi hamba yang suka menghambur-hamburkan segala sesuatu.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pembahasan adil ini adalah, hendaklah manusia menanamkan sifat adil pada dirinya. Apalagi bagi seorang pemimpin, sifat adil sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup rakyatnya. Dengan sifat adil, maka tidak ada salah satu pihak pun yang merasa diberatkan. Dan dengan begitu maka kehidupan akan berjalan dengan rukun.

Pelajaran yang dapat dipetik dari uraian tentang kejujuran, secara tersurat mengajarkan kepada manusia untuk bersikap jujur dalam segala hal. Mengakui kehidupan diri sendiri, meskipun itu menyakitkan dan mengembalikan sesuatu yang bukan haknya kepada pemiliknya. Hendaklah manusia tidak berbohong dengan alasan untuk menutupi kekurangan yang ada pada dirinya, hanya agar dipuji oleh orang lain. Dengan sifat jujur manusia akan hidup tenang tanpa dikejar-kejar perasaan bersalah dan dosa.

Pembahasan anjuran untuk saling tolong menolong ini, mengajarkan kepada manusia, bahwa Islam sangatlah menganjurkan umatnya untuk saling tolong menolong. Karena dengan sikap saling tolong-menolong, pekerjaan akan menjadi ringan, terciptanya hubungan yang baik dan kasih sayang antar sesama, dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pembahasan tidak menyia-nyiakan kesempatan, bahwa hendaklah manusia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang menghampirinya. Karena kesempatan itu merupakan karunia terindah yang tidak akan datang dua kali. Andaikan datang, maka kesempatan itu akan datang dalam bentuk dan cara yang berbeda. Ada sebuah pepatah yang mengatakan: “Matahari tidak akan terbit dua kali untuk membangunkan orang yang tertidur nyenyak”.

Penjelasan mengenai anjuran saling mencintai antar sesama makhluk mengajarkan kepada manusia untuk tidak bersifat individual. Hendaklah manusia menyayangi makhluk hidup lainnya juga. Karena dalam kehidupan ini, anatara manusia dengan makhluk hidup lainnya saling memberi manfaat.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pembahasan menjaga lisan adalah, bahwa manusia dianjurkan untuk menjaga lisannya. Yaitu dengan memikirkan setiap kata-kata yang akan diucapkannya serta menjauhi berkata bohong dan kotor. Bahaya lisan dan perbuatanya akan dibalas oleh Allah SWT, dan dia akan dicampakkan ke dalam neraka.

Pembahasan mengenai mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat ini mengajarkan kepada manusia untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya. Karena itu tidak akan ada gunanya, baik bagi dirinya maupun orang lain.

Pelajaran yang bisa dipetik dari anjuran menghormati orang tua adalah terhindarnya manusia dari siksa Allah SWT dan terciptanya kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Pembahasan tentang menahan diri dari sifat amarah mengajarkan manusia untuk menghindari sifat amarah yang sering menghampiri dirinya. Sifat amarah bukanlah jalan keluar yang baik untuk menyelesaikan masalah. Sifat amarah adalah sifat buruk yang wajib dihindari, karena kehadiranya dapat menimulkan berbagai macam dampak. Diantaranya sifat saling balas dendam.

Pelajaran yang bisa dipetik dari sifat bekerja keras, bahwa tujuan hidup yang memilki arti menuntut usaha yang keras. Manusia harus yakain bahwa untuk mencapai tujuan diperlukan usaha keras. Hal ini dilakukan untuk menghindari sifat takut kegagalan, karena anggapan bahwa kerja keras adalah hal yang menakutkan. Pada dasarnya kesuksesan dapat diraih dengan kerja keras. Manusia yang ingin menginginkan tujuannya tercapai, maka ia harus berusaha sekeras mungkin serta dilarang untuk mengerjakannya secara setengah-setengah dan dalam keadaan malas.

Pembahasan tentang kewaspadaan hidup di atas mengajarkan kepada manusia agar berhati-hati dalam memutuskan suatu hal. Apapun keputusan yang kita ambil tentunya itu sudah melalui pemikiran yang panjang, jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena demi mengejar burung yang tinggi, punai di tangan dilepaskan.

SUMBER-SUMBER ARTIKEL DI ATAS :
Aradea , N., & Venayaksa, F. 2007. Drama Terlarang Opera Kecoa pada Rezim Orde Baru, (online) (http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtID=1123&page=1-15, diakses 10 Desember 2011) 

Biyantari, L.A. 2009. Aspek Moral dalam Novel “Harimau! Harimau!” Karya Mochtar Lubis: Tinjauan Semiotik. Skripsi tidak diterbitkan. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, (Online) (http://www.scribd.com/doc/57453193/A-310050057, diakses 22 Desember 2011)

Dermawan, T., dkk. 1996. Bahan Ajar Teori sastra. Makalah disajikan dalam kuliah Pelatihan Kemampuan dan Metodologi Mengajar Guru PNS DPK dan GTY pada SMP Swasta se Jawa Timur.

El Hakim, T. 1981. Syamsun Nahaar. Mesir: Daaru Mishro Lith Tibaa’ah.

Endraswara, S. 2011. Metodologi Penelitian Sastra : Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: CAPS.

Huda, I.S., Maksum, A., & Mahliatussikah, H. 2008. Bahan Ajar Telaah Prosa. Malang.

Kamil, S. 2009. Teori Kritik Sastra Arab Klasik dan Modern. Jakarta: Rajawali Pers.

Maryaeni. (Ed.). 1992. Teori Drama. Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang Fakultas Sastra jurusan Sastra Indonesia.

Moleong, L. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Selden, R. 1991. Panduan Membaca Teori Sastra Masa Kini. Terjemahan Rachmat Djoko Pradopo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Blog, Updated at: 21.35

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts