Pemanfaatan Internet Dalam Praktek PR Di Pemerintah

Pemanfaatan Internet Dalam Praktek PR Di Pemerintah 
Internet merupakan peralatan popular dari teknologi komputer, selain kemampuannya untuk menghubungkan baik manusia maupun data basedi seluruh dunia, internet juga memungkinkan untuk terjadinya interaksi tanpa harus mengawalinya.

Pemanfaatan media web untuk kepentingan PR merupakan penghematan besar atas biaya kertas, cetak dan pengirimannya. Hemat merupakan salah satu manfaat dari penggunaan cyber-PR, seperti yang diungkapkan oleh Onggo (2004 : 6): 

“ PR dalam dunia fisik dianggap lebih dapat mempengaruhi tanggapan dan respon pasar. Pengeluarannya pun lebih hemat dibandingkan pengeluaran iklan. E-PR (cyber-PR) dapat membuat organisasi lebih hemat mengingat E-PR tidak membutuhkan stastionery atau biaya cetak. Semakin murahnya biaya internet akan membuat biaya E-PR menjadi semakin terjangkau. “

Media online merupakan media yang terhubung melalui internet, sehingga pada akhirnya muncul divisi baru yang dikatakan sebagai Cyber PR. Singkatnya adalah inisiatif PR atau Public Relation yang menggunakan media internet sebagai sarana publikasinya. Inisiatif PR ini di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Cyber Public Relations. Internet menuntut para pelaku PR untuk memanfaatkan media online tersebut, karena hal itu memang tidak dapat dihindari, apalagi jika perusahaan atau organisasi sudah memiliki situs web (website) atau bahkan sudah menggunakan email.

Istilah Cyber PR atau Electronic PR (E-PR) digunakan untuk kegiatan Public Relations (PR) yang menggunakan media internet sebagai media publikasinya. Saat ini keberadaan media online tidak dapat dihindarkan lagi, karena media online internet dan komunikasi teknologi merupakan media yang membuat seluruh dunia tersambung, sehingga dapat mendatangkan dampak sekaligus manfaat yang tidak bisa dibayangkan. Oleh karena itu PR memanfatkan keberadaan internet sebagai penyebaran informasi, yang pada akhirnya mempengaruhi persepsi public pada perusahaan atau organisasi, karena PR menyajikan berbagai informasi di media online-nya tersebut. Baik atau buruknya penilaian publik pada perusahaan atau organisasi bisa saja terjadi, yang tentu saja sangat bergantung pada kualitas informasi yang disajikan pada media online tersebut.

Ardianto (2009: 152) menyatakan beberapa keuntungan yang dapat diperoleh PR dalam menggunakan internet untuk meningkatkan citra instansi, diantaranya :
(a) Informasi cepat sampai pada publik;
(b) Bagi PR, internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi, dan promosi;
(c) Siapapun dapat mengakses internet; 
(d) Tidak terbatas oleh ruang dan waktu; 
(e) Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung.

Perkembangan sistem teknologi benar-benar menjadikan internet sebagai bagian dari kehidupan masyarakat modern saat ini, karena internet secara lengkap menyediakan kebutuhan akan informasi, berita, hiburan, serta ilmu pengetahuan. Dengan internet tidak ada lagi batasan antara ruang dan waktu dalam berkomunikasi dengan berbagai orang di berbagai belahan dunia. Internet mampu menghubungkan pihak yang satu dengan pihak lainnya secara bersamaan dengan prinsip komunikasi dua arah.

Internet telah menggantikan posisi perpustakaan ataupun buku yang merupakan gudang ilmu pengetahuan. Semua informasi dari dulu hingga kini termuat dengan cukup lengkap di internet. Situs-situs seperti wikipedia menjadi Perpustakaan online terbesar, dimana hampir semua informasi akan kita peroleh dengan mudah dan gratis (bayar biaya akses internet saja). Belum lagi layanan ebook-ebook gratis yang isinya tidak usang dimakan waktu. 

Berikut data perkembangan internet di seluruh dunia dikutip dari Internet World Stats:

Banyaknya jejaring sosial itu membuat PR tak lagi hanya berkutat dengan urusan press release yang mengedepankan kaidah bahasa formal. PR mesti dituntut lebih luwes untuk bisa berkomunikasi dengan influencer atau khalayaknya di dunia maya. ejaring social seperti facebook, twitter dan foursquare merupakan media yang efektif untuk membangun personal branding maupun corporate branding. Dua hal yang menjadi tugas PR. Masing-masing jejaring social ini memiliki karateristik yang berbeda. Apalagi dibandingkan dengan media konvesional semacam surat kabar ataupun televise/radio. Oleh karena itu, PR tidak cukup hanya dapat mengaplikasikan jejaring social ini tetapi PR juga dituntut meng-up date pengetahuan yang dimiliki.

Yosal Iriantara menyatakan bahwa :
Dengan adanya berbagai kelebihan, kehadiran internet kerap disebut sebagai media baru. Pada saat ini media baru merupakan istilah yang dipergunakan untuk semua bentuk media komunikasi massa mutakhir yang berbasiskan teknologi komunikasi dan informasi. (Iriantara, Media relations. 2005 : 118).

Memang benar kebutuhan berbagai jenis organisasi akan informasi bukan hal yang baru, karena sejak dulu hingga sekarang penanganan suatu sistem informasi dilakukan melalui tujuh tahap, yaitu :
1. Pengumpulan data.
2. Klasifikasi data.
3. Pengolahan data supaya berubah bentuk.
4. Interpretasi informasi.
5. Penyimpanan informasi
6. Penyampaian informasi atau transmisi kepada pengguna, dan
7. Penggunaan informasi untuk kepentingan manajemen organisasi. (Iriantara, Media relations. 2005 : 118).

Saat ini telah lahir masyarakat informasional yang sangat mementingkan informasi, sehingga seorang public relations dituntut untuk lebih meningkatkan strateginya dalam pemanfaatan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi untuk menciptakan hubungan sinergis antara pemerintah dengan stakeholder-nya, dan membangun interaksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, peneliti sangat tertarik untuk meneliti masalah penelitian tersebut.

SUMBER-SUMBER ARTIKEL DI ATAS :
Beard, Mike. 2007. Manajemen Departemen Public Relations. Jakarta: Erlangga
Argenti, A. Paul. 2010. Komunikasi Korporat. Jakarta: Salemba Humanika
Prayudi. 2007. Penulisan Naskah Public Relations. Yogyakarta: C.V Andi Offset
Ruslan, Rosady. 2006. Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers
Rakmat, Jallaludin. 1984. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remadja Karya
http://www.surakarta.go.id/ (diakses tanggal 19 Juni 2012 Jam 12.30)
http://www.internetworldstats.com/stats3.htm (diakses tanggal 17 Juni 2012 Jam 16.00)
Blog, Updated at: 05.52

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts