Karakteristik Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

Karakteristik Ilmu Pengetahuan dan Penelitian
Sudah berabad-abad pengetahuan ditemukan, berkembang, dan terus dikembangkan oleh manusia. Mulai dari pengetahuan yang sederhana sampai pada pengetahuanpengetahuan yang sangat modern (untuk ukuran saat ini). Sebagai contoh dalam menghitung, dulu menghitung dilakukan dengan menggunakan tangan atau dengan alat bantu berupa lidi, biji-bijian atau kerikil, kemudian dengan bantuan abacus; sempoa yang banyak dipakai oleh orang-orang Tionghoa, lalu dengan bantuan kalkulator (mesin hitung) dalam beberap generasi sampai pada penggunaan komputer yang telah berkembang beberapa generasi. Pengetahuan-pengetahuan itu lahir dan ditemukan secara kebetulan (by change), melalui proses coba-coba (trial and error), pengetahuan juga dapat timbul karena sebuah otoritas atau kekuasaan individu dalam masyarakat, juga pada penggunaan logika manusia. 

A. Karakteristik Ilmu 
Perkembangan budaya akan melahirkan ilmu-ilmu baru untuk semakin mempermudah kehidupan masyarakat. Secara umum karakteristik ilmu adalah: 

1. Bersifat akumulatif dan merupakan milik bersama. 
Ilmu dapat dipergunakan untuk penelitian dan penemuan hal-hal baru. Setiap orang dapat menggunakan atau memanfaatkan hasil penemuan orang lain, dan tidak menjadi monopoli bagi yang menemukannya saja. 

Contoh:
  • Dengan kemajuan teknologi, dalam bidang kedokteran terus berlanjut tentang penemuan cara pengobatan berbagai penyakit, yang dapat digunakan oleh setiap dokter untuk terus dikembangkan 
  • Penemuan pemberantasan hama oleh seorang peneliti dalam bidang pertanian, dapat dijadikan ilmu oleh seorang petani 

2. Kebenarannya tidak mutlak 
Penelitian merupakan kegiatan yang dilakukan manusia, sehingga kebenaran suatu ilmu tidak selamanya mutlak. Kekeliruan/kesalahan yang mungkin terjadi terletak pada manusia yang kurang tepat dalam penggunaan metode tersebut, dan bukan hanya pada kesalahan metode. 

Contoh: 
  • Penemuan obat tertentu untuk penyakit tertentu, satu waktu dapat berubah jenis maupun komposisi obatnya yang lebih paten 
  • Pendekatan dalam pembelajaran muncul berbagai nama, misalnya pembelajaran partisipatif, kontekstual learning, kooperatif learning 

3. Bersifat Objektif 
Prosedur kerja atau cara penggunaan metode dalam menemukan/meneliti sesuatu tidak dapat tergantung pada pemahaman secara pribadi, melainkan didasarkan pada metode yang bersifat ilmiah, 

Contoh: 
  • Penemuan obat untuk penyakit tertentu diawali dengan penelitian di laboratorium atau diujicoba terlebih dahulu sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan 
  • Istilah dalam pembelajaran muncul dengan diawali penggunaan dalam pembelajaran, kemudian diteliti efektivitas dari penggunaan pendekatan tersebut, kemudian disosialisasikan Harsoyo (1977), mengemukakan ciri-ciri ilmu yaitu: 
1. Bersifat Rasional 
Hasil dari proses berfikir merupakan akibat dari penggunaan akal (rasio) yang bersifat objektif. 

Contoh: 
• Penggunaan pembelajaran partisipatif dapat menumbuhkan kreativitas pada siswa, karena pada pelaksanaannya setiap siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapat/gagasan, atau dalam mengambil keputusan 
• Penggunaan pembelajaran kooperatif dapat menumbuhkan kerjasama diantara peserta belajar, karena dalam pelaksanaannya peserta belajar dibagi dalam kelompok kecil untuk memecahkan suatu permasalahan 

2. Bersifat Empiris 
Ilmu diperoleh dari dan sekitar pengalaman oleh pancaindera, ilmu sifatnya tidak abstrak. Berdasarkan pengalaman hidup dan penelitian dapat menghasilkan ilmu. 

Contoh: 
a. Penggunaan pembelajaran partisipatif didasarkan pada pengamatan bahwa keaktifan dan kreatvitas peserta didik sangat memuaskan, karena setiap siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai aspek 
b. Penggunaan pembelajaran kooperatif dianggap efektif dalam menciptakan peserta didik untuk belajar bekerja sama ketika harus memecahkan suatu masalah 

3. Bersifat Umum 
Hasil dari ilmu dapat dipergunakan oleh semua manusia tanpa kecuali. Ilmu tidak hanya dapat dipergunakan untuk wilayah tertentu, tetapi ilmu dapat dimanfaatkan secara makro tanpa dibatasi oleh ruang. 

Contoh: 
a. Penggunaan model pembelajaran partisipatif ataupun pembelajaran kooperatif tidak hanya digunakan oleh seorang guru dalam mata pelajaran tertentu, tetapi dapat juga digunakan oleh guru lainnya dalam mata pelajaran yang berbeda 
b. Cara memeperoleh bayi tabung dapat dimanfaatkan di seluruh wilayah sesuai dengan kebutuhan 

4. Bersifat Akumulatif 
Hasil ilmu dapat dipergunakan untuk dijadikan objek penelitian berikutnya. Ilmu sifatnya tidak statis, setelah diperoleh ilmu tentang sesuatu, maka akan muncul ilmu- ilmu baru lainnya. 

Contoh: 
  • Setelah muncul model pembelajaran partisipatif dan model pembelajaran kooperatif, muncul lagi model pembelajaran lainnya , misalnya model kontekstual learning 
  • Dalam bidang kedokteran muncul cara lain dalam menangani pasen, misal bagi yang ginjal tidak selamnya harus cuci darah tetapi bisa melalui cangkok ginjal 
B. Karakteristik Penelitian 
Kegunaan penelitian adalah untuk menyelidiki keadaan dari, alasan untuk dan konsekuensi terhadap suatu set keadaan khusus. Keadaan tersebut bisa saja dikontrol melalui percobaan ataupun berdasarkan observasi tanpa kontrol. Penelitian memegang peranan penting dalam memberikan tindak serta keputusan dalam segala aspek pembangunan. Adalah sangat sulit untuk memperoleh data yang terpercaya yang dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan jika tidak didahului oleh proses penelitian. Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternatif yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. 

Beberapa sifat khas penelitian diungkapkan oleh Nazir (1988: 34) adalah sebagai berikut: 
  1. penelitian harus berkisar di sekeliling masalah yang ingin dipecahkan 
  2. penelitian sedikitnya harus mengandung unsur-unsur originalitas 
  3. penelitian harus didasarkan pada pandangan ‘ingin tahu’ 
  4. penelitian harus dilakukan dengan pandangan terbuka 
  5. penelitian harus didasarkan pada asumsi bahwa suatu fenomena mempunyai hokum dan pengaturan 
  6. penelitian berkehendak untuk menemukan generalisasi atau dalil 
  7. penelitian merupakan studi tentang sebab-akibat 
  8. penelitian harus menggunakan pengukuran yang akurat 
  9. penelitian harus menggunakan teknik yang secara sadar diketahui 
Sebagai suatu kegiatan ilmiah, penelitian memiliki karakteristik kerja ilmiah. Azwar (1998:2) mengemukakan terdapat lima karakteristik kerja ilmiah, yaitu 
  • bertujuan, 
  • sistematik, 
  • terkendali, 
  • objektif, dan 
  • tahan uji Penelitian memiliki tujuan. 
Maksudnya, kegiatan penelitian tidak dapat lepas dari kerangka tujuan pemecahan permasalahan. Walaupun penelitian tidak memberikan jawaban langsung terhadap permasalahan yang diteliti, akan tetapi hasilnya harus mempunyai kontribusi dalam usaha pemecahan permasalahan. Hasil penelitian harus memberikan penjelasan akan fenomena yang menjadi pertanyaan penelitian dan harus dapat melandasi keputusan serta tindakan pemecahan permasalahan. 

Penelitian pun memiliki tujuan yang lebih dalam dari sekedar memperlihatkan perbedaan yang ada antar kelompok yang terlibat sebagai sample Penelitian harus dilakukan secara sistematik. Langkah-langkah yang ditempuh sejak dari persiapan, pelaksanaan sampai kepada penyelesaian laporan penelitian harus terencana secara baik dan mengikuti metodologi yang benar. Kegiatan penelitian bukan kegiatan sambil lalu dan sama sekali bukan kegiatan kausal. Penelitian dilaksanakan secara terkendali. 

Dalam batas-batas tertentu peneliti harus dapat menetukan fenomena-fenomena yang akan diamatinya dan memisahkannya dari fenomena lain yang mengganggu. Penelitian harus dilakukan secara objektif. Seluruh pengamatan, telaah yang dilakukan dan kesimpulan yang diambil oleh peneliti tidak boleh didasari oleh subjektifitas pandangan pribadi dan pengaruh kepentingan pihak lain. Hasil penelitian tidak boleh tercemar oleh pandangan subjektif peneliti ataupun tekanan dari luar. 

Penelitian harus tahan uji. Penyimpulan penelitian harus merupakan hasil dari telaah yang didasari oleh teori yang solid dan metode yang benar, sehingga siapapun yang akan melakukan replikasi penelitian dengan maksud yang sama akan sampai pada kesimpulan serupa. Hasil penelitian akan lemah apabila berlakunya secara kondisional dalam situasi tertentu yang sempit.
Blog, Updated at: 02.06

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts