Konsep Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

Konsep Ilmu Pengetahuan dan Penelitian
Ilmu atau sains adalah pengetahuan tentang fakta-fakta, baik natural atau sosial, yang berlaku umum dan sistematis. Ilmu berlaku umum, maka darinya dapat disimpulkan pernyataan-pernyataan yang didasarkan pada beberapa kaidah umum pula. Ilmu tidak lain dari suatu pengetahuan yang sudah terorganisir serta tersusun secara sistematik menurut kaidah umum. Pengetahuan di dalam ilmu berusaha mengungkapkan keseluruhan aspek di dalam obyeknya, sehingga tidak hanya memperhatikan kegunaannya saja. Pada akhirnya, ilmu akan menemukan materi-materi alamiah serta memberikan suatu rasionalisasi sebagai hukum alam. Ilmu membentuk kebiasaan serta meningkatkan keterampilan observasi, percobaan (eksperimentasi), klasifikasi, analisis serta membuat generalisasi. Dengan adanya keingintahuan manusia terus menerus, ilmu akan terus berkembang dan membantu kemampuan persepsi serta kemampuan berfikir secara logis yang disebut penalaran. 

A. Ilmu Pengetahuan dan Proses Berpikir 
Dua buah defenisi dari ilmu dipaparkan oleh Nazir (1988: 9) yakni; “ Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematik, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah yang umum” “ Ilmu ialah pengetahuan yang sudah dicoba dan diatur menurut urutan dan arti serta menyeluruh dan sistematik” Menurut Maranon dalam Nazir (1988:10), “ Ilmu mencakup lapangan yang sangat luas, menjangkau semua aspek tentang progress manusia secara menyeluruh. Di dalamnya termasuk pengetahuan yang telah dirumuskan secara sistimatis melalui pengamatan dan percobaan yang terus menerus, yang telah menghasilkan penemuan kebenaran yang bersifat umum”

Selanjutnya menurut Harsoyo (1977), ilmu adalah: 
1. Merupakan akumulasi pengetahuan yang disistimatiskan atau kesatuan pengetahuan yang terorganisasikan 
2. Suatu pendekatan atau suatu metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris, yaitu dunia terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indra manusia. 

Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa: “ilmu pengetahuan sebenarnya tidak lain adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara harmonik dalam suatu bangunan yang teratur”. Ilmu selalu mulai dari sesuatu yang kongkrit atau sesuatu yang dapat diamati dan bersifat individual atau khusus. Dengan bantuan kemampuan berfikir yang dapat melampaui batas waktu dan ruang, ilmu dapat sampai pada sesuatu yang abstrak dan bersifat umum. Untuk membuktikan objektivitas ilmu yang diungkapkan, orang harus bekerja dengan cara-cara ilmiah. Konsep antara ilmu dan berpikir adalah sama. 

Dalam memecahkan masalah, keduanya dimulai dari adanya rasa sangsi dan kebutuhan akan suatu hal yang bersifat umum. Kemudian muncul satu pertanyaan yang khas, dan selanjutnya dipilih suatu pemecahan tentative untuk penyelidikan. Ilmu pengetahuan berkembang seiring dengan berkembangnya pikiran (budaya manusia). Manusia terus berpikir untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Hasil buah pikir inilah yang kemudian melahirkan pengetahuan dan atau menyempurnakan dan lebih mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. 

B. Penelitian 
Menurut kamus Webster’s New International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Menurut Dewey dalam Nazir (1988: 14) penelitian adalah “transformasi yang terkendalikan atau terarah dari situasi yang dikenal dalam kenyataan-kenyataan yang ada padanya dan hubungannya, seperti mengubah unsure dari situasi orisinil menjadi suatu keseluruhan yang bersatu padu.” Dalam hubungannya dengan defenisi penelitian, Gee (Nazir, 1988: 14) memberikan tanggapannya sebagai berikut:

“ Dalam berbagai defenisi penelitian, terkandung cirri tertentu yang lebih kurang bersamaan. Adanya suatu pencarian, penyelidikan atau investigasi terhadap pengetahuan baru, atau sekurang-kurangnya sebuah pengaturan baru atau interpretasi (tafsiran) baru dari pengetahuan yang timbul. Metode yang digunakan bisa saja ilmiah atau tidak, tetapi pandangan harus kritis dan prosedur harus sempurna. Tenaga bisa saja signifikan atau tidak. Dalam masalah aplikasi, nampaknya aktifitas lebih banyak tertuju kepada pencarian (search) daripada suatu pencarian kembali (research). Jika proses yang terjadi adalah hal yang selalu diperlukan, maka penelitian sebaiknya digunakan untuk menentukan ruang lingkup dari konsep dan bukan kehendak untuk menambah defenisi lain terhadp defenisidefenisi yang telah begitu banyak. 

Dari tanggapan serta defenisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang penelitian, maka nyata bahwa penelitian adalah suatu proses penyelidikan yang terorganisasi. Penelitian juga bertujuan untuk mengubah kesimpulan-kesimpulan yang telah diterima ataupun mengubah dalil-dalil dengan adanya alikasi baru dari dalil-dalil tersebut. Dari itu, penelitian dapat diartikan sebagai pencarian pengetahuan dan pemberiartian yang terus-menerus terhadap sesuatu. Penelitian juga merupakan percobaan yang hati-hati dan kritis untuk menemukan sesuatu yang baru. 

C. Keterkaitan antara Ilmu Pengetahuan dan Penelitian 
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ilmu adalah suatu pengetahuan yang sistematis dan terorganisasi. Kita juga sudah memahami pengertian penelitian, yaitu suatu penyelidikan yang hati-hati serta teratur dan terus-menerus untuk memecahkan suatu masalah. Lalu bagaimana hubungan antara keduanya? Ilmu dan penelitian mempunyai hubungan yang sangat erat. Almack (Nazir, 1988: 15) menyatakan bahwa ”hubungan antara ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan proses. Penelitian adalah proses dan hasilnya adalah pengetahuan”. 

Namun Whitney dalam Nazir (1988: 15) berpendapat bahwa ilmu dan penelitian adalah sama-sama proses, sehingga ilmu dan penelitian adalah proses yang sama. Hasil dari proses tersebut adalah kebenaran. Namun dari keduanya dapat ditarik kesimpulan bahwa proses penelitian merupakan sebuah proses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan diproses untuk menemukan sebuah kebenaran.
Blog, Updated at: 01.59

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts