Membagi Tugas Teknisi Dan Laboran Di Laboratorium Sekolah

Membagi Tugas Teknisi Dan Laboran Di Laboratorium Sekolah 
A. Standar Tenaga Laboratorium Sekolah
Standar isi dan standar kompetensi lulusan SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK menuntut adanya berbagai jenis laboratorium sebagai bagian dari layanan pembelajaran di sekolah.
  1. SMP minimal memerlukan laboratorium IPA, bahasa dan komputer (3 laboratorium).
  2. SMA minimal memerlukan laboratorium kimia, fisika, biologi, bahasa, komputer, dan IPS (6 laboratorium).
  3. Pada sekolah menengah kejuruan (SMK), jenis laboratoriumnya lebih beragam tergantung dari program keahliannya.
  4. Program normatif memerlukan laboratorium Bahasa.
  5. Program adaptif memerlukan laboratorium IPA, komputer, dan fisika/kimia/biologi sesuai dengan program keahliannya.
  6. Program produktif memerlukan laboratorium khusus sesuai dengan program keterampilan keahliannya yang setiap jenis dan jumlahnya berbeda-beda menurut kebutuhan program keahlian yang diselenggarakan.
Tenaga laboratorium sekolah adalah tenaga kependidikan yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang kegiatan proses pendidikan di laboratorium sekolah, meliputi laboran dan teknisi. Laboran adalah tenaga laboratorium dengan keterampilan tertentu yang bertugas membantu pendidik dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di laboratorium sekolah. Teknisi adalah tenaga laboratorium dengan jenjang keterampilan dan keahlian tertentu yang lebih tinggi dari laboran, yang bertugas membantu pendidik dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di laboratorium sekolah. 

Fungsi dasar laboratorium adalah memfasilitasi dukungan proses pembelajaran agar sekolah dapat memenuhi misi dan tujuannya. Laboratorium sekolah dapat digunakan sebagai wahana untuk pengembangan penalaran, sikap dan keterampilan peserta didik dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Keberhasilan kegiatan laboratorium didukung oleh tiga faktor, yaitu peralatan, bahan dan fasilitas lainnya, tenaga laboratorium, serta bimbingan pendidik yang diperoleh peserta didik dalam melakukan tugas-tugas praktik.

B. Perlunya Standar Tenaga Laboratorium Sekolah
Tenaga laboratorium sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah melalui kegiatan laboratorium. Sebagaimana tenaga kependidikan lainnya, tenaga laboratorium sekolah juga merupakan tenaga fungsional. Oleh karena itu diperlukan adanya kualifikasi, standar kompetensi, dan sertifikasi. Dalam konteks pendidikan, peserta didik merupakan subjek sekaligus objek yang memiliki potensi. Potensi tersebut dikembangkan menjadi kemampuan melalui proses pendidikan. Pengembangan potensi ditempuh melalui proses pembelajaran yang dilakukan di kelas dan atau di laboratorium. Untuk itu diperlukan adanya standar tenaga Laboratorium yang secara bersama sama dengan pendidik mengembangkan potensi peserta didik. Untuk mendukung proses pembelajaran, maka laboratorium itu harus dilayani oleh tenaga laboratorium sekolah yang kompeten. Setiap laboratorium memiliki tenaga laboratorium, dapat terdiri dari laboran dan atau teknisi sesuai dengan kebutuhannya. 

Hasil survei yang dilakukan oleh Dit. Tendik (2003) mengungkapkan bahwa belum semua sekolah memiliki sarana laboratorium yang seharusnya ada di sekolah tersebut. Demikian pula terungkap bahwa tidak semua laboratorium sekolah memiliki tenaga laboratorium. Hasil temuan lapangan oleh Kelompok Kerja Tenaga Laboratorium (Tendik, 2006) menunjukkan bahwa: 
  1. Kualifikasi tenaga laboratorium yang ada saat ini beragam mulai dari yang berlatar pendidikan SMA/SMK, D3 sampai sarjana,
  2. Pada umumnya guru merangkap tugasnya sebagai tenaga laboratorium karena kelangkaan tenaga laboratorium sekolah, dan 
  3. Ada kesulitan dalam rekruitmen tenaga laboratorium sekolah yang disebabkan oleh tidak adanya formasi dan ketidakjelasan dalam kualifikasi.
Menurut Permendiknas No. 26 TH. 2008, tenaga laboratorium terdiri dari 
Kepala Laboratorium Sekolah (Kompetensi: kepribadian, sosial, manajerial, profesional) 

2. Teknisi Laboratorium Sekolah (Kompetensi: kepribadian, sosial, administratif, profesional) 
Laboran Laboratorium Sekolah (Kompetensi: kepribadian, sosial, administratif, profesional) 

C. Kualifikasi Kepala, Laboran dan Teknisi Laboratorium Sekolah
1. Kepala Laboratorium Sekolah/Madrasah
Kualifikasi kepala laboratorium Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut:
a. Jalur guru
1) Pendidikan minimal sarjana (S1);
2) Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai pengelola praktikum;
3) Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

b. Jalur laboran/teknisi
1) Pendidikan minimal diploma tiga (D3);
2) Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi;
3) Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

2. Teknisi Laboratorium Sekolah/Madrasah
Kualifikasi teknisi laboratorium sekolah/madrasah adalah sebagai berikut:
a. Minimal lulusan program diploma dua (D2) yang relevan dengan peralatan laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah;
b. Memiliki sertifikat teknisi laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

3. Laboran Sekolah/Madrasah
Kualifikasi laboran sekolah/madrasah adalah sebagai berikut:
a. Minimal lulusan program diploma satu (D1) yang relevan dengan jenis laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah;
b. Memiliki sertifikat laboran sekolah/madrasah dari perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kompetensi yang dimiliki oleh kepala laboratorium, teknisi dan laboran menurut Permendiknas RI Nomor 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut:
1. Kompetensi Kepala Laboratorium Sekolah/Madrasah
Kompetensi
Manajerial
3.1
Merencanakan kegiatan dan pengembangan laboratorium sekolah/ madrasah
3.1.1
Menyusun rencana pengembangan  laboratorium



3.1.2
Merencanakan pengelolaan laboratorium



3.1.3
Mengembangkan sistem administrasi laboratorium



3.1.4
Menyusun prosedur operasi standar (POS) kerja laboratorium

3.2
Mengelola kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
3.2.1
Mengkoordinasikan kegiatan praktikum dengan guru



3.2.2
Menyusun jadwal kegiatan laboratorium



3.2.3
Memantau pelaksanaan kegiatan laboratorium



3.2.4
Mengevaluasi kegiatan laboratorium



3.2.5
Menyusun laporan kegiatan laboratorium

3.3
Membagi tugas teknisi dan laboran laboratorium
sekolah/ madrasah
3.3.1
Merumuskan rincian tugas teknisi dan laboran



3.3.2
Menentukan jadwal kerja teknisi dan laboran



3.3.3
Mensupervisi teknisi dan laboran



3.3.4
Membuat laporan secara periodik

3.4
Memantau sarana dan prasarana laboratorium sekolah/madrasah
3.4.1
Memantau kondisi dan keamanan bahan serta alat laboratorium



3.4.2
Memantau kondisi dan keamanan bangunan laboratorium



3.4.3
Membuat laporan bulanan dan tahunan
tentang kondisi dan pemanfaatan
laboratorium

3.5
Mengevaluasi kinerja teknisi dan laboran serta kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
3.5.1
Menilai kinerja teknisi dan laboran laboratorium



3.5.2
Menilai hasil kerja teknisi dan laboran



3.5.3
Menilai kegiatan laboratorium



3.5.4
Mengevaluasi program laboratorium untuk perbaikan selanjutnya
Kompetensi Profesional
4.1
Menerapkan gagasan, teori, dan prinsip kegiatan laboratorium sekolah/ madrasah
4.1.1
Mengikuti perkembangan pemikiran tentang pemanfaatan kegiatan laboratorium sebagai
wahana pendidikan



4.1.2
Menerapkan hasil inovasi atau kajian laboratorium

4.2
Memanfaatkan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan penelitian di sekolah/ madrasah
4.2.1
Menyusun panduan/penuntun (manual) praktikum



4.2.2
Merancang kegiatan laboratorium untuk pendidikan dan
Penelitian



4.2.3
Melaksanakan kegiatan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan penelitian



4.2.4
Mempublikasikan karya tulis ilmiah hasil kaj ian/inovasi

4.3
Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah/ madrasah
4.3.1
Menetapkan ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja



4.3.2
Menerapkan ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja



4.3.3
Menerapkan prosedur penanganan bahan berbahaya dan beracun



4.3.4
Memantau bahan berbahaya dan beracun, serta peralatan keselamatan kerja
2. Kompetensi Teknisi Laboratorium Sekolah/Madrasah
2.  Kompetensi Administratif
3.1  Merencanakan pemanfaatan laboratorium sekolah/ madrasah
3.1.1  Merencanakan kebutuhan bahan, peralatan, dan suku cadang laboratorium


3.1.2  Memanfaatkan katalog sebagai acuan dalam merencanakan bahan, peralatan, dan suku cadang laboratorium


3.1.3  Membuat daftar bahan, peralatan, dan suku cadang yang diperlukan laboratorium


3.1.4  Merencanakan kebutuhan bahan dan perkakas untuk perawatan dan perbaikan peralatan laboratorium


3.1.5  Merencanakan jadwal perawatan dan perbaikan peralatan laboratorium

3.2  Mengatur penyimpanan bahan, peralatan, perkakas, dan suku cadang laboratorium sekolah/madrasah
3.2.1  Mencatat bahan, peralatan, dan fasilitas laboratorium dengan memanfaatkan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)


3.2.2  Mengatur tata letak bahan, peralatan, dan fasilitas laboratorium


3.2.3  Mengatur tata letak bahan, suku cadang, dan perkakas untuk perawatan dan perbaikan peralatan laboratorium
4.  Kompetensi Profesional
4.1  Menyiapkan kegiatan laboratorium sekolah/ madrasah
4.1.1  Menyiapkan petunjuk penggunaan peralatan laboratorium


4.1.2  Menyiapkan paket bahan dan rangkaian peralatan yang siap pakai untuk kegiatan prakti kum


4.1.3  Menyiapkan penuntun kegiatan praktikum


KOMPETENSI KHUSUS


Teknisi Laboratorium IPA, Fisika, Kimia, Biologi dan Program Produktif SMK


a)   Membuat peralatan praktikum sederhana
b)   Membuat paket bahan siap pakai untuk kegiatan praktikum


Teknisi Laboratorium Bahasa


Membuat rekaman audio visual dalam berbagai media untuk kepentingan pembelajaran


Teknisi Laboratorium Komputer


a)   Memelihara kelancaran jaringan komputer (LAN)
b)   Mengoperasikan program aplikasi sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran

4.2  Merawat peralatan dan bahan di laboratorium sekolah/ madrasah
4.2.1  Mengidentifikasi kerusakan peralatan dan bahan laboratorium


4.2.2  Memperbaiki kerusakan peralatan laboratorium

4.3  Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah/ madrasah
4.3.1  Menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja


4.3.2  Menggunakan peralatan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium


4.3.3  Menangani bahan-bahan berbahaya dan beracun sesuai dengan prosedur yang berlaku


4.3.4  Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku


4.3.5  Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan
3. Kompetensi Laboran Sekolah/Madrasah
3. Kompetensi Administratif
3.1
Menginventarisasi bahan praktikum
3.1.1
Mencatat (tabulasi)  bahan laboratorium



3.1.2
Mencatat penggunaan bahan laboratorium



3.1.3
Melaporkan penggunaan bahan laboratorium

3.2
Menginventarisasi alat praktikum
3.2.1
Mencatat (tabulasi)  alat laboratorium yang dipakai dalam praktikum


.
3.2.2
Menyiapkan prosedur penggunaan alat yang akan dipakai praktikum



3.2.3
Menyiapkan catatan penggunaan alat laboratorium yang akan dipakai



3.2.4
Melaporkan kondisi alat laboratorium






3.3
Mencatat kegiatan praktikum
3.2.1
Mencatat kehadiran guru dan peserta didik



3.2.2
Mencatat penggunaan alat



3.2.3
Mencatat penggunaan penuntun praktikum



3.2.4
Mencatat kerusakan alat



3.2.5
Melaporkan keseluruhan kegiatan praktikum secara periodic
4. Kompetensi Profesional
4.1
Merawat ruang laboratorium sekolah/madrasah
4.1.1
Menata ruang laboratorium



4.1.2
Menjaga kebersihan ruangan laboratorium



4.1.3.
Mengamankan ruang laboratorium

4.2
Mengelola bahan dan peralatan laboratorium sekolah/madrasah
4.2.1
Mengklasifikasikan bahan dan peralatan praktikum



4.2.2
Menata bahan dan peralatan praktikum



4.2.3
Mengidentifikasi kerusakan     bahan, peralatan, dan fasilitas laboratorium



4.2.4
Menjaga kebersihan alat laboratorium



4.2.5
Mengamankan bahan dan peralatan laboratorium




Khusus untuk laboran biologi:



4.2.6
Merawat tanaman untuk kegiatan praktikum



4.2.7
Memelihara hewan untuk praktikum

4.3
Melayani kegiatan praktikum
4.3.1
Menyiapkan bahan sesuai dengan penuntun praktikum



4.3.2
Menyiapkan peralatan sesuai dengan penuntun praktikum



4.3.3
Melayani guru dan peserta didik dalam pelaksanaan praktikum



4.3.4
Menyiapkan kelengkapan pendukung praktikum (lembar kerja, lembar rekam data, dan lain-lain)

4.4
Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja
di laboratorium sekolah/ madrasah
4.4.1
Menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja



4.4.2
Menggunakan peralatan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium



4.4.3
Menangani bahan-bahan berbahaya dan beracun sesuai dengan prosedur yang berlaku



4.4.4
Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku



4.4.5
Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan
Tugas-tugas Teknisi dan laboran
Teknisi
Laboran
Kompetensi Administratif:
Merencanakan pemanfaatan laboratorium sekolah / madrasah
Mengatur penyimpanan bahan, peralatan, perkakas, dan suku cadang laboratorium sekolah/madrasah

Kompetensi Profesional:
Menyiapkan kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
Merawat peralatan dan bahan di laboratorium sekolah/madrasah
Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah/madrasah          
1.    Kompetensi Administratif:
Menginventarisasi bahan praktikum
Menginventarisasi alat praktikum
Mencatat kegiatan praktikum



Kompetensi Profesional:
Merawat ruang laboratorium sekolah/madrasah
Mengelola bahan dan peralatan laboratorium sekolah/madrasah
Melayani kegiatan praktikum
Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja
di laboratorium sekolah/ madrasah
2.     
Blog, Updated at: 06.43

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts