Pencari Ilmu Pengetahuan

Pencari Ilmu Pengetahuan 
Menurut ajaran Islam, mencari ilmu pengetahuan itu adalah salah satu ibadah mulia yang dapat menghantarkan seseorang menuju surga-NYA. Akan tetapi, niat dibalik pencarian ilmu tersebut lebih penting dari ilmu itu sendiri. Mencari kebenaran dengan niat menyenangkan Tuhan dan berkhidmat untuk makhluk-makhluk-NYA, akan membawanya ke Surga yang ditemani oleh Nabi Muhammad saw dan para Aulia Allah. Tetapi pencarian ilmu untuk motif pribadi, biasa, atau duniawi semata, akan membawanya pada ketidaktahuan, berdosa pada makhluk-NYA, dan berakhir di neraka.

Hakikat Pengetahuan
  • Nabi Muhammad saw berkata: " Pengetahuan tidak (diperoleh) melalui pembelajaran yang luas. Sebaliknya, itu adalah cahaya yang Allah berikan di hati siapa saja yang Dia inginkan untuk membimbingnya "
  • Semua cabang pengetahuan, terlepas dari sifat-sifatnya, dapat dibagi menjadi dua kategori: (1) ilmu akhirat, yang akhir tujuannya adalah untuk mencapai stasiun yang lebih dekat kepada Tuhan, untuk melayani makhluk Allah, dan untuk mencapai imbalan atas akhirat. (2) Ilmu-ilmu duniawi, yang tujuan adalah untuk mengejar tujuan materialistik, kekayaan, status sosial, dan kepuasan ego dan segala motif egoistik. Oleh karena itu, niat di balik perolehan ilmu itu yang menentukan tujuan duniawi atau akhirat. 
  • Setiap jiwa yang terus menerus membersihkan dirinya dari segala kemungkinan kejahatan dan cinta diri akan menerima ilham malaikat. Pengetahuan tersebut kemudian akan memberikan kebenaran, Karenanya pengetahuan Ilahi adalah petunjuk untuk melakukan perilaku yang baik dan menghantarkannya menuju kedekatannya kepada Allah. Pengetahuan sejati adalah petunjuk cahaya spiritual yang memperlihatkan dia kepada jalan-NYA dan menjadikannya hamba yang taat . 
  • Jiwa yang di dominasi dengan kecintaan diri dan kecenderungan pada kejahatan menerima inspirasi dari karakter setan, akan menghantarkannya pada lingkungan kebodohan ( contoh : menjadi bodoh dan dibodohi oleh orang-orang bodoh) dan mempertebal hijab yang dapat membuatnya buta akan kenyataan-kenyataan tujuan penciptaan-NYA, sifat-sifat Tuhan, dan kehidupan akhirat. Sehingga, apapun ilmu pengetahuan yang dicari itu akan mengarahkannya kepada tujuan-tujuan duniawi, motif-motif pribadi dan perilaku jahat yang akhirnya berakhir di neraka jahanam. 
  • Nabi Muhammad saw berkata “Sesungguhnya ilmu pengetahuna itu terdiri dari tiga : ‘ bukti yang kuat’, ‘tugas keadilan’ dan mendirikan sunnah (metodanya)’. Selainnya adalah berlebihan.” 
  • q Ekspresi dari pengertian ‘bukti yang nyata’ tersirat pada ‘ rational sains’, undang-undang yang benar dan ajaran Tuhan. ` Tugas keadilan’ menyirat pada etika sains (akhlak) dan pembersihan diri (tazkia al nafs). `Mendirikan sunnah' mengacu pada pengetahuan-pengetahuan yang berkenaan dengan aspek materi dan melibatkan berbagai aktivitas fisik. Saat ini, pencarian pengetahunan menjadi ‘ tugas keadilan’ dan di saat yang lain ‘mendirikan sunnah'.
  • Sains tentang kedokteran, anatomi, astronomi, astrologi dll, apabila dilihat dari tanda-tanda dan simbol-simbol dan sains yang berhubungan dengan sejarah dan kebudayaan. Jika dilihat dengan sebuah tujuan untuk menarik pelajaran dan peringatan, adalah termasuk katagori ‘bukti yang nyata’, karena tujuan pengetahuan tersebut dari Allah atau pengetahuan hari kebangkitan yang akan terjadi dan pasti terjadi. 
Pahala pencari Ilmu Pengetahuan yang benar
Nabi Muhammad saw berkata : 'Barangsiapa yang bergegas berjalan dalam pencarian ilmu pengetahuan, Allah akan membuatnya menuju nya di jalan taman surga. Dan , sungguh , para malaikat akan merentangkan sayap-sayapnya kepada para pencari ilmu dengan suka cita. Sungguh setiap makhluk di surga dan di bumi meminta ampunan pada pencari ilmu, bahkan ikan-ikan di lautan sekalipun. Pahala seorang yang berilmu `alim lebih dari 'abid (ahli ibadah) ini seperti manfaat bulan diatas matahari pada malam bulan purnama. Seorang yang berilmu adalah ahli waris dari para Nabi, untuk para Nabi tidaklah mereka tinggalkan warisan kekayaan tetapi ilmu pengetahuan. Jadi, siapapun yang mengambil bagian dari itu akan mendapatkan keuntungan yang berlebih.'" 

Sifat-sifat moral dari pencari pengetahuan sejati
  • Ilmu Pengetahuan, ketika di cari dengan ketulusan, dan tanpa pamrih dan niat untuk Allah, akan mencerminkan karakter seorang kedalam diri malakut. Pribadi manusia yang berilmu seperti itu menjadi perwujudan Ilahi yang mengilhami sifat-sifat dan karakternya, kata-katanya, dan perilakunya adalah manifestasi-NYA.
  • Imam Ali (as) pernah mengatakan: ‘Wahai pencari ilmu, ilmu mempunyai banyak manfaat.(jika kamu membayangkan untuk menjadi manusia yang sesungguhnya). Kepalanya adalah kerendahan hati(tawadhu), matanya adalah bebas dari iri hati, kupingnya adalah pemahaman , lidahnya adalah kebenaran, pikirannya adalah penelitian, hatinya adalah niat yang baik, akalnya adalah pengetahuan yang dalam (ma’rifah) akan sesuatu dan ke’apa’an, tangannya adalah rahmat, kakinya adalah mengunjungi yang berilmu, resolusinya adalah integritas, kebijaksanaannya adalah kesalehan, ketaatannya adalah keselamatan, juru mudinya adalah kesejahteraan, puncaknya adalah kesetiaan, senjatanya adalah kelembutan dalam berbicara, pedangnya adalah kerihaan, ketundukannya adalah toleransi, tentaranya adalah berdiskusi dengan pengetahuan, kekayaannya adalah akhlak terpuji , sahamnya adalah berpantang dari dosa-dosa, Bekalnya dalam perjalanan adalah kebajikan, air minumnya adalah kelembutan, petunjuknya adalah petunjuk Ilahi dan temannya adalah terkasih pilihan .”
  • Nabi Allah saw pernah ditanya : “ Apa itu ilmu pengetahuan ?” Beliau saw menjawab : “ Tidak berbicara ”. Lalu dia ditanya : kemudian? : Beliau saw menjawab : “ Mendengarkan dengan seksama “. Dia bertanya : “ kemudian? “ Beliau saw menjawab : “ Dia bertanya lagi: lalu ? Beliau saw menjawab : “ Mengingat “. Dia bertanya : “ lalu ?”. Beliau saw menjawab : “ lakukan sesuai dengan yang telah dipelajari “. Dia bertanya : ” lalu?. Beliau saw menjawab : “ menjaganya “ 
  • Imam Ali as pernah berkata : “Ada 3 ciri dari orang yang berilmu: “ Berpengetahuan, sabar dan diam ”. 
Dilarang mencari ilmu pengetahuan untuk
Menurut ajaran Ahlul Bayt as dari keluarga suci Nabi saw, dilarang untuk mencari ilmu untuk tujuan-tujuan duniawi dan kepentingan diri sendiri. 

Imam Ali as berkata: “Janganlah mencari ilmu untuk 4 tujuan : (1) Mempopulerkan diri di hadapan orang yang berilmu (2) Berdebat dengan orang bodoh(3) Pamer diri di depan orang (4) Menarik perhatian di depan orang untuk menyelamatkan kekuasaan diri .”
Blog, Updated at: 19.37

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts