Audit Operasional Atas Manajemen Sumber Daya Manusia

Audit Operasional Atas Manajemen Sumber Daya Manusia 
Dewasa ini seiring berkembangnya tingkat persaingan di era globalisasi ini, perusahaan dituntut untuk memiliki manajemen yang handal sehingga dapat bersaing dengan sehat dan kritis terutama dalam menghadapi para pesaingnya. Sampai saat ini belum ada suatu perusahaan yang dapat melaksanakan tugas-tugasnya tanpa memerlukan sumber daya manusia.

Fenomena sumber daya manusia yang terjadi pada perusahaan yaitu prosedur terjadi pada manajemen puncak sering menimbulkan masalah yang menyangkut ketidaktaatan pihak manajemen puncak terhadap peraturan, seperti waktu kerja yang kurang disiplin. Hal ini membuat karyawan tidak memiliki semangat dan disiplin kerja yang tinggi, secara tidak langsung berdampak pada kesejahteraan kerja karyawan ikut menurun.

CV. Wijaya Kesuma Sarena yaitu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa pembuatan pagar, tangga, teras, tenda, trali dan kontruksi gudang yang manajemen puncaknya di pegang oleh keluarga. Perkembangan yang cukup baik dalam bidang jasa terutama di bidang pembuatan kontruksi gudang, maka dari itu perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang baik untuk tercapainya visi dan misi perusahaan.

Auditing
Pengertian auditing menurut Arens, et al (2008,hal.4) yang diterjemahkan oleh Gina Gania.
“Auditing adalah pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dengan kriteria yang telah ditetapkan. Auditing harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen.”

Jenis-jenis Audit
Menurut Agoes (2008,hal.9), audit bisa dibedakan atas :
1. Operasional Audit (Management Audit)
2. Pemeriksaan Ketaatan (Compliance Audit)
3. Pemeriksaan Intern (Internal Auditing)
4. Computer Audit

Audit Operasional
Menurut Agoes, S. (2008,hal.9) Audit Operasional adalah :
“Suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan oleh manajemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien, dan ekonomis.”

Manfaat Audit Operasional
Manfaat audit operasional menurut Tunggal, Amin. Widjaja. (2008,hal.42) adalah:
  1. Memberikan informasi operasi yang relevan dan tepat waktu untuk pengambilan keputusan.
  2. Membantu pihak manajemen dalam mengevaluasi catatan, laporan-laporan, dan pengendalian.
  3. Memastikan ketaatan terhadap kebijakan manajerial yang ditetapkan rencana-rencana, prosedur, serta persyaratan peraturan pemerintah.
  4. Mengidentifikasikan area masalah potensial pada tahap dini untuk menentukan tindakan preventif yang akan diambil.
  5. Menilai keekonomisan dan efisiensi penggunaan sumber daya termasuk memperkecil pemborosan.
  6. Menilai efektivitas dalam mencapai tujuan dan sasaran perubahan yang telah ditetapkan.
  7. Menyediakan tempat pelatihan untuk personil dalam seluruh tahap operasi perusahaan.
Jenis-jenis Audit Operasional
Jenis-jenis Audit Operasional menurut Tunggal, A.W. (2008,hal.28) terdiri dari :
  1. Fungsional
  2. Organisasional
  3. Penugasan Khusus
Tujuan Audit Operasional
Berdasarkan pendapat Tunggal, A.W. (2008,hal.40), tujuan umum dari audit operasional adalah sebagai berikut :
  1. Objek dari audit opersaional
  2. Untuk membantu manjemen mencapai administrasi operasi yang paling efisien
  3. Untuk mengusulkan kepada manjemen cara-cara dan alat-alat untuk mencapai tujuan apabila manajemen organisasi sendiri kurang pengetahuan tentang pengelolaan yang efisien;
  4. Audit operasional bertujuan untuk mencapai efisiensi dari pengelolaan;
  5. Untuk membantu manajemen, auditor operasional berhubungan dengan setiap fase dari aktivitas usaha yang merupakan dasar pelayanan kepada manajemen
  6. Untuk membantu manajemen pada setiap tingkat dalam pelaksanaan yang efektif dan efisien dari tujuan dan tanggung jawab mereka.
Karakteristik Audit Operasional
Menurut Tunggal A.W (2010,hal.37), “Karakteristik Audit Operasional adalah sebagai berikut:
  1. Audit Operasional adalah prosedur yang bersifat investigative
  2. Mencakup semua aspek perusahaan
  3. Yang diaudit adalah seluruh perusahaan
  4. Penelitian dipusatkan pada prestasi
  5. Pengukuran terhadap keefektifan didasarkan pada bukti atau data dan standar
  6. Tujuan utama audit operasional adalah memberikan informasi kepada pimpinan efektif-tidaknya perusahaan, suatu unit, atau suatu fungsi.
Tahapan Audit Operasional
Bhayangkara, I.B.K (2008,hal.10) menyebutkan bahwa terdapat empat tahap dalam melaksanakan audit operasiona, yaitu:
  1. Preliminary Survey (Survei Pendahuluan)
  2. Review and Testing of Management Control System (Penelaahan dan Pengujian atas Sistem Pengendalian Manajemen)
  3. Detail Examination (Pengujian Terinci)
  4. Report Development (Pengembangan Laporan)
Unsur Temuan Pemeriksaan
Menurut Tunggal, A.W. (2008,hal.186) penyusunan temuan yang baik harus mencakup sebagai berikut :
  1. Kondisi (condition)
  2. Kriteria (criteria)
  3. Sebab (cause)
  4. Akibat (effect)
  5. Rekomendasi (recommendation)
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Hasibuan, M.S.P. (2008,hal.10) mendefinisikan “Manajemen sumber daya manusia adlah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien serta dapat membantu terwujudnya tujuan perusahaan , karyawan, dan masyarakat.”

Fungsi manajemen sumber daya manusia menurut Hasibuan, M.S.P. (2008,hal.21-23) sebagai berikut:
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengadaan
5. Pengembangan
6. Kompensasi
7. Pengintegrasian
8. Pemeliharaan
9. Kedisiplinan
10. Pemberhentian
Blog, Updated at: 04.07

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts