Pendidikan Karakter Menurut Penulis Dan Implementasinya

Pendidikan Karakter Menurut Penulis Dan Implementasinya 
Anak usia sekolah hari ini adalah pemimpin untuk masa sekian belas atau puluh tahun yang akan datang. Jika pendidikan karakter dikembangkan dengan metode doktrin dan pengajaran belaka, niscaya prilaku menyimpang yang terjadi pada masa yang akan dating justru lebih parah dari hari ini. Sebaliknya, pemimpin hari ini yang melakukan prilaku yang tidak berkarakter baik adalah hasil pendidikan belasan atau puluhan tahun yang silam. 

Pengembangan pendidikan karakter tidak hanya dilakukan di sekolah. Pengembangan karakter dapat ditumbuhkembangkan dimana saja siswa berada. Namun demikian, pendidikan karakter perlu dikembangkan dengan keteladanan dari orang dewasa. Apakah di sekolah, di rumah ataupun di tengah lingkungan masyarakat. Lingkungan masyarakat luas jelas memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai estetika dan etika untuk pembentukan karakter. Dari perspektif Islam, menurut Quraish Shihab (1996:321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada “kini dan di sini”, maka upaya dan ambisinya terbatas pada kini dan di sini pula.

Menurut pandangan penulis, pendidikan karakter dimasukkan dalam muatan kurikulum mengacu pada isi Sistem Pendidikan Nasional yang tersebut di atas lalu dituangkan dalam bentuk kalimat sebenarnya agak berlebihan. Karena dalam pembelajaran formal di sekolah merupakan suatu hal yang sudah wajib bahwa pembelajaran ini berarti mendidik dan mengajar. Mendidik mempunyai sasaran pada ranah afektif, yaitu akhlak, budi pekerti, dan budaya. Sedangkan mengajar lebih menekankan pada ranah kognitif dan psikomotorik.

Realita yang ditemui penulis adalah di satu sisi pemerintah dengan giat mewajibkan pendidikan karakter tertuang dalam kurikulum pada setiap jenjang pendidikan, namun system pendidikan itu sendiri menghancurkan pendidikan karakter anak dengan menuntut keberhasilan pendidikan yang dinilai dari keberhasilan Ujian Nasional. Seolah-olah pemerintah mempunyai ketetapan bahwa apabila dalam Ujian Nasional anak dapat lulus dengan nilai akademik baik maka pendidikan dikatakan berhasil. Sehingga untuk mencapai kelulusan proses pendidikan yang diajarka oleh pendidik juga lebih menekankan pada yang penting lulus. Ujian Nasional dirasakan bagaikan momok menakutkan oleh peserta didik, sehingga tidak jarang untuk meraih kelulusan ada siswa yang melakukan tindakan mencontek. Demikian pula pihak sekolah, berupaya dengan apapun caranya agar peserta didik dapat lulus 100%. Pendongkrakan nilai sekolahpun tak ayal lagi dilakukan oleh pihak sekolah apabila diperkirakan nilai akademik siswa dalam hasil Ujian Nasional rendah. Sehingga nilai akhir yang terdiri dari nilai sekolah dan nilai Ujian Nasional dapat mencapai standar kriteria kelulusan.

Pendidikan karakter ini selalu ada dalam setiap kegiatan pembelajaran tanpa harus dituangkan dalam bentuk kalimat yang lebih tampak seperti slogan. Namun yang lebih penting lagi apabila pendidikan karakter ditekankan ketika anak berada di jenjang Sekolah Dasar. Dalam tingkat pendidikan dasar pendidikan karakter didoktrinkan pada jiwa setiap anak dengan contoh-contoh dan kegiatan langsung yang berhubungan dengan karakter. Karena pendidikan karakter anak akan terbentuk baik apabila kita mengetahui bahwa kita lebih mengedepankan figure dan contoh daripada slogan, memprioritaskan praktik daripada teori, dan berpijak terhadap hal yang realistis dan tidak membumbung. Sehingga materi untuk tingkat pendidikan dasar seharusnya lebih ditekankan pada pembentukan karakter anak bukan pada teori-teori suatu mata pelajaran. Apabila pendidikan karakter ini di usia dasar sudah mendogma dalam jiwa anak, untuk langkah pembelajaran selanjutnya ketercapaian tujuan pendidikan akan lebih berhasil tanpa harus menggembar-gemborkan pendidikan karakter yang hanya berupa slogan.
Blog, Updated at: 00.46

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts