Beberapa Hal Mengenai Nasinalisme

Beberapa Hal Mengenai Nasinalisme
1. Pengertian Nasionalisme
Secara etimologis nasionelisme berasal dari kata : Natie = dilahirkan 9keturunan) Nation = bangsa National= cirri khas yang membedakan dengn bangsa lain Nasinalitas = rasa kebangsaaan Nationalist=orarng cinta persatuan/bangsa

Secara etimologis nasionalisme bias didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, Nasionalisme (lama) adalah faham kebangsaan yang berdasarkan kepada kejayaan masa lampau. Kedua, nasionalisme (modern) adalah faham kebangsaan yang menolak penjajahan untuk membentuk Negara yang bersatu berdaulat dan demokrasi.

Pengertian pertama beralku bagi Negara-negara Eropa dan Negara-negara merdeka. Merak merasa sebagai bangsa yang superior yang melahirkan kesombongan dan pada gilirannya menimbulkan imprealisme.

Sedangkan pengertian kedua berlaku bagi Negara-negara yang pernah mengalami msa penjajahan. Dengan perkataan lain, nasionalisme lahir atau merupakam reaksi terhadap imprealisme. Pengertian nasionalisme yang kedua ini merupakan faham modern sebagai hasil dari revolusi Perancis.

Kita boleh membuat rumusan nasionalisme dari berbagai sudut pandang, seperti segi politik, sejarah, sosiologi dan sebagainnya. Namun perlu difahami bahwa nasionalisme adalah hasil proses sejarah manusia yang didsamnya terdapat peranan ideology yang sangat besar.

1. Faktor-faktor Pembentuk Nasionalisme
Factor-faktor yang membentuk nasionalisme adalah factor objektif dan factor subjektif.

Yang termasuk factor objektif adalah bahasa, warnakulit, kebudayaan, adat, agama, wilayah, kewarganegaraan dan ras.

Sedanngkan factor subjektif dari nasionalisme adalah cit-cita, semngat dan keinginan dalam artian timbulnya rasa kesadaran nasional pada bangsa itu sesuai dengan tujuan utamanya adalah terwujudnya Negara nasional.

2. Bebarapa Pandangan Tentang Bangsa
a. Ernst Renan, secara psikologis bangsa adalah satu juwa, satu asas rohani, rasa solidaritas besar, satu rasa dan satu hasil sejarah. Jiwa bangsa itu dibentuk oleh

Factor-faktor sebagai berikut: Kejayaan dimasa lampau Rasa senasib sepenaggungan, dan Keinginan untuk hidup bersama dimasa sekarang dan masa yang akan datang

Ditegaskan pula bahwa yang penting adlah bangsa itu adanya keinginan/persetujuan bersama untuk hidup bersama atu “Le desire Le viva Ensamble”.

b. Otto Bauer, pandangannya secara material. Bangsa merupakan suatu pergaulan yang hidup karena penderitaan yang sama di masa lampau.

3. Beberapa Anggapan Tentang Nationalisme, antar lain:
  • ada yang mempersamakan dengan nsionalisme di Eropayakni sama-sama menginginkan kebebasan.nasionalisme Eropa muncul karena berlebihan, rasa bangga, dan kesombongan. Sedanngkan Asia tenggara nasionalisme muncul karena penderitaan sebagai akibat penjajahan Barat. Nasionalisme sebagai faham modern lahirnya pada abad ke XVIII yang bersumber pada revolusi Prancis deangan semboyan liberte (kebebasan), egalite (persaman) dan frantenite (persaudaraan). Dari semboyan diatas munculah faham modern, liberalisme, demokrasi,dan nasionalisme. Dengan demikian persamaannya terletak pada prinsip-prinsip kebebasan/kemerdekaan. Akn tetapi berbeda dalam corak dan proses sejarahnya.
  • Ada yang mengatakan bahwa nasionlisme itu faham yang sudah usang.
4. Aspek-aspek Nasionalisme
  • Aspek politik anti penjajahan memperjuangkan kemerdekaan, dan membangun kejayaan baru.
  • Aspek ekonomi; menentang eksploitasi ekonomi asing dan menegakkan ekonomi nasional uantuk mencapi kesejahtaraan.
  • Aspek cultural ; menentang pengaruh kebudayaan asing yang negative dan menegakkan kepribadian nasional.
Aspek-aspek diatas timbul sebagai akibat penjajahan dengan sasarn adalah sebagi berikut :
Dominasi politik : tanah jajahan tidak boleh berpolitik Eksploitasi ekonomi : kuraslah hasil kekayan nanah jajahan. Penetrasi kebudayaan : timbulah atau terpengaruhlah kebudayaan tanah jajahan atu “pacific penetration”.

5. Nasionailme Merupakan Proses dari hal-hal berikut:
  • Kesadaran politik dalam hubungannya dengan Negara nasioanal yang merdekadan bersatu
  • Bersumber atau berakar kehidupan di masa lampau
  • Isi dan coraknya berlainan yaknni dipengaruhi oleh situasi dn kondisi setempat
  • Merupakan gejala sosio-politik dan pertumbuhan Negara nasional
  • Merupakan “social force” yang dapat menggoyahkankolonialisme.
  • Rakyat terjajah merasa tidak puas terhadap perlakuan yang tidak adil dn penjajah, antara lain:
Karena penjajah (barat) memberlakukan “color bar”/ garis wrna atau perbedaan warna kulit pada tanah jajahan. Bahwa kulit berwrna lebih rendah segalanya dari kulit putih.

Pengawasan politik yang ketat artinya para pemimpin pribumi tidak boleh berperan dengan alas an bahwa mereka tidak bias memerintah dan kalau pun dilibatkan dalam pemerintahan akan bertindak sewenangwenang.

Pendudukkulit sangt senag diperintah.
Pengawasan ekonomi yang ketat artinya tanah jajahan dikuras habis, sementara penduduk pribumi tidak mampu berekploitasi, hidupnya cenderung konsumtif, dan mereka tidak mempunyai skill.

Pelayanan soosial yang buruk karena penduduk pribumi bodoh, kotor, dan suka menipu. 

Nasionalisme di Asia Tenggara
Nasionalisme di Asia tenggara merupakan faham yang mencerminkan kebangunan bangsa-bangsa Asia tenggara sebagai reaksi terhadap imperialisme barat. Sebagaimana telah diuraikan di atas, bahwa gerakan nasionalisme di Asia Tenggara sangat dipengaruhi oleh kondisi tiap Negara karena akar budaya dan proses yang berbeda, sehingga gerakan tersebut mempunyai keunikan masing-masing.

Aagar memperoleh gambatran yang jelas, dibawah ini akan diuraikan mengenai gerakan nasionalisme dibeberapa Negara Asia tenggara, antara lai Filipina, Vietnam dan Myanmar. Pembahasan yang pertama, gerakan nmasionalisme di Filipina, didasarkan kepada suatu kenyataan bahwa tummbuh dan berkembangnya nasionalisme di Negara tersebut lebih dahulu terjadi dibanting dengan di Asia Tenggara lainnya.

1. Nasionalisme di Filipina
Tahun 1571 manila jatuh ke tangan Spanyol dan mulailah penjajahan Spanyol di Filipina sampai tahun 1898. Tujuan penjajhan Spanyol adalah : Menyebarkan abam Kristen katolik Menjalin hubungan dengan Jepang Merebur perdagangan rempah-rempah

Faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan nasionalisme di Filipina adalah:
Faktor intern:
  • munculnya kaum terpelajar yang berpendidikan barat sehingga mereka mmiliki kesadaran nasional dan berusaha mengembangkannya.
  • Karena perlakuan yang lebih tidak adil terhadap kehidupan bangsa Filipina baik dalam bidang politik, ekonomi, social.
  1. Bidang politik : orang Filipina tidak boleh duduk dalam pemerintahan.
  2. Bidang social : pelayanan terhadap masyarakat dan tentara tidak sama dengan pelayanan terhadap bangsa spanyol.
  3. Bidang ekonomi : terjadi pemerasan terhadap suasana para petani yang dilakukan oleh pemerintah Spanyoldan keum gereja.
  • Rakyat Filipina pernah merasakam suasana Liberal pada masa Gubernur Torre tahun 1869-1871. Maka rakyat lebih cenderung untuk bersifat liberal karena sudah terasa enaknya masa itu.
Faktor Ekstern:
  • Pembukaan Terusan Suez 1869 sehingga memperluas arus informasi dan pengaruh barat masuk ke timut 9Filipina) terutama faham-faham Perancis yang modern seperti faham nasionalisme.
  • Revolusi Industri II, dengan ditemukannya kapal transportasi dan telepon, kapal api, kereta api memperluas daya hubungan dan komunikasi saaat itu, termasuk Filipina.
  • Pengaru Jepang
  • Pengaruh revolusi Cina, turki muda.
Gerakan nasionalis Filipina dibagi fdalam tiga tahap ialah:
  • Gerakan yang berlangsung sampai tahun 1872
  • Gerakan-gerakan yang berlangsung antara tahun 1872-1896
  • Gerakan-gerakan yang berlangsung antara tahun 1896-1901.
GERAKAN –GERAKAN YANG BERLANGSUNG SAMPAI TAHUN 1872
Pada masa ini gerakannya berupa perlawanan-perlawanan secara local ditempat-tempat tertentu timbulnya perlawanan ini disebbkan karena ada perlakuan yang tidak adil yang dialami oleh berbagai lapisan masyarakat seperti kaum petani yang dikuasai tanahnya, kaum gereja dan pegawai yang gajinya kecil. Tokoh agama pun merasa tidak diperlakukan adil karena penguasaan oleh golongan pendeta-pendeta Dominician, sehingga orang-ornagFilipina seperti tidak punya hak. Terbukti saat pendeta Apolinario mengusulkan masalah Wali Josepl di Toyabas malah ditolah golongan Dominican dan bahkan ia ditembaknya.

Pada tahun 1821 terjadi pemberontakn di Novales dari tahun 1842 terjadi di tayabas sebagai cetusan ketidakadilan . Klimaks sikap penjajahan pad tahap awal itu terjadi tahun 1872 ketika pecah pemberontakan di cavite yang dilancarkan oleh kurang lebih 200 orang tentara Filipina yang mendapat dukungan rakyat. Menghadapi kekacauan itu pendeta-pendeta dari Dominican menggunakan kesempatan untuk penumpasan saingannya. Ada tiga pendeta yang tidak disukai oleh Domican, yaitu Jacinto Zamora, Jose Burgos dan Mariano Comes, yang semuanya dijatuhi hukiuman mati. Akibat dari tindakan itu kebencian rakyar lebih dalam, maka kaum terpelajar yang dipimpin oleh Jose Rizal.

GERAKAN YANG BERLANGSUNG ANTAR TAHUN 1872-1896
Terbunuhnya tiga pendeta di atas meluasnya rasa kebencian rakyat Filipina. Semangat anti Spanyol dan dan cita-cita menbebaskan diri dari penjajahan semakin kuat. Pada masa ini muncullah seorang pemimpin muda Jose Rizal. Ia terkenal seorang tokoh nasional yang muda. Disamping itu terkenal juga sebagai seorang dokter lulusan St. Thomes, filsuf, sastrawan pujangga, ahli hokum dan seniman. Upaya yang dilakukannya antara lain mendirikan gerakan propaganda untuk menanamkan persamaan hak di kalangan bangsa Filipina dengan Spanyol serta menuntut kebebasan berbicara, rapat dan berkumpul untuk mengeluarkan pendapat baik secara lisan maupun tulisan. Cara perjuangan yang ditempuhnya adalah menolek cara-cara radikal, mengutamakan cara persuasive untuk membina dan menyadarkan bangasa Filipina yang dilakkukan melalui tulisan dalam mejalahnya “La Solidarided” pimpinan Lopez Jaena.

Melalui tulisan-tulisannya ia meminta agar bangsanya meningkatkan taraf pendidikannya.
Selain majalah juga dua buah novel yang isinya mengecam ppemerintahan spanyol dan tindakan kaum Gereja. Novel pertamanya ialah “noli Me Tangere” tahun 1887 dan novel keduanya ialah “El Filibusterism” yang terbit tahun 1891. Kedua novel tersebut dilarang beredar. Tahun 1982 ia mendirikan gerakan Liga Filipina, sebuah organisasi untuk memajukan bangsa Filipina, tapi kemudian gerakan ini dilarang sehingga iapun ditangkap dan dibuang ke Mindanau. Pengikut-pengikutnya yang sifatnya lebih radikal meminta kepada ia agar mau memberontak, di antaranya Andres Bonifaciio. Ia mendirikan gerakan radikal tahun 1896 dengan nama Katipun Ng mga Anak Ng Bayan yang artinya gerakan persatuan anak rakyat.

Gerakan ini lebih radikal dan bermaksud mengajak Jose Rizal agar mau memberontak. Tahun 1896 di luar pengetahuan Jose Rizal gerakan yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Filipina ini melakukan pemberontakan. Dengan gerakan itu Spanyol menuduh dan menagkap Jose Rizal melakukan pemberontakan. Dalam pertemuan dengan Spanyol, Rizal menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan pemberontakan itu. Tapi tetap Spanyol tetap menyangkal bahwa Rizal tidak setuju dengan gerakan itu dan Spanyol mengatakan bahwa Rizal menyatakan itu karena gerakannya tidak berhasil. Akhirnya Rizal dihukum mati. Oleh pemerintahan Spanyol pada bulan Desember 1896. Sedangkan Bonifacio dapat melarikan diri.

Gerakan yang berlangsung antara tahun 1896-1901
Periode ini diisi dengan pemberontakan-pemberontakan melawan Spanyol yang dimulai dengan pecahnya pemberontakan Katipun, yang perjuangannmya menggunakan senjata. Pemberontakan Katipunan gagal yang kemudian munculah seorang tokoh pergerakan baru yaitu Emilio Aguinaldo. Ia lahir 1869 di Kalfit. Ia seorang pejuang yang radikal yang melanjutkan pemberontakan Katipunan yang dipimpin oleh Andres Bonifaciio. Tahun 1897 Ia terpilih sebagai ketua dan Bonaficiio sebagai sekretarisnya. Karena antara dua tokoh ini terjadi persaingan maka terjadilah pembunuhan terhadap Andres Bonaficio. Gerakan Katipunan yang dipimpin oleh Emilio ini tidak dapat dihancurkan oleh Spanyol, sehingga gubernur Jendral Primo de Rivera mengajukan perdamaian kepada Emilio Aguinaldo, maka ditanda tanganilah perjanjian Biac-na-bato Desember 1897.

Isiperjanjian tersebut adalah:
  1. Angunaldo meletakkan jabatan sebagai ketua dan menghentikan perlawanan.
  2. ia mengasingkan diri ke Hongkong seumur hidup dan akan diberikan uang 800 ribu peso oleh pemerintahan Spanyol.
  3. pemerintahan Spanyol akan memberikan ganti rugikepada Petani 900.000 peso.
Namun kedua belah pehak tidak mentaati perjanjian itu terutama Spanyol yang tidak membayar seluruh ganti rugi kepada Filipina, Angunaldo sendiri hanya diberi setengahnya, dan uang yang diberikan Spanyol oleh Angunaldo dibelikan persenjataan untuk dipakai memberontak Spanyol.

Sementara itu, tahun 1898 timbul suasana tegang dan permusuhan antara AS dengan Spanyol yang bermula terjadi di Cuba. Permusuhan ini meluas ke Filipina dan Amerika bermaksud mengusir Spanyol dari Filipina. Pimpinan Armada Dewey sampai diteluk Filipina bulan Mei armada tersebut, dengan harapan setelah Spanyol kalah Filipina dimerdekakan Aguinaldo akan dijadikan Presiden. Pada bulan Agustus 1898 Spanyol menyerah. Setelah spanyol kalah AS tidak memberikan kemerdekaan kepada Filipina, akibatnya Agunaldo memproklamirkan republic Filipina tahun 1899 di Malolos. Dengan dibentuknya republic Filipina terebut Amerika bertindak tugas terhadap Agunaldo dan akhirnya Agunaldo ditangkap dan iapun menyerah. Pada bulan Maret 1901 pemberontakan Agunaldo berakhir pada 19 April 1901 dia meletakan senjata.

Filipina Pada Masa Amerika
Filipina jatuh ketangan As tanggal 10 desember 1898 setelah perjanjian Paris. Amerika tidak bermaksudkan untuk kemerdekaan Filipina, ini terbukti saat Emiliano Agunaldo menuntut tidak dihiraukan dan tidak dikabulkan. Pemberontakan Emilio sampai tahun 1901 untuk merebut kemerdekaan. Pemberontakan Emilio gagal dan Amerika menyatakan bahwa menguasai Filipina bukan untuk kesenangan Amerika tapiuntuk kepentingan Filipina. 

Setelah tahun 1898 politik isolasi Amerika berakhir dan lahirlah Dokrin Monroe. Sejak tahun 1901 pemerintahan USA mengadakan politik pembaharuan dalam system pemerintahan di Filipina. Tahun itu pula dibentuk Filipina Comision yang dikepalai oleh Gubernur Sipil. Yang menjalankan pemerintahan sipil di Filipina Assembly pada tahun 1907. kebijaksanaan ini didasari oleh janji Presiden Amerika Mc. Kinley antara lain:
  • bahwa pemerintah di Filipina terbentuk dengan maksud untuk kebahagiaan, kesejahtaraan, kedamaian, bangsa Filipina sendiri. Jadi di sini pemerintah Amerika tidak melakukan kesewenang-wenangannya.
  • Pemerintahan Filipina berdasarkan pada peraturan dan undang-undang yang berlaku, serta adapt istiadat yang ada yang akan dipatuhi dan didasarkan oleh Amerika dalam menjalankan pemerintahannya.
  • Pemerintahan akan menjunjung tinggi hak dan asasi manusia
  • Pemerintah akan memperhatikan sungguh-sungguh masalah kepamilikan tanah
  • Pemerintah menghormati kebebasan beragama
  • Peningkatan dan pemerataan pendidikan dan penggunaan bahasa Inggris di masyarakat akan diperhatikan pemerintah.
Tahun 1919 Filipina menuntut kemerdekaan penuh, tuntutan ini dijawab Amerika dengan didirikannya Word Forbes Comission, pada tahun 1922 misi ini menyatakan laporannya bahwa Filipina belum saatnya merdeka maka hal ini harus ditangguhkan, namun Amerika membimbing Filipina untuk menuju kea rah kemerdekaan.

Tahun 1934 Amerika mengeluarkan undang-undang yang dikenal dengan The Tyaings Mc Duffie Act. Yang isisnya bahwa America akan memnerikan status Commonwealth kepala bangsa Filipina. Dan ini baru diwujudkan 4 Juli tahun 1936 dengan penegasan bahwa Commonwealth ini merupakan bentuk masa peralian dari situasi penjajahan kesituasi kemerdekaan penuh.

Sepuluh tahun kemudian tanggal 4 Juli 1946 Filipina diberi kemerdekaan oleh Amerika yang mana hari itu sama dengan kemerdekaan Amerika. Presiden Filipina I pada masa Commonwealth adalah Manuel Quezon.

2 Nasionalisme di Vietnam
Pada akhir abad XIX seluruh Indo Cina (Laos, Vietnamdan Kmboja) jatuh ketangan Perancis. Pada setiap bagian Indo Cina, Prancis menjalankan pemerintahnnya sendiri-sendiri, sejak Vietnam dikuasai perancis gerakan nasionalisme Vietnam mulai bangkit.

Gerakan nasionalisme Vietnam terdiri atas 3 periode:
a. periode 1913-1917
b. periode 1917-1930
c. periode 1930

1. Periode tahun 1913-1917 
Gerakan nasionaisme Vietnam adalah kuang Phuc Hoi/ partai Restorasi Vietnam/partai pemulihan Vietnam didirikan pad tahun 1913. tokohnya antara lain : Phan Poi Cau, dan Phan Trinh. Tujuannya : Menciptakan Vietnam yangmodern Meniru kemajuan yang telah di capai Jepang.

Dalam mencapai tujuannya mereka ingin membebaskn diri dengan jalan kekerasan dan untuk itu minta bantuan Jepang. Sedangkan dalam menciptakan Vietnam yang modern mereka dipengaruhi faham modern dari Revolusi Prancis. Mereka mengerti betul slogan Liberte, Egalite dan Fraternite. Disamping itu banyak membaca tuisan-tulisan Rousseau, Mostesqieau, dan Voltaire. Kaum nasionalis Vietnam sadar bahwa kondisi Vietnam sangat jauh dari ide-ide/faham modern.

Gerakan ini gagal karena sangat radikal. Pemimpinnya ditangkap.

2. Periode tahun 1917-1930

  • The Constitutionalist Party (Partai Konstitusi). Partai ini berdiri tahun 1923 dengan anggotanya terdiri atas : Pegawai Negeri, cerdik pandai dan pemilik tanah pemimpinya adlah : Bui quang Chien dan Nguyen Phan long. Beberpa tuntutan terhadap pemerintah Prancis antar lain: Menuntut konstitusi bagi Vietnam Menurut peluang untuk ikut dalam pemerintahan, bagi bangasa Vietnam Menuntut hak untuk mendirikan perkumpulan dan rapat bagi orang Vietnam Meminta kebebasan Pres. Akan tetapi pemerintahan perancis menolak mentah-mentah tuntutan diatas.
  • The Vietnam People Progresive party (Partai progresif rakyat Vietnam). Partai ini berdiri pada tahun 1926 dangan dipimpin oleh Pham Quynh. Partai iani bersikap moderat perjuangannya menuntut terjalinnya kerja sama dengan pemerintah Perancis, mengadakan pembaharuan. Akan tetapi pemerintah Perancis menolakmentah-menta, sehingga partai ini menjadi gerakan di bawah tanah.
  • Gerakan Cao Dai, didirikan tahun 1926. gerakan ini bercorak agama Budha. Tokohnya adalah Coung De, di samping itu beberapa orang dari partai Konstitusi masuk dalam organisasi ini. Perjuangannya sangat keras menentang Perancis dengan menuntut agar Coung De kembali moderat banyak yang memberontak karena sikap pemerintah Perancis yang reaksioner.
  • Partai kebanggsaan Vietnam (Vietnam Quoc Dan Dang). Pada tahun 1927 Nguyen Thai Hoc membentuk Vietnam Quoc dan Dang (Partai Kebangsaan Vietnam). Tujuannya adalah menggulingkan pemerintahan Kolonial Prancis dan kemudian mendirikan sebuah republic ala Cina. Partai ini mendapat dukungan dari Koemintang (partai kebangsan Cina). Meskipun didirikan oleh sekumpuna penerbit, anmggota ini meliputi guru, pelajar dan tentara. Pada tahun 1930 pasukan tentara di Teluk Yen memberontak dan membunuh semua pegawai Prancis. Kekacauan yang terjadi dapt segera dipadamkan Prancis pada bula Juni 1930. Nguyen Thai Hoc dan 12 orang tokoh lainnya ditangkap dan dibunuh dengan dipenggal kepalanya. Disamping kekejaman terhadap pemimpinnya, ternyata rakyat Vietnam banyak yang menjadi korban pembunuhan besar-besaran oleh Frenc Foreign legion (Pasukan Luar Prancis).
  • Partai komunis Vietnam. Dengan hancurnya partai nasionalis, mak timbulah kekosongan gerakan perlawanan. Partai komunis berusaha untuk mengisinya yang dipimpin oleh Ho Chi Minh. Ho Chi Minh yang nama aslinya Ngu Yen Ai Quoc adalah anak seorang petani yang lahir 1890. ia pernah tinggal lama di Prancis dan Inggris dan menjadi juru masak selama 4 tahun. Ia banyak berkenalan dengan tokoh-tokoh nasionalist Vietnam seperti Phan Chou Trinh dan banyak bergaul dengan tokoh komunis tahun 1920 ia jadi anggota partai sosialis Prancis kemudian aktif menjadi anggota partai komunis Prancis. Ia lama juga bermukim di Rusia dengan memperdalam prinsif-prinsif komunis dan revolusi. Kemudian bekerja sama dengan golongan Kuo Min Tang di Cina, oleh karena itu dalam dirinya terdapat dua pengaruh, yaitu nasionalisme dan komunis. Ketika ia tinggal di Kanton ia pernah mendirikan persatuan pemuda revolusi Vietnam , para pemuda digembleng dan disebarkan ke seluruh Vietnam untuk melaksanakan kaderisasi. Kesatuan ini berubah menjadi Partai Komunis. Partai ini dikendailkkan di Kanton (Cina) kemudian di Hong Kong laudipindahkan ke Vietnam (Hai Phong). Gerakan Ho Chi Minh adalah merebut kemerdekan Vietnam dan kemudian melaksanakan dua hal pembaguna bangsa untuk mencapai komunisme, yaitu : Ia membolehkan terbentuknya Negara demokrasi mdan bejuang (Negara demokrasi tetapi didalamnya terdapat orang-arang kaya yang bersifat borjuis). Ia akan melaksanakan revolusi Proletar artinya Negara itu dikuasai oleh kaum buruh.
Program partai komunis ini banyak menari perharian rakyat terutama bagi golongan :
  • golongan nasionalis yang dulu mengikitim partai Viet Nam Quoc Dan Dang, karena partai komunis lebih kompak terpadu dan kuat
  • kaum petani pun tertarik karena partai komunis menjanjikan akan membagikan tanah bagi para petani tersebut.
Blog, Updated at: 22.33

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts