Kajian Relevansi Lulusan Jurusan Pendidikan Geografi

Kajian Relevansi Lulusan Jurusan Pendidikan Geografi 
Keberhasilan pendidikan tinggi adalah aspek relevansi. Aspek relevansi ini, perguruan tinggi dituntut mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing dan siap berkiprah dalam pembangunan. Daya saing lulusan yang ditunjukkan melalui masa tunggu mendapatkan pekerjaan pertama, keberhasilan lulusan berkompetisi dalam seleksi, dan gaji yang diperoleh. Relevansi (kesesuaian) pendidikan lulusan ini ditunjukkan melalui profil pekerjaan (macam dan tempat pekerjaan), relevansi pekerjaan dengan latar belakang pendidikan, manfaat mata kuliah yang diprogram dalam pekerjaan, saran lulusan untuk perbaikan kompetensi lulusan. Selain itu, relevansi pendidikan juga ditunjukkan melalui pendapat pengguna lulusan tentang kepuasan pengguna lulusan, kompetensi lulusan dan saran lulusan untuk perbaikan kompetensi lulusan.

Seberapa besar lulusan perguruan tinggi mampu berkiprah dalam pembangunan sesuai relevansi pendidikannya dapat dilakukan upaya penelusuran terhadap lulusannya (Tracer Study). Tracer Study merupakan pendekatan yang memungkinkan institusi pendidikan tinggi memperoleh informasi tentang kekurangan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan dan proses pembelajaran dan dapat merupakan dasar untuk perencanaan aktivitas untuk penyempurnaan di masa mendatang. Hasil Tracer Study dapat digunakan perguruan tinggi untuk mengetahui keberhasilan proses pendidikan yang telah dilakukan terhadap anak didiknya. Bahkan dalam program hibah kompetisi maupun akreditasi selalu mempersyaratkan adanya data hasil Tracer Study tersebut melalui parameter masa tunggu lulusan, persen lulusan yang sudah bekerja, dan penghasilan pertama yang diperoleh.

Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) sebagai salah satu insitusi lembaga pendidikan penghasil tenaga kependidikan pada pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang dapat diserap dunia kerja sesuai dengan kompetensi pendidikan yang diperolehnya. Jurusan ini menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pedagogik pada mata pelajaran geografi di satuan pendidikan menengah. Sejak tahun 2003, Jurusan Pendidikan Geografi menggunakan kurikulum tahun 2002 dan mengalami perubahan lagi pada tahun 2009. Selama kurun tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 Jurusan Pendidikan Geografi telah meluluskan mahasiswanya sebanyak 246.orang. Selama kurun waktu tersebut belum pernah dilakukan penelusuran lulusan berkaitan dengan kualitas pendidikan dan relevansi antara kompetensi dengan kebutuhan pasar. Kualitas pendidikan dimaksud adalah berkaitan dengan ketepatan kurikulum di Jurusan Pendidikan Geografi UNY dengan penerapannya di lapangan (kebutuhan pasar kerja). Selain kualitas lulusan dapat dilihat dari ketepatan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja, dan sesuai dengan parameter akreditasi dan proposal pendanaan bersaing.

Salah satu tahapan kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengetahui antara kompetensi dengan kebutuhan pasar adalah Tracer Study. Tracer Study dapat mengukur dan melacak kinerja lulusan sehingga dapat diperoleh indikator yang jelas tentang profil lulusan dari Jurusan Pendidikan Geografi terutama selama kurun 2005 sampai dengan 2009. Profil lulusan ini setidaknya meliputi tiga hal yang diperlukan syarat akreditasi yaitu masa tunggu lulusan, persen lulusan yang sudah bekerja, dan penghasilan pertama yang diperoleh. 

Harald Schomburg (2003: 11) mendefiniskan Tracer Study merupakan pendekatan yang memungkinkan institusi pendidikan tinggi memperoleh informasi tentang kekurangan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan dan proses pembelajaran dan dapat merupakan dasar untuk perencanaan aktivitas untuk penyempurnaan di masa mendatang. Informasi yang diberikan oleh lulusan yang berhasil di profesinya diperlukan misalnya informasi tentang pengetahuan dan penampilan yang relevan (hubungan antara pengetahuan terhadap ketrampilan dan tuntutan pekerjaan, area pekerjaan, posisi profesi). Selain itu, para lulusan dapat juga diminta.untuk menilai kondisi studi yang mereka alami selama mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Tracer Study dapat juga digunakan sebagai kegiatan mencari informasi tentang kebutuhan stakeholder terhadap alumni. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengumpulkan informasi dan masukan yang relevan dari lulusan terkait dengan "learning dan working experience" yang dialami oleh lulusan guna pengembangan Perguruan Tinggi. Menurut Schomburg (2003) tujuan utama dari kegiatan Tracer Study adalah untuk mengetahui/mengidentifikasi kualitas lulusan di dunia kerja, sedangkan tujuan khusus Tracer Study adalah : 
  1. Mengidentifikasi profil kompetensi dan keterampilan lulusan. 
  2. Mengetahui relevansi dari pelaksanaan kurikulum yang telah diterapkan di perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dan pengembangan professional di dalam kompetensi jurusan. 
  3. Untuk mengevaluasi hubungan dari kurikulum dan studi di jurusan sebagai pengembangan keilmuan. 
  4. Sebagai kontribusi dalam proses akreditasi jurusan.
Penelusuran lulusan (Tracer Study) adalah salah satu hal strategis yang harus dilakukan oleh setiap institusi pendidikan. Setidaknya ada tiga manfaat yang bisa diperoleh dari pelaksanaan kegiatan ini, yaitu: 
  1. Mengetahui stakeholder satisfaction, dalam hal ini lulusan, terkait dengan learning experiences yang mereka alami, untuk dijadikan alat eveluator kinerja institusi. 
  2. Mendapatkan masukan yang relevan sebagai dasar pijakan pengembangan institusi, terkait dengan kemampuan bersaing, kualitas, dan working experiences lulusan yang bisa digunakan untuk menangkap kesempatan dan menanggulangi ancaman ke depan. 
  3. Meningkatkan hubungan lulusan dan almamater, karena apabila dilihat dari pengalaman institusi-institusi pendidikan terkenal, ikatan lulusan dan almamater yang kuat akan banyak membawa banyak manfaat kepada almamater seiring dengan diakuinya kiprah lulusan di masyarakat.
Profil Lulusan Jurusan Pendidikan Geografi 
Profil lulusan menggambarkan kompetensi lulusan Jurusan Pendidikan Geografi. Profil lulusan ini meliputi tiga hal yang yaitu masa tunggu lulusan, persentase lulusan yang sudah bekerja, dan penghasilan pertama yang diperoleh. Data ini sangat diperlukan untuk isian boring akreditasi.

Masa tunggu lulusan Jurusan Pendidikan Geografi merupakan lama waktu menunggu sampal mendapatkan pekerjaan yang pertama kali sesudah lulus sarjana yaitu dihitung setelah yudisium. Rentang waktu masa tunggu lulusan dikelompokkan menjadi < 8 bulan, 8-16 bulan, 17-24 bulan, 25-32 bulan, dan >32 bulan. Sedangkan lainnya merupakan masa tunggu lulusan dari Jurusan Pendidikan Geografi yang lebih dari satu tahun, tetapi awalnya berkehendak untuk tidak bekerja (seperti; memilih menjadi ibu rumah tangga karena keuangan keluarga sudah dijamin suami, melanjutkan studi lanjut, atau ada larangan).

Persentase lulusan yang sudah bekerja merupakan jumlah lulusan Jurusan Pendidikan Geografi dari tahun penelitian yang sudah bekerja dibandingkan jumlah lulusan pada tahun penelitian. Penghitungan persentase lulusan yang sudah bekerja ini dihitung berdasarkan data yang diperoleh. Penghasilan pertama yang diperoleh lulusan Jurusan Pendidikan Geografi dalam pekerjaan pertamanya. Penghasilan dikelompokkan berdasarkan data yang diperoleh. Asumsi yang dibuat untuk menghitung rentangan terendah diperoleh dari honorarium guru honorer (diluar Pegawai Negeri Sipil) dikali jumlah jam minimal dari mata pelajaran geografi atau IPS di sekolah. Berdasarkan hitungan tersebut dibuat rentangan sebagai berikut: 100.000-1.080.000, 1.081.000-2.060.000, 2.061.000-3.040.000, 3.041.000-4.020.000, dan 4.021.000-5.000.000. 

Kompetensi Lulusan Jurusan Pendidikan Geografi
Jurusan Pendidikan Geografi diselenggarakan dengan visi dan misi serta tujuan utama untuk menghasilkan tenaga terdidik di bidang Pendidikan Geografi, yang mempunyai kemampuan akademik profesional. Alumni Jurusan Pendidikan Geografi sebagian besar telah bekerja sebagai guru. Namun dengan kurikulum yang fleksibel serta pengetahuan yang diperoleh selama studi, diantara alumni ada yang bekerja di luar bidang kependidikan. Banyaknya alumni yang telah diluluskan dan calon mahasiswa yang berminat memasuki Jurusan Pendidikan Geografi, merupakan tantangan dan sekaligus harapan agar lulusan Jurusan Pendidikan Geografi senantiasa mampu bersaing dan memiliki profesionalitas yang tinggi di bidang kerjanya. Ketatnya persaingan di pasar kerja menuntut tingkat profesionalitas yang tinggi, baik di bidang kependidikan maupun di luar bidang kependidikan. Oleh karena itu evaluasi terhadap kurikulum, silabi, dan proses pembelajaran senantiasa dilakukan secara periodik agar dapat membekali mahasiswa dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat. 

Visi Jurusan Pendidikan Geografi, yakni: membangun lulusan yang memiliki kecerdasan intelektual dan kearifan sosial yang berdimensi moral dalam menghadapi tuntutan tenaga kependidikan bidang Geografi yang berkualitas. 

Misi Jurusan Pendidikan Geografi: 
  1. menyelenggarakan proses pendidikan akademik yang profesional di bidang Geografi, 
  2. menumbuhkembangkan sikap dan kemampuan tenaga kependidikan Geografi melalui kegiatan penelitian untuk kepentingan pendidikan, pengajaran, dan perkembangan ilmu, 
  3. menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat sebagai pengamalan ilmu (pengetahuan) dan keterampilan. 
Tujuan Jurusan Pendidikan Geografi menghasilkan:
  1. guru Geografi yang kompeten dan profesional, 
  2. guru Geografi yang mampu dan terampil dalam melaksanakan penelitian untuk kepentingan pembelajaran, pembangunan, dan pengembangan ilmu, 
  3. guru Geografi yang memiliki keunggulan kompetitif. 
Berdasarkan visi, misi, dan tujuan yang sudah dirumuskan, Jurusan Pendidikan Geografi perlu dikelola dengan baik, agar diperoleh efisiensi dan efektivitas penggunaan berbagai sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu rencana pengembangan Jurusan Pendidikan Geografi memprioritaskan pada pengembangan ketenagaan, proses pembelajaran, dan sarana. Hasil semua usaha pengembangan tersebut adalah meningkatnya kualitas lulusan yang pada saatnya nanti akan meningkatkan kualitas pembelajaran Geografi di sekolah. 

Menghadapi perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini, maka Jurusan Pendidikan Geografi menetapkan rencana strategisnya dengan meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam menguasai teknologi pembelajaran Geografi. Masuknya mata kuliah Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Penginderaan Jauh (PJ) semakin mendorong pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis teknologi informasi. Untuk menghadapi era global, kemampuan bahasa Inggris bagi dosen dan mahasiswa menjadi kebutuhan yang sangat penting. Semua rencana tersebut disusun dalam rangka peningkatan kualitas lulusan, life skill, dan relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar kerja. 

Usaha ke arah peningkatan kualitas lulusan harus didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dan ketenagaan yang memadai, sehingga pengguna lulusan akan memperoleh keyakinan bahwa lulusan Jurusan Pendidikan Geografi adalah calon guru yang profesional. 

Pengembangan Jurusan Pendidikan Geografi pada bidang Pendidikan dan Pengajaran yang terkait dengan relevansi kurikulum untuk kebutuhan pasar kerja dapat dideskripsikan secara singkat sebagai berikut. Jurusan Pendidikan Geografi merupakan pelaksana bidang pendidikan dan pengajaran di perguruan tinggi. Kegiatan utama ini merupakan pelaksanaan kurikulum yang telah disusun. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum perguruan tinggi akan menghasilkan lulusan yang berkualitas, dan mampu bersaing dalam pasar kerja. Usaha ke arah itu perlu diupayakan secara optimal hingga menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Melaksanakan pembelajaran “belajar bagaimana cara belajar” (learning how to learn) adalah strategi pembelajaran yang ditempuh untuk mewujudkan keinginan tersebut. Rencana pengembangan Jurusan Pendidikan Geografi dalam bidang pendidikan dan pengajaran meliputi:
  1. proses pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pasar kerja, 
  2. optimalisasi hasil belajar mahasiswa, 
  3. penggunaan metode pembelajaran yang menekankan pada “belajar bagaimana cara belajar” (learning how to learn) yang dapat membangun kemandirian belajar mahasiswa, dan 
  4. menciptakan atmosfer akademik yang kondusif untuk pengembangan jurusan.
Berdasarkan gambaran di atas, maka kami melakukan Tracer Study bagi lulusan Jurusan Pendidikan Geografi FISE UNY. Hal yang diangkat dalam kajian ini yaitu, bagaimana profil lulusan Jurusan Pendidikan Geografi dan bagaimanakah lifeskill dan materi kuliah yang diperoleh lulusan selama kuliah terhadap pekerjaan sebagai guru.
Blog, Updated at: 19.35

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts