Pembelajaran Menulis Resensi Cerpen Dengan Menggunakan Active Learning Melalui Teknik Group To Group

Pembelajaran Menulis Resensi Cerpen Dengan Menggunakan Active Learning Melalui Teknik Group To Group 
Bahasa berperan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan bahasa, manusia dapat menyampaikan pendapatnya, keinginan, maupun perasaannya. Sebaliknya, dengan bahasa kita dapat mengetahui apa yang diinginkan orang lain, baik mengerti perasaannya, pikirannya maupun pendapatnya. Bahasa berperan sangat besar dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, bahasa juga memiliki peranan yang sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emusional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut dan menemukan serta menggunakan kemampuan analistis dan imajinatif yang ada dalam dirinya.

Mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam meresensi cerpen merupakan Standar Kompetensi dalam menulis untuk siswa SMA dan MA.Standar Kompetensi tersebut ada pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI Semester 1 dengan Kompetensi Dasar mengaplikasikan prinsip-prinsip penulisan resensi. Berangkat dari hal tersebut, kita mengetahui keterampilan menulis resensi merupakan pembelajaran yang harus dikuasai siswa.

Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek penting dalam proses komunikasi (Tarigan,2008:19), karena dengan menulis kita bisa menyampaikan ide-ide atau perasaan kita yang dapat kita tuangkan ke dalam tulisan. Melalui menulis, kita dapat mengekspresikan berbagai macam ekspresi yang kita rasakan seperti perasaan senang, sedih, kecewa, putus asa, menyerah atau yang lainnya.

Keterampilan menulis merupakan kemampuan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan memakai bahasa tulisan yang baik sesuai kaidah kebahasaan. Selain itu, menulis harus dilakukan secara efektif dan efisien, mengingat menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif.

Sekait dengan menulis sebagai salah satu aspek berbahasa dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA dan MA, siswa dituntut untuk mampu mengorganisasikan pemikiran, ide dan perasaannya dalam berbagai bentuk tulisan baik sastra maupun non sastra. Salah satu tulisan dalam ranah kebahasaan adalah meresensi.

Sudjiman (1984:32) Resensi adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.

Permasalahan pembelajaran menulis menurut hasil observasi penelitian melalui wawancara dengan guru bidang studi Bahasa Indonesia. peserta didik mengalami kesulitan dalam kemampuan berbahasa terutama pada keterampilan menulis. Hal itu disebabkan karena peserta didik sulit memilih kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang hendak mereka sampaikan, mereka juga kesulitan dalam mencari ide untuk membuat suatu karya berupa tulisan, karena adanya permasalahan tersebut perlu diadakan pembelajaran yang lebih intensif agar para peserta didik dapat memperkaya pembendaharaan kosa kata, dan dapat memperoleh lebih banyak ide atau inspirasi untuk menulis. 

Beberapa faktor permasalahan di atas, timbul keinginan peneliti untuk menerapkan teknik group to group dalam pembelajaran menulis resensi. Penelitian ini menitikberatkan teknik group to group dalam pembelajaran menulis resensi karena teknik group to group digunakan untuk mengatasi hambatan dalam memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan potensinya secara berkelompok

Teknik group to group merupakan salah satu teknik pembelajaran aktif yang memanfaatkan kelompok belajar untuk memaksimalkan belajar. Kelompok dibuat heterogen untuk menghindari penguasaan pada proses pembelajaran oleh salah satu kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan topik yang berbeda. Teknik group to group merupakan gabungan dari metode diskusi, Tanya jawab dan mengajarkan teman sebaya. 

Penerapan dari teknik ini mempunyai kelebihan yaitu membiasakan siswa untuk bekerja sama, bermusyawarah, bertanggung jawab, menghormati pandangan atau tanggapan siswa lain, menumbuhkan sikap ketergantungan positif dan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan potensinya.

A. Kajian Teori
1. Active Learning
Active learning merupakan cara belajar yang menuntut siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar serta menggali seluruh kemampuan siswa melalui kreatifitas dan bakat siswa yang dirangsang oleh guru kemudian direspon oleh siswa. Silberman (2009:3).

2. Teknik Group to Group
Teknik group to group adalah salah satu teknik dari active learning. Menurut KBBI teknik adalah metode atau sistem mengerjakan sesuatu.

Prosedur Penerapan Teknik Group to Group
  • Pilihlah topik yang mencakup tentang perbedaan ide, kejadian, posisi, konsep, dan pendekatan, untuk ditugaskan. Topik haruslah sesuatu yang mengembangkan sebuah pertukaran pandangan atau informasi (kebalikan teknik debat). Berikut beberapa contoh:
  1. Dua pertempuran terkenal selama Perang Saudara.
  2. Ide dua orang penulis atau lebih.
  3. Tahapan perkembangan anak.
  4. Cara-cara berbeda untuk pengembangan nutrisi.
  5. Perbedaan sistem pengoperasian komputer. 
  • Bagilah kelas ke dalam kelompok sesuai jumlah tugas. Dua sampai empat kelompok cocok untuk aktivitas ini. Berikan cukup waktu untuk memersiapkan penyajian topik yang telah mereka kerjakan. Contoh: kelompok 1 membahas sebuah buku karya James Balwin, dan kelompok 2 membahas karya Tony Morrisson.
  • Ketika fase persiapan selesai, mintalah kelompok memilih seorang juru bicara. Undanglah setiap juru bicara menyampaikan kepada kelompok lain.
  • Setelah presentasi singkat, doronglah peserta didik bertanya pada presenter atau tawarkan pandangan mereka sendiri. Biarkan anggota juru bicara kelompok merespon.
  • Lanjutkan siswa presentasi agar setiap kelompok memberikan informasi dan merespon pertanyaan serta komentar peserta. Bandingkan dan bedakan pandangan dan informasi yang saling ditukar. 
3. Pembelajaran
Pembelajaran merupakan akumulasi dari konsep mengajar (teaching) dan konsep belajar (learning). Penekanannya terletak pada perpaduan antara keduanya, yakni kepada penumbuhan aktivitas subjek didik. Konsep tersebut dapat dipandang sebagai suatu sistem, sehingga dalam sistem belajar ini terhadap kompenen-kompenen siswa atau peserta didik, tujuan, materi, untuk mencapai tujuan, fasilitas dan prosedur serta alat atau media yang harus dipersiapkan. Daryono (2012:19)

4. Menulis
Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Tarigan (2008:22)

5. Resensi
Nurudin (2009:5) Resensi buku adalah kegiatan dengan memberikan penilaian- penilaian terhadap sebuah buku, menginformasikan data buku dengan tujuan menginformasikan pada masyarakat lewat media masa (cetak atau elektronik). Karena tujuannya memberikan informasi pada masyarakat, maka meresensi buku tidak sekedar meringkas sebuah buku, tetapi juga memberikan informasi lain agar masyarakat tertarik untuk membaca buku itu.

Tinjauan Kurikulum
Meninjau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006, maka dijelaskan bahwa kedudukan pembelajaran menulis resensi dalam KTSP berada di kelas XI semester 1. 

1. Standar kompetensi
Menulis
Mengungkapkan informasi melalui penulisan resensi

2. Kompetensi dasar
Mengaplikasikan prinsip- prinsip penulisan resensi

B. Metode
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu Sugiono (2011:2).

Desain penelitian yang digunakan peneliti adalah One-Group Pretest-Postest Design. Dimana desain ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaaan sebelum diberi perlakuan Sugiyono (2011:75).

Desain tersebut dapat dilihat dari gambar di bawah ini :

O1 = nilai pretest (sebelum diberi perlakuan)
O2 = nilai posttes (setelah diberi perlakuan)
Pengaruh perlakuan terhadap hasil kerja siswa = (O2 – O1)

HASIL DAN PEMBAHASAN
Data yang disajikan merupakan data hasil belajar kelas XI dalam menulis resensi. Data tersebut diperoleh dari hasil tes awal dan tes akhir data yang diperoleh kemudian diolah sehingga menghasilkan data pretes 4,32 dan postes 7,25. 

Pada tahap selanjutnya penulis mencari selisih nilai rata-rata pretes dan protes. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penulis dalam melaksanakan pembelajaran menulis resensi cerpen dengan menggunakan teknik Group to Group pada siswa kelas XI. Berdasarkan perolehan nilai pretes dan postes yang telah diuraikan tersebut, maka diperoleh selisih nilai sebagai berikut.

Selisih nilai = 
Selisih nilai = 7,25 – 4,32
Selisih nilai = 2,93

Berdasarkan analisis data tersebut dapat diketahui bahwa nilai yang diperoleh siswa dari pretes ke postes mengalami peningkatan sebanyak 2,93 Selanjutnya penulis mencari perbedaan yang signifikan antara pretes dan postes 

Dengan rumus tersebut diketahui koefesien t yang akan menentukan berhasil tidaknya proses belajar mengajar. Adapun langkah-langkah t tes tersebut dapat diuraikan sebagai berikut
  1. Mencari mean dari perbedaan hasil pretes dan postes dengan rumus
  2. Mencari kuadrat deviasi dengan rumus:
  3. Mencari koefesiensi dengan rumus
  4. Mencari t tabel dengan signifikansi 5% dan taraf kepercayaan 95%
  5. Mencari signifikansi koefisiensi t dengan ketentuan sebagai berikut
Jika t hitung < t tabel, maka hipotesis diterima.
Jika t hitung > t tabel, maka hipotesis ditolak.

Berdasarkan hasil pengolahan data pretes dan postes, diperoleh sebagai berikut:
Pretes (X1)
Postes (X2)
d (X1-X2)
d2
86,5
145
58,5
=191,75
Dari data yang terdapat dalam tabel tersebut, dapat dilakukan perhitungan t tes sebagai berikut :
1. Mencari mean dari perbedaan hasil pretes dan postes dengan rumus 
2. Mencari kuadrat deviasi dengan rumus: 
3. Mencari koefesiensi dengan rumus 
4. Persentase peningkatan hasil tes awal (pretes) dengan tes akhir (postes). Pn = 2,9 %
5. Melihat t pada tabel dengan tarif signifikan 5%= 0,005 pada taraf kepercayaan 95% - 0,095 terlebih dahulu menentukan db dengan rumus:
Db= N-1
Db= 20-1
Db= 19

Setelah itu, menghitung nilai t pada tabel dengan menggunakan rumus:
t tabel = 95% (d.b)
t tabel = 95% (19)
t tabel = 1,73 

6. Menguji koefisiensi t
Nilai t tabel = 1,73 ternyata t hitung > t tabel ( 12,69 > 1,73 ). Artinya perbedaan antara nilai pretes dan postes kelas XI signifikan. Hasil ini menunjukan bahwa pembelajaran menulis resensi cerpen dengan menggunakan Active Learning melalui teknik Group to Group pada siswa kelas XI memberikan hasil yang baik.

DAFTAR PUSTAKA
  • Daryono. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gaya Media. Hal 19
  • Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Kamus Basar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Nurudin. 2009. Kiat Meresensi Buku di Media Cetak. Jakarta: Murai Kencana. Hal 5
  • Sudjiman. 1984. Pengertian Resensi. [online]. Tersedia: http:
  • www.pengertiandefinisi.com/2012/02/pengertian-resensi.html [9 desember 2012]. hal 32
  • Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta. Hal 2 dan 75
  • Silberman, M. L. 2009. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktiv.Bandung : Nusa Media. Hal 3
  • Tarigan, H. G. 2008. Menulis Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung : Angkasa. Hal 19 dan 22
Blog, Updated at: 04.59

0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts