Prinsip-prinsip, Sifat-sifat Perencanaan, Tahap-tahap Perencanaan Dan Langkah-langkah Perencanaan

Prinsip-prinsip, Sifat-sifat Perencanaan, Tahap-tahap Perencanaan Dan Langkah-langkah Perencanaan 

Prnsip-prinsip Perencanaan
Menurut Siagian (1996:111) mengemukakan ada 10 prinsip dari pada perencanaan yang perlu diketahui agar perencanaan dapat dilaksanakan dengan baik. Adapun prinsip-prinsip tersebut sebagai berikut :
  1. Rencana harus mempermudah tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
  2. Rencana harus dibuat oleh orang-orang yang sungguh-sungguah memahami tujuan organisasi.
  3. Rencana harus dibuat oleh orang-orang yang sungguh-sungguh mendalami teknik-teknik perencanaan.
  4. Rencana harus disertai oleh suatu perinci yang teliti.
  5. Rencana tidak boleh lepas sama sekali dari pemikiran perencanaan.
  6. Rencana harus bersifat sederhana
  7. Rencana harus luwes
  8. Didalam rencana terdapat tempat pengambilan resiko
  9. Rencana harus bresifat praktis
  10. Rencan harus merupakan forecasting (Siagian, 1996:111)
Berdasarkan uraian di atas, bahwa perencanaan dapat tercapai apabila perencanaan tersebut harus melihat prinsip-prinsip perencanaan yang dapat terlaksana dengan baik dan tidak ada kesalahan dalam melaksanakan perencanaan.

Apabila pimpinan organisasi memahami dengan sungguh-sungguh maka dari ke 10 prinsip perencanaan itu dan berusaha menerapkan dalam menjalankan perencanaan, maka pimpinan itu akan berhasil merumuskan suatu rencan yang baik.

Adapun prinsip-prinsip menurut Ibnu Symsi S.U (1994:77) sebagai berikut :
  1. Prinsip konstribusi sasaran
  2. Prinsip sehatnya dan teraturnya organisasi
  3. Prinsip faktor pembatas
  4. Prinsip keterkaitan organisasi
  5. Prinsip perencanaan yang terkoordinasi
  6. Prinsip penggunaan waktu
  7. Prinsip efisiensi
  8. Prinsip keluwesan
  9. Prinsip perubahan situasi dan kondisi yang terkendali
  10. Prinsip penerimaan. (Ibnu Symsi, 1994:77)
Berdasarkan uraian di atas, maka jelaslah bahwa suatu organisasi dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah harus berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan tersebut agar tewujud suatu perencanaan pembangunan daerah yang efektif. Sehingga perencanaan yang dilaksanakan menjadi lebih baik dan dapat dijadikan kegiatan perencanaan pembangunan daerah.

Sifat-sifat Perencanaan
Rencana adalah kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam proses kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, oleh karena itu dalam membuat rencana harus diperhatikan hal-hal agar menjadi dasar pembuatan rencana, yang akhirnya rencana tersebut dapat dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan.

Sehubungan dengan hal tersebut Manullang (1996:11) mengemukakan sebagai berikut :

Suatu rencana yang baik disamping harus menerapkan prinsip-prinsip perencanaan juga harus mengandung sifat-sifat sebagai berikut :
  1. Pemakaian kata-kata yang sederhan artinya kata-kata yang dipergunakan dalam suatu rencana harus mudah dimengerti, hal ini agar tidak timbul penafsiran-penafsiran yang berbeda, sering bahwa pembuatan rencana tidak melalui orang-orang yang melaksanakan rencana, karena susunan kata-kata dan kalimat harus mudah dimengerti.
  2. Flesibel artinya rencana tersebut harus dapat menyelesaikan dengan keadaan yang selalu berubah-ubah dan tidak dapat diduga sebelumnya.
  3. Mempunyai stabilitas artinya suatu rencana harus mempunyai sifat stabil yang berarti tidak setiap kali berubah atau tidak dipakai sama sekali.
  4. Ada dalam pertimbangan artinya suatu rencana harus ada pertimbangan pada pemberian waktu dan faktor-faktor produksi kepada setiap unsur organisasi seimbang dengan kebutuhannya.
  5. Meliputi semua tindakan yang diperlukan artinya rencana tersebut harus meliputi segala aspek, sehingga dengan demikian akan menjamin koordinasi dari tindakan-tindakan seluruh organisasi. (Manullang, 1996:11)
Berdasarkan uraian di atas, maka suatu rencana dapat terlaksana apabila prinsip-prinsip tersebut di laksanakan dengan baik sehingga perencanaan menjadi lebih baik. Oleh karena itu sifat-sifat rencana harus diperhatikan dengan baik agar perencanaan pembangunan tidak terabaikan begitu saja.

Tahap-tahap Perencanaan
Bintoro Tjokroamidjojo (1996:57) mengemukakan tahap-tahap dalam suatu prose perencanaan sebagai berikut :
  • Penyusunan rencana. Penyusun rencan ini terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut :
  1. Tinjauan keadaan 
  2. Perkiraan keadaan masa yang akan dilalui rencana
  3. Penetapan tujuan rencana
  4. Identifikasi kebijaksanaan atau kegiatan uasaha yang perlu dilakukan dalam rencana 
  5. Tahap persetujuan rencana
  • Penyusunan program rencana
  • Pelaksanaan rencana
  • Dilakukan pengawasan atas pelaksanaan rencana
  • Dilakukan evaluasi (Bintoro Tjokroamidjojo, 1996:57)
Langkah-langkah perencanaan
Perencanaan agar memperoleh hasil yang tersusun dengan baik, maka diperlukan suatu pendekatan, pendekatan tersebut antara lain harus memandang proses perencanaan sebagai masalah yang memerlukan pemikirang dengan mempergunakan taknik-teknik ilmiah. Sehingga perncanaan pembangunan daerah dapat terlaksana.

Sejalan dengan pendapat Sigian (1996:114) bahwa dalam pembuatan perencanaan dipandang sebagai masalah yang harus dipecahkan dengan sistematis serta didasarkan kepada 7 langkah sebagai berikut :
  • Mengetahui sifat hakiki dari masalah yang dihadapi diterapkan dalam bidang perencanaan, hal ini berarti pimpinan organisasi harus mengetahui mengapa rencana itu disusun.
  • Kumpulan data-data ini yaitu :
  1. Fakta-fakta yang relevan dengan tujuan yang dikehendaki dimaksud.
  2. Informasi dari unit organisasi yang lebih rendah.
  3. Saran dari pada anggota organisasi terutama yang mereka nantinya akan menjadi pelaksana rencana.
  4. Ide bawahan yang mungkin sangat berhubungan dengan pembuatan rencana.
  5. Kritik dari dalam dan luar organisasi sering pula berbentuk angka-angkla yang sangat erat hubungannya dengan proses pencapaian keputusan, karenanya data itu harus lengkap dan dapat dipercaya.
  • Penganalisaan data-data. Data akan mempunyai arti apabila data itu diinterpretasikan sedemikian rupa sehingga membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan.
  • Penentuan beberapa alternatif. Hasil penganalisaan data-data biasanya akan menunjukan beberapa alternatif yang dapat ditempuh dalam menghasilkan sesuatu. Pimpinan harus mempertimbangkan dengan teliti, kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan setiap alternatif untuk tiba pada kesimpulan alternatif yang baik.
  • Memilih cara yang kelihatannya terbaik. Hasil pemikiran dianalisa yang matang, tentang setiap alternatif harus memungkinkan pimpinan memilih salah satu alternatif yang ada yang dipilih tentunya alternatif yang terbaik.
  • Pelaksanaan. Ditetapkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan berarti pembuatan rencana sendiri.
  • Penelitian hasil yang dicapai. Biasanya suatu rencana yang telah dibuat sebelum dilaksanakan oleh seluruh organisasi terlebih dahulu diadakanpercobaan dalam bentuk sederhana. Hasil dari percobaan dianalisa dengan keinginan, kebutuhan, jika kesimpulan yang positf yang diperoleh haruslah dilaksanakan seluruhnya dalam organisasi sebagai keseluruhan pula. (Siagian, 1996:114)
Pendapat tersebut menandakan, bahwa terbentuknya suatu pemerintahan tak lepas dari sejarah terbentuknya masyarakat. Hubungan antara pemerintah dengan masyarakat merupakan hubungan yang saling ketergantungan, pemerintah dibentuk oleh masyarakat dan melalui peran pemerintah, masyarakat diatur dan dipenuhi kebutuhannya. Di lain pihak masyarakat membutuhkan peran pemerintah sebagai pihak yang mengatur kehidupannya, sehingga terciptalah ketertiban dan ketentraman. 

Kemudian Manullang (1996:42) menyebutkan langkah-langkah perencanaan sebagai berikut :
  1. Menetapkan tugas dan tujuan
  2. Mengobservasi dan menganalisa 
  3. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan
  4. Memuat sintesa
  5. Menyusun rencana  (Manullang,1996:42)
Peran dan fungsi pemerintah dihadapkan pada pelaksanaan tugas yang sangat luas dan kompleks, mulai dari hal yang bersifat pelayanan operasional sampai pada hal yang bersifat ideologi dan spiritual, pemerintah memegang peranan sentral dalam pembangunan yaitu menetapkan kebijakan umum dan melaksanakannya. 

Seperti halnya pendapat dari Stoners (1992:202) langkah-langkah perencanaan sebagai berikut :
  1. Tetapkan tujuan/perangkat tujuan
  2. Tentukan situasi sekarang
  3. Identifikasi pendukung dan penghambat tujuan (Stoners,1992:202)
Pendapat tersebut di atas menyatakan bahwa kegiatan perencanaan oleh pemerintah, merupakan fungsi utama sebagai upaya untuk mencapai tujuan bersama, dengan demikian pemerintah memiliki peran dan fungsi melakukan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Dalam membahas pengertian perencanaan, sebaiknya terlebih dahulu dibahas mengenai pengertian perencanaan.
Blog, Updated at: 01.33

1 komentar :

  1. SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259 ATAU KLIK SITUS KAMI PESUGIHAN TAMPA TUMBAL NYATA

    BalasHapus

Popular Posts